thumb arireda oleh yose riandi kecil

Album rekaman terakhir Ari Malibu bersama AriReda.

Tanggal 14 Juni bisa dibilang menjadi hari berkabung untuk duo folk AriReda. Pasalnya, tanggal tersebut merupakan berpulangnya Ari Malibu ke pangkuan Sang Pencipta. Menandakan berpulangnya Ari Malibu, AriReda merilis sebuah album posthumous bertajuk ‘Perjalanan’. Istilah "posthumous" sendiri lazim digunakan untuk menandai album yang dirilis pasca seniman tersebut meninggal dunia.

Dalam album ‘Perjalanan’ ini, AriReda menghadirkan musikalisasi beberapa puisi Todung Mulya Lubis. Bisa dibilang juga, album ini merupakan karya terakhir yang direkam Ari Malibu bersama AriReda.

Penggarapan album ‘Perjalanan’ dilangsungkan di Studio Sangkar Emas, Yogyakarta bersama Anton Gendel, seorang sound engineer yang telah menjadi langganan AriReda dalam menggarap beberapa karya terakhirnya.

“Proses rekaman kami biasanya berlangsung cukup cepat, meski tak berarti mulus. Setiap kali masuk studio, menggarap komposisi lagu, saya dan Ari pasti beradu argumen. Dan untuk album ini, proses itu berlangsung lebih alot dari sebelumnya karena semua lagu kami buat sendiri, tak ada komposisi musisi lain,” kata Reda tentang proses rekaman mereka.

Album ‘Perjalanan’ juga menjadi pengawal bagi sebuah ide untuk memamerkan seluruh perjalanan karir AriReda dalam misi mereka untuk mempopulerkan musikalisasi puisi sejumlah sastrawan Indonesia.

Eksebisi tersebut masih digodok pengerjaannya, menurut rencana akan diselenggarakan di Jakarta pada bulan Juli 2019 mendatang.

“Lewat eksibisi ini, saya dan Felix ingin berbagi cerita perjalanan AriReda, duo yang mulai nyanyi-nyanyi sejak lama, bertahan dan kemudian menemukan sahabat barunya di ujung perjalanan. Semoga saja ada yang bisa dipelajari, diserap, dimanfaatkan oleh teman-teman,” jelas Reda tentang eksebisi tersebut.

Album ‘Perjalanan’ sudah bisa didengarkan secara digital mulai 14 Juni 2019. Dan versi CD-nya akan tersedia di sejumlah toko fisik yang selama ini telah mendistribusikan rilisan-rilisan AriReda.

Sedikit informasi aja nih, Reda yang merupakan salah satu bagian dari AriReda saat ini sedang menyusun ulang karir bermusiknya. Ia mencoba sejumlah eksperimen baru dengan mengolah materi dengan seorang penyanyi solo yang juga bermain gitar.

“Sepanjang ingatan, saya tidak pernah menyanyi sendiri. Jadi ketika Ari pergi, sebenarnya saya sangat ragu untuk terus melanjutkan kegiatan ini. Tapi saya juga tak punya alasan kuat untuk berhenti. Percakapan saya dengan Ari perihal karier adalah kami akan membuat album solo, sebelum bertemu kembali untuk membuat album berikut. Jadi saya pikir Ari akan senang melihat saya jalan terus. Saat ini proses pembuatan lagu masih berlangsung, sambil terus melancarkan jari memainkan Kwasa (guitalele kesayangan Reda),” tambah Reda.

 

(Foto: Yose Riandi)

Komentar