5580

Tampil 2 kali di kota Austin, Texas di panggung berbeda.

"Di Sayidan, di jalanan ... Oh angkat sekali lagi gelasmu kawan ... Di Sayidan, di jalanan ... Tuangkan air kedamaian."

Yoooo ... siapa yang tau dan ingat penggalan lirik lagu di atas? Yups, bener banget judulnya "Di Sayidan", penggalan lirik salah satu lagu milik band asal Kota Yogyakarta, Shaggydog. Kira-kira ada apa nih P! tiba-tiba ngebahas pioneer band ska satu ini?

Jadi, Jumat (11/3) pagi lalu, P! kedatangan rombongan kakak-kakak keren dari Shaggydog nih yang masih dihuni oleh Heru, Richard, Banditz, Raymond, Lilik, dan Yoyo. Mumpung mereka mampir ke kantor, P! ajak deh Shaggydog ngobrol sambil nikmatin cemilan pagi hari. Kayak apa obrolannya? Simak aja di bawah ini:

P!: Halo kakak-kakak ngganteng Shaggydog. Gimana..gimana kabarnya, baik .. apik ?

SD: Lumayan ngantuk, tapi tadi udah sedikit nyolong tidur sedikit di perjalanan tadi pas mau mampir ke sini...hehehe

P!: Oh iya .. dengar-dengar mau performance nih di salah satu festival musik dan film dunia bernama SXSW (South by Southwest) di Austin, Texas, Amerika Serikat? Bisa diceritain nggak sih gimana Shaggydog bisa diundang di acara itu?

SD: Jadi awalnya itu, dari tim Shaggydog tahun lalu mengajukan profil band, lagu, dan video ke SXSW. Lalu akhirnya beberapa bulan kemudian kami mendapat respon positif dan diminta tampil di SXSW.

P!: Pembaca Provoke! ada yang belum tau nih apa itu SXSW (South by Southwest Festival), mungkin Shaggydog bisa sedikit kasih tau?

SD: SXSW itu sebuah festival musik dan film yang ada di kota Austin. Jadi, spot-spot jualan seperti cafe, bar dan restoran di kota itu dipakai untuk kegiatan seni film dan musik. Dan itu berlangsung selama  seminggu dari tanggal 11-20 Maret 2016. Siang hari dipakai untuk diskusi dan workshop, sedangkan malam harinya full dipakai untuk hiburan musik. SXSW sendiri sudah berlangsung dari tahun 1986.

P!: Apa untuk tampil di festival  seni seperti SXSW mudah?

SD: Kalo aku baca diartikel, setelah mengajukan profile, lagu dan video, SXSW menyaring kurang lebih 8000 profil band dari seluruh dunia dan hanya beberapa band yang diminta untuk tampil di event ini.

P!: Dari Indonesia, apakah ada band lain selain Shaggydog?

SD: Untuk tahun ini, perwakilan dari Indonesia, hanya Shaggydog saja. Dari Asia lumayan banyak ada dari Jepang, Taiwan, Korea dan lain-lain.

P!: Tahun 2006 lalu, Shaggydog juga pernah tampil di festival musik bergengsi sepeti: Festival Mundial Production dan Darwin Festival. Nah, ada nggak nih perbedaan persiapannya nanti di SXSW?

SD: Persiapannya kali ini beda, karena nanti di SXSW, kami akan memainkan salah satu lagu baru yang belum pernah kami bawakan di panggung. Selain itu, masalah dokumentasi yang sedikit susah prosedurnya.

P!: Untuk biaya keberangkatan dan lain-lain apakah memakai kas band atau dapat bantuan dari pemerintah? Berhubung banyak band Indonesia yang tampil di luar negeri itu menggunakan biaya pribadi.

SD: Syukurnya kami mendapat bantuan dari KJRI, terutama untuk visa. Ada juga dari sponsor kita, Hurley, Electrohell, dan Malaria House.

P!: Di SXSW nanti akan main berapa kali?

SD: Kita akan main 2 kali di hari yang berbeda, tapi masih di satu kota. Tanggal 17 Maret itu di Flamingo Cantina dan tanggal 19 Maret di Russian House.

P!: Bakal mainin berapa lagu nih kira-kira? Apa ada persiapan khusus?

SD: Kira-kira 45 menit, sekitar 8-9 lagu. Semua materi lirik Indonesia dan Inggris kami campur. Kalo persiapan khusus, paling sedikit merubah aransemen lagu dan Mas Lilik lebih sering melatih dialog dengan audience di Austin.

P!: Ngomongin lagu baru, kapan lagu baru dan album baru bakal dirilis?

SD: Hahaha ... Nah ini agak mundur lagi, gara-gara SXSW. Rencananya itu bulan April 2016 album baru dirilis, karena persiapan lagu 90% sudah selsai di-mixing. Jadi kita fokus dulu ke SXSW baru ke album.

P!: Boleh tau, ada berapa track lagu di album baru nanti? Dan akan pakai label apa?

SD: Sekitar 12 sampai 13 lagu. Untuk label, kami pakai label sendiri Doggy House.

P!: Pertanyaan terakhir nih, noleh minta sedikit trik, gimana caranya supaya band-band Indonesia yang lain supaya bisa main di festival besar seperti SXSW, Mundial Production, dan Darwin Festival?

SD: Perbanyak link di luar negeri, manfaatkan internet terutama sosial media, dan gunakan dengan bahasa yang baik.

 

(Foto: Sofyan Refliyandi)

Komentar