audrey tapiheru

Fenomena yang dialami para perempuan tentang rasa percaya diri

Setelah lebih dahulu dikenal sebagai anggota trio GAC (Gamaliel-Audrey-Cantika), Audrey Tapiheru kini mencoba hal baru dengan melempar single sebagai solois berjudul “Daisy”. Dalam single perdananya ini, gadis kelahiran 26 Juli 1993 ini mengangkat tema yang sering menjadi keresahan perempuan. “Berawal dari pemikiranku tentang fenomena yang dialami para perempuan terkait rasa percaya diri. Sekarang ini, perempuan sering kali dituntut memenuhi suatu standar dan mudah merasa rendah diri saat mendengar komentar negatif dari orang lain. Perempuan sering merasa tidak cukup, tidak mampu, dan memiliki kecenderungan untuk mengikuti apa yang umum walaupun itu bertentangan dengan kepribadian mereka. Akhirnya, banyak perempuan yang menjadi tidak maksimal, merasa tertekan dan tidak bisa bersinar sesuai dengan potensi yang mereka miliki.”

“Di single ini, aku melambangkan perempuan bagaikan bunga yang siap untuk mekar dan menghiasi dunia dengan keindahan dan keunikannya walaupun hidup di tengah banyak tekanan dan gangguan dari sekitar.   Aku memilih bunga “daisy” karena bunga ini sering dianalogikan sebagai bunga yang memiliki sifat rendah hati, ada di mana-mana, ceria, dan penuh simpati yang ternyata cocok dengan kepribadianku. Selain itu, “daisy” juga berarti permulaan baru (new beginning) yang sangat sesuai dengan perjalanan baru yang sedang aku jalani saat ini. Semoga dengan mendengarkan single ini, semua orang terutama para perempuan, semakin bisa menerima dan menghargai keunikan masing-masing tanpa harus membandingkannya dengan orang lain karena semua bunga tercipta untuk mekar dan jangan biarkan apapun atau siapapun menghambat pancaran keindahan kita.”

Proses pembuatan single ini sendiri dibuka dengan workshop bersama Kenny Gabriel, salah satu pemusik yang dianugerahi Best National Keyboardist pada Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2014 dan juga merupakan Juara The Remix tahun 2016, untuk pembuatan musik dan melodinya. Audrey juga mendapat dukungan dari Gamaliel dan Cantika dalam pembuatan single “Daisy” ini walaupun Gamaliel yang lebih banyak terlibat dalam proses kreatif mulai dari penulisan lirik, melodi, hingga menjadi vocal director. “Kalau menurut aku, secara musikal “Daisy” masih memberikan nuansa feel good song yang identik dengan lagu-lagu GAC sebelumnya namun, menurutku single kali ini berbeda dari lagu-lagu soloku di tiga album kemarin karena di sini aku benar-benar mengangkat topik yang sangat erat denganku dan aku juga lebih memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi diri sebagai solois.”

audrey daisy artwork low resize

Saat ini Audrey fokus untuk membuat mini album (berisi 3-4 lagu) dibandingkan album panjang (berisi 8-10 lagu). “Aku ingin membuat satu mini album yang berisi lagu-lagu yang aku kerjakan secara maksimal, saling berkaitan dan bercerita, tanpa harus ada lagu-lagu “kelas dua” atau lagu-lagu “pelengkap” yang kadang sering ditambahkan untuk memenuhi kuota album panjang. Aku juga ingin setiap lagu yang ada di albumku mendapat eksposur yang sama dan dapat aku bawakan setiap aku tampil. Nantikan mini albumku ya, dan selamat menikmati “Daisy”.”

Setelah lebih dahulu dikenal sebagai anggota trio GAC (Gamaliel-Audrey-Cantika), Audrey Tapiheru kini mencoba hal baru dengan melempar single sebagai solois berjudul “Daisy”. Dalam single perdananya ini, gadis kelahiran 26 Juli 1993 ini mengangkat tema yang sering menjadi keresahan perempuan. “Berawal dari pemikiranku tentang fenomena yang dialami para perempuan terkait rasa percaya diri. Sekarang ini, perempuan sering kali dituntut memenuhi suatu standar dan mudah merasa rendah diri saat mendengar komentar negatif dari orang lain. Perempuan sering merasa tidak cukup, tidak mampu, dan memiliki kecenderungan untuk mengikuti apa yang umum walaupun itu bertentangan dengan kepribadian mereka. Akhirnya, banyak perempuan yang menjadi tidak maksimal, merasa tertekan dan tidak bisa bersinar sesuai dengan potensi yang mereka miliki.”

“Di single ini, aku melambangkan perempuan bagaikan bunga yang siap untuk mekar dan menghiasi dunia dengan keindahan dan keunikannya walaupun hidup di tengah banyak tekanan dan gangguan dari sekitar.   Aku memilih bunga “daisy” karena bunga ini sering dianalogikan sebagai bunga yang memiliki sifat rendah hati, ada di mana-mana, ceria, dan penuh simpati yang ternyata cocok dengan kepribadianku. Selain itu, “daisy” juga berarti permulaan baru (new beginning) yang sangat sesuai dengan perjalanan baru yang sedang aku jalani saat ini. Semoga dengan mendengarkan single ini, semua orang terutama para perempuan, semakin bisa menerima dan menghargai keunikan masing-masing tanpa harus membandingkannya dengan orang lain karena semua bunga tercipta untuk mekar dan jangan biarkan apapun atau siapapun menghambat pancaran keindahan kita.”

Proses pembuatan single ini sendiri dibuka dengan workshop bersama Kenny Gabriel, salah satu pemusik yang dianugerahi Best National Keyboardist pada Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2014 dan juga merupakan Juara The Remix tahun 2016, untuk pembuatan musik dan melodinya. Audrey juga mendapat dukungan dari Gamaliel dan Cantika dalam pembuatan single “Daisy” ini walaupun Gamaliel yang lebih banyak terlibat dalam proses kreatif mulai dari penulisan lirik, melodi, hingga menjadi vocal director. “Kalau menurut aku, secara musikal “Daisy” masih memberikan nuansa feel good song yang identik dengan lagu-lagu GAC sebelumnya namun, menurutku single kali ini berbeda dari lagu-lagu soloku di tiga album kemarin karena di sini aku benar-benar mengangkat topik yang sangat erat denganku dan aku juga lebih memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi diri sebagai solois.”

Saat ini Audrey fokus untuk membuat mini album (berisi 3-4 lagu) dibandingkan album panjang (berisi 8-10 lagu). “Aku ingin membuat satu mini album yang berisi lagu-lagu yang aku kerjakan secara maksimal, saling berkaitan dan bercerita, tanpa harus ada lagu-lagu “kelas dua” atau lagu-lagu “pelengkap” yang kadang sering ditambahkan untuk memenuhi kuota album panjang. Aku juga ingin setiap lagu yang ada di albumku mendapat eksposur yang sama dan dapat aku bawakan setiap aku tampil. Nantikan mini albumku ya, dan selamat menikmati “Daisy”.”

Komentar