index

Sebuah Penelusuran Eksploratif tentang Asal Usul Keluarga dan Perjalanan Mood  dalam sebuah Album

Dalam perjalanan karir bermusik hampir 10 tahun, Grace Sahertian memulai karirnya sebagai penyanyi, banyak pengalaman yang dia dapatkan sebagai musisi sampai akhirnya dia memutuskan untuk mulai bersolo karier di tahun 2011. Selain bermusik, Grace juga pernah aktif sebagai fiber artist. Kegiatan seni serat ini membuatnya jadi artis yang peduli detail, menganggap penting sebuah proses, punya imajinasi luas dan tahu bagaimana mengekspresikan isi hatinya menjadi sebuah karya. Kurun waktu 2013 sampai 2014 dipakai untuk mencari identitas musik dan menciptakan lagu, dan akhirnya setelah 3 tahun, album perdananya yang berjudul "HELA" pun lahir.

Sebuah album yang mengandung banyak kisah di baliknya. Berisikan 8 lagu yang menggambarkan sisi 'fragile' dari seorang Grace, bercerita tentang kesedihan, kemarahan, keputusasaan, perenungan sampai akhirnya ia sampai pada satu titik dimana ia harus berdiri tegak dan terus maju. Sebagai seorang artis, ia mempergunakan mood board, sebuah board dengan serangkaian image yang menjadi acuan dalam setiap lagu yang ia ciptakan. "Bisa dibilang musik saya di album ini lebih progresif, eksploratif dan bercerita.  Musik dalam tiap lagu merupakan ilustrasi dari cerita yang terkandung di dalamnya, dan dalam satu lagu bisa terdapat beberapa part berbeda yang menggambarkan mood dari liriknya." Ujar Grace.

Proses rekaman sampai tahap mixing dan mastering memakan waktu sekitar 3 bulan. Tesla Manaf ditunjuk sebagai produser, gitaris muda asal Bandung yang saat ini tengah go international lewat label dari Amerika Serikat, MoonJune Records. Grace juga dibantu oleh Ari Renaldi dalam proses mixing dan mastering serta rekan-rekan musisi seperti Iwan Popo (keys), Rudy Zulkarnaen (bass), Topan Abimanyu dan Ginda Bestari (guitar), Edward Manurung dan Desal Sembada (drums), Brury Effendi (trumpet), Bejo (cello), Hulhul (saluang) dan Zaki Peniti (chant). Untuk vokal latar, Grace dibantu oleh Theoresia Rumthe, Eka Karya, Ayub Jonn, Puspallia Panggabean dan Johanes Fayakun.

Lagu "Diam" dipilih sebagai carrier single untuk album debut Grace ini. Lagu yang ditulis sekitar 3 tahun lalu, yang menceritakan fragmen dari masa pencarian Grace dalam proses berkaryanya. "Terlalu banyak mendengarkan kata orang malah membuat saya tidak kemana-mana. Karenanya saya memilih untuk berhenti sejenak, diam, renungi dan kemudian menemukan apa yang sebenarnya saya inginkan", katanya. Lagu yang dinyanyikan secara A capella dalam balutan nuansa indie soul dan gospel ini dirasa tepat sebagai representasi kekuatan olah vokal Grace yang soulful dan berkarakter, yang tidak lain merupakan 'forte' nya.

Album ini sudah dirilis di iTunes mulai tanggal 8 Februari 2016, kemaren dan akan dirilis dalam format fisik pada tanggal 29 Februari 2016 mendatang.

Komentar