jangar kamitahuvideolirik

Sindiran untuk penguasa dan pemodal culas!

Perjuangan rakyat Bali untuk menolak Reklamasi Teluk Benoa terus disuarakan dengan bebagai cara, salah satunya yang dilakukan oleh unit heavy rock asal Denpasar, Jangar. Band yang dihuni oleh Gusten Keniten (vokal), Pasek Darmawaysya (drum), Dewa Adi (gitar), dan Raibio (bass) menyindir penguasa dan pemodal culas lewat single terbaru mereka berjudul “Kami Tahu”.

Bisa dibilang juga, lewat single “Kami Tahu”, Jangar ingin mewakili masyarakat Bali yang telah berjuang keras menolak Reklamasi Teluk Benoa.

"Rakyat Bali akhirnya bangkit bersatu memperjuangkan kawasan konservasi Teluk Benoa yang akan direklamasi dengan dalih revitalisasi. Begitu banyak hal-hal ajaib yang terjadi dalam upaya penguasa dan pemodal culas ini untuk memuluskan mega proyek reklamasi ini. Sayangnya, pemikiran masyarakat Bali tidak sedangkal itu, kami jelas-jelas tahu apa yang mereka tuju. Hanya pundi-pundi mereka pribadi, tak ada hubungannya dengan kepentingan orang banyak," ungkap Pasek melalui rilis pers.

Nggak hanya dalam format audio saja, gambaran kritik yang diungkapkan Jangar divisualisasikan lewat video lirik berdurasi 6 menit.

"Gerakan-gerakan tersebut (penolakan Reklamasi Teluk Benoa) coba kami tampilkan dalam video lirik 'Kami Tahu'. Sesungguhnya kekuatan rakyat inilah yang menentukan arah negeri ini, bukan investor dan penguasa. Rakyat bersatu tak akan bias dikalahkan!," tambah Pasek.

Dalam penggarapan video lirik “Kami Tahu”, Jangar berkolaborasi dengan organisasi gerakan lingkungan hidup terbesar di Indonesia, yaitu Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), untuk menggunakan potongan-potongan video yang memperlihatkan perjuangan rakyat Bali saat menolak Reklamasi Teluk Benoa.

Seperti apa lagu dan video lirik “Kami Tahu”, dari Jangar? Simak di bawah ini:

Komentar