Ichitan Photo Competition

thumb frack

Album kemarahan Frack terhadap kebijakan pemerintah.

Dibentuk pada akhir 2015 oleh sekumpulan pemuda asal Jakarta, Bogor, dan Bekasi, Frack hadir nih untuk meramaikan scene musik di Indonesia. Dengan memainkan musik hardcore punk 80-an, kuartet yang terdiri dari Bayu (bass), Dendy (vokal), Indra (gitar), dan Kamal (drum) hadir dengan satu buah album pendek mereka bertajuk Beyond Reality yang dirilis di bawah bendera label Trueside Records.

Tepat Senin (9/1) album pendek Beyond Reality resmi dirilis dalam format kaset. Dalam album Beyond Reality, Frack mencoba berbicara mengenai kemarahan akan kebijakan pemerintah, juga intrik problema kancah musik hardcore punk di Indonesia yang tidak pernah berakhir. Dalam proses penggarapan album ini, Frack melibatkan Dodie Sadath (United Blood & Brave Heart) yang bertindak sebagai produser tanpa mengganggu proses kreatif dari para personel.

Banyak ekspreimen yang dilakukan oleh Frack dari berbagai aspek dalam proses kreatif pembuatan album pendek perdana ini. Mulai dari pemilihan studio rekaman di Masterplan Studio Bandung (drum, bass, gitar) dan Baks Studio Jakarta (vokal), alat musik yang dipakai, cara rekaman, hingga proses mixing dan mastering yang dilakukan bersama Andry ‘Joe’ Novaliano dari grup grind core Terapi Urine.

Pada 11 Februari mendatang, Frack juga akan melangsungkan pesta peluncuran album pendek Beyond Reality di Rossi Musik Fatmawati, Jakarta. Pada pesta peluncuran album ini, Frack mengajak beberapa band-band cadas lainnya, seperti Brave Heart, In Our Hands, Feel The Burn, Straight Faced, Struggle of Youth, World Peace, Final Attack, Take One Step, Straight on View, dan A Thousand Punches.

Biaya tiket pesta peluncuran album pendek Beyond Reality sebesar Rp 20.000,- (tiket) hingga Rp 35.000,- (tiket + album Beyond Rality). Album ini juga sudah tersedia di Trueside Store Jakarta dengan jumlah terbatas. Daripada kehabisan, mending buruan deh buru kasetnya dan datang ke pesta peluncuran album Beyond Reality.

frack cover

Komentar