zealspeaks

Berani dan nekat!

Band nekat! Mungkin julukan ini pantas disematkan pada Zealspeaks. Gimana enggak nekat, di tengah hingar bingar industri musik yang dianggap sebagian pengamat musik sedang melemah, band asal Bandung ini malah merilis album utuh bertajuk 'Zealspeaks' pada (17/2) di Faoundry 8, Jakarta. Ditambah lagi nih, Zealspeaks yang terdiri dari Danny Maretta (vokal, gitar), Toba Manurung (gitar) dan Dimas Arditya (dram) memperkenalkan musik mereka dengan mengusung musik yang saat ini sedang tidak menjadi tren, britrock. Eits, tapi kenekatan itu Zealspeaks telah perhitungkan semuanya loh.

Zealspeaks sendiri bukan kali pertama ini membuat karya, saat baru terbentuk di tahun 2012, mereka telah merilis EP (Extended Play) bertajuk 'The First Solitude'. Meski hanya berisi tiga lagu, EP tersebut mendapat respon yang cukup baik dari pecinta musik di Indonesia. Zealspeaks menganggap dengan respon tersebut mereka telah “menabung” untuk fans dan lagu.

Di album perdananya ini, Zealspeaks banyak memadukan suara vokal Danny Maretta yang cukup ciamik untuk didengarkan dan harmoni gitar feedback yang mumpuni dari Toba Manurung, dipadu dentuman drum yang melodius Dimas Arditya.

Melodi gitar pada beberapa part lagu juga terdengar sangat bluesy. Seperti di lagu ‘Dear Strange’ dan ‘Split Mind’, gitar yang bluesy era psychedelic generation 60-an sangat terasa, ditambah lagi dengan karakter vokal yang "polos" seperti band-band era tahun 90'an dimana era alternative menghentak.

“Banyak yang menyebut kami berada di jalur indie rock. Apapun itu, kami hanya ingin menawarkan alternative musik kepada pendengar. Kalau kemudian tidak ikut trend yang sedang booming, itu adalah bagian dari independensi musikal yang kami usung,” tegas Danny.

Band yang terbentuk 13 Februari 2012 menyorongkan 10 lagu, 8 lagu berbahasa Inggris dan 2 lagu berbahasa Indonesia.

“Ada beberapa kata dan kalimat, yang lebih mudah jika menggunakan bahasa Inggris. Kemudian kami juga ingin pesan yang kami sampaikan lebih meluas ke banyak pendengar,” celetuk Danny yang bertanggungjawab pada semua urusan penulisan lirik.

“Untuk lirik memang saya yang membuat, tapi aransemen kita olah bersama-sama untuk menemukan titik temu atau benang merahnya,”  tambah vokalis kalem ini.

Sebagai band yang sedang meretas jalan popularitas, Zealspeaks teringat dengan salah satu kutipan seorang penulis terkenal Indonesia bernama Julius Pour: “Musisi tanpa karya, seperti raja tanpa mahkota."

Untuk itu, dengan hadirnya album perdana 'Zealspeaks', mereka berharap album ini bisa menjadi langkah awal untuk menciptakan karya-karya selanjutnya.

zealspeaks1

Aksi Zealspeaks saat peluncuran album 'Zealspeaks', di Foundry 8, SCBD.

'Zealspeaks' track list album:

"Superior Egocentric"

"Split Mind"

"I Might Speak So Long"

"Televisi Mimpi"

"Till The End of Days"

"U.F.O"

"Pelangi Senja"

"I Found The Dancer"

"Daydreaming"

"Living Love"

 

 

 

Komentar