img 20200513 wa0007

Festival digital yang digelar sekaligus sebagai perayaan Wisuda Angkatan 2020 Kampus UC Berkeley USA.

Bisa dibilang kalo PSBB/ lockdown akibat corona ini emang akhirnya bikin kita jadi lebih kreatif. Keterbatasan yang ditimbulkan malah bikin kita mencari celah lain yang baru. Termasuk dalam pengalaman nonton konser.

Kali ini giliran BEAUZ (baca: bowz) yang “bikin ulah”. Duo DJ kakak beradik berdarah Indonesia, Bernie dan Johan Yang, yang berkarir di Amerika Serikat ini bakal membuat gebrakan dengan menghadirkan sebuah festival musik dengan memanfaatkan teknologi paling mutakhir, Real Estate Virtual dalam format Minecraft yang pertama di dunia dalam ajang Blockeley Music Festival yang akan berlangsung pada tanggal 16-17 Mei 2020 mendatang.

poster blockeley music festival

Blockeley Music Festival merupakan pagelaran musik pertama di dunia dalam wujud konsep bangunan gedung virtual dan skalanya festival. Misi awalnya adalah untuk merayakan wisuda angkatan 2020 secara virtual. Lewat ajang ini akan bisa terjalin interaksi antara para musisi dengan para penggemar. Formatnya akan seperti main game dan akan dibuat replika 1:1 (satu banding satu) gedung Kampus UC Berkeley di dalam MineCraft dengan tujuan sebagai penggalangan dana untuk Covid-19.

“Bayangkan sebuah replika 1:1 dari kampus tercinta dalam bentuk virtual untuk merayakan wisuda angkatan 2020 di seluruh dunia. Tentu saja kami akan melakukan apa pun yang bisa dilakukan. Dan kami pun bakal mewujudkannya”, ujar Johan Yang yang menjadi juru bicara BEAUZ sekaligus alumni UC Berkeley.

Dari keinginan sekedar menggelar pesta wisuda sederhana bagi para mahasiswa UC Berkeley angkatan 2020 hingga membuat sebuah sejarah dengan menggelar satu ajang festival musik terbesar pada game Minecraft. Blockeley Music Festival adalah festival musik pertama dalam bentuk game Minecraft yang diselenggarakan bersama dengan universitas terkemuka di dunia dan bersama para artis/musisi papan atas di ranah modern dance serta EDM. Sejauh ini, artis/musisi yang sudah memberikan konfirmasi keikutsertaan adalah Sam Feldt, Vini Vici, Matoma, BEAUZ dan tamu istimewa lainnya.

img 20200513 wa0005 

“Kami juga ingin berterima kasih kepada festival ini yang menjadi salah satu proyek terbesar BEAUZ dalam perjalanan karir bermusik. Ajang Blockeley Music Festival dapat disaksikan juga secara live streaming pada tanggal 16 Mei 2020 mulai pukul 16.00 (waktu USA) dan 17 Mei 2020 mulai pukul 10.00 (waktu USA) pada channel OS Studio Twitch”, terang Johan Yang.

Hanya 4.500 pemain yang diizinkan menggunakan Minecraft ini untuk menjamin pengalaman dalam pertandingan dan live streaming yang lancar. Jika ingin menyaksikan, silahkan untuk melakukan RSVP pada link berikut: https://www.facebook.com/events/873863009798130.

Pada kesempatan tersebut, BEAUZ sekaligus memperkenalkan single terbarunya bertajuk #STAYHOME (This Coronavirus) https://www.youtube.com/watch?v=jAx0Ptnp8ik yang tetap dalam balutan EDM. Dalam masa-masa penuh tekanan dan cemas ini, BEAUZ merasa perlu untuk ikut mempromosikan pesan tinggal di rumah serta membantu mereka yang tinggal di rumah untuk tetap terhibur. BEAUZ mendedikasikan single terbarunya #STAYHOME (This Coronavirus) ini untuk membantu dalam mengurangi kasus infeksi yang tumbuh secara eksponensial di dunia.

img 20200513 wa0006

BEAUZ menggunakan single ini untuk menunjukkan bagaimana mereka dapat menyalurkan rasa frustasinya sebagai tanggapan terhadap krisis untuk melakukan kegiatan di dalam ruangan. Irama-irama yang muncul dengan sempurna mempresentasikan emosi dan  pengalaman yang sekiranya dialami oleh semua kalangan. 

“Apakah itu ketakutan dari  ketidakpastian yang disebabkan oleh virus yang tidak dapat diobati atau kebosanan dari penguncian yang disebabkan oleh diri sendiri. Kami berharap lagu ini tidak hanya dapat memberikan hiburan bagi Anda yang merasa bosan di rumah, tetapi juga mendesak semua orang untuk berlatih menjaga jarak sosial untuk membantu menghentikan penyebaran virus. Tetap di rumah, itu dapat menyelamatkan nyawa. Dengan kebijaksanaan, cinta dan ketangguhan, kita pasti dapat melewati pandemi ini bersama”, tutup Johan Yang.

 

Komentar