1 1

Dalam rangka perilisan album kedua mereka

Parahyena, band acoustic-folk asal Bandung, menggelar showcase bertajuk “Kirata: Rhythm of Neweast” yang diselenggarakan di Nu Art Sculpture Park pada Rabu (4/9) kemarin. Showcase ini digelar dalam rangka peluncuran album teranyar mereka, Kirata.  Album ini merupakan album kedua mereka setelah pada tahun 2016 lalu mereka merilis album pertama Ropea.

Sepanjang showcase yang diadakan malam lalu, Parahyena menggandeng banyak penampil untuk menunjang pertunjukan mereka di atas panggung. Mulai dari Artnay Studio yang menampilkan tari Randai, Rama Syahrul sebagai dayang wayang golek, Agus Roekmana, Malire String Quartet, Tarompet Besi, United States of Bandung Percussion, hingga Ketuk Tilu Bedil Karo Kembang Ensemble secara bergantian tampil berkolaborasi dengan Parahyena sebagai supporting act.

Showcase ini dibuka dengan penampilan singkat Jon Kastella di luar panggung. Tidak lama setelah penampilan Jon Kastella, penonton yang hadir dikejutkan oleh penampilan oleh perkusi oleh USBP yang menggiring penonton ke venue acara. Penampilan perkusi ini juga disemarakkan dengan berbagai badut yang menggunakan enggrang sehingga penonton seperti dibawa ke suasana karnaval.

Setelah opening act yang meriah, penonton langsung diajak ke nuansa tradisional dengan pagelaran wayang golek singkat oleh Rama Syahrul. Parahyena di belakangnya mengiringi tembang yang dialunkan oleh si dalang. Nuansa ketradisionalan itu kembali dilanjutkan oleh Parahyena dengan lagu-lagu instrumental mereka di album baru ini.

Hiburan-hiburan seperti monolog dan ice breaking yang diselipkan di tengah-tengah acara juga semakin meramaikan showcase ini. Di akhir sesi, para penonton diajak naik ke atas panggung untuk berjoget bersama dengan Parahyena. Naiknya penonton ke atas pangung ini sekaligus menjadi klimaks di showcase ini. Selain itu jarak antara penonton dan panggung yang amat dekat juga menambah keintiman acara ini. Percakapan-percakapan dengan penonton terasa sangat organik dan menghibur.

4

Komentar