discoshit group photo by jim rock
Suguhan terbaru dari gerombolan pemuda asal Tanah Sriwijaya.

Band yang dibentuk tahun 2003 ini seolah nggak mau kehilangan amunisinya untuk menghajar gendang telinga dengan musik mereka yang cepat dan rapat. Setelah mengalami lima kali pergantian line-up sejak tahun 2003 lalu, DISCOSHIT, kembali dengan materi terbarunya setelah di tahun 2005 merilis sebuah demo dan tahun 2012 lalu merilis album perdana berjudul Teror Sriwijaya, Mental Serigala.

Langkah mereka belum terhenti dan di awal tahun 2017 ini mereka merilis album keduanya yang berjudul Aniaya walau dalam rentang yang cukup panjang sekitar 5 tahun jaraknya dari album pertama mereka. Sebuah proses yang harus mereka jalani karena pergantian personil dan dinamika kehidupan masing-masing personilnya. Karena dinamika itu pula album Aniaya ini memakan waktu hampir setahun untuk proses pengerjaannya . Namun penantian tersebut sangat layak dengan arah musikal baru yang mereka kejar. Album keduanya itu berisi 10 lagu yang melebur dengan ganas pengaruh dari band teutonic thrash metal seperti Minotaur, Sodom, dan Kreator dengan hardcore punk yang dipengaruhi band seperti Discharge dan Broken Bones.

Dibantu oleh Morrg (Rajasinga) untuk ilustrasi dan lay out cover album dan Jimmy Budiman yang bertanggung jawab untuk foto band. Selain mereka berdua, ada juga ada dynamic duo (Farid Amriansyah dan Panji Mustaqiem) dari Sonic Soulmate Works. Ini adalah duo yang mengerjakan antara lain album Gerram, ((AUMAN)), Trendy Reject.

Album kedua mereka ini dirilis oleh Rimauman Music dan Raw Records dalam format CD. Daripada tenggelam dalam eksplanasi, dengarkan album yang tanpa banyak basa-basi ini dengan setelan volume tertinggi.

 

Komentar