algorhythm 65856872

Membawa kembali progressive rock 80'an ke era modern!

Di tengah pandemi COVID-19 yang sedang melanda, Noni Dju, Rafi Daeng, dan Galih Galinggis memanfaatkan waktunya di rumah untuk berkarya. Tergabung dalam band Algorhythm, ketiga musisi yang berkiblat ke arah genre rock tahun 70-80'an ini, merilis single yang berjudul “Distimia”, Jumat (15/5).

“Distimia” sendiri merupakan istilah dari sebuah kondisi yang ditandai dengan gejala depresi sepanjang hari. Melalui judul tersebut, Algorhythm keluar dengan gaya penulisan lirik yang tergolong gelap. Lagu ini juga ingin menyuarakan keluh kesah kehidupan pribadi manusia yang sulit diungkapkan, teruntuk mereka yang merasa harapanya telah pupus. Segala permasalahan hidup tersebut dibalut dengan musik bernuansa digital dan disajikan secara eksperimental.

Algorhythm terdiri dari tiga personel dengan latar belakang musik dan filosofi yang beragam. Diversifikasi mereka membawa warna masing-masing ke dalam band Algorhythm. Band ini membawa kembali kesan classic rock dan progressive rock tahun 70-80'an ke era sekarang, serta membalut karya dengan pengemasan yang lebih modern.

Dengan single "Distimia", yang dirilis 15 Mei 2020, Algorhythm siap untuk menghiasi belantika musik Indonesia serta mewakili problematika individu yang tidak terucap.

Foto-foto: Dokumentasi Algorhythm Music

Komentar