rusa militan

Bertransformasi dengan perluasan bunyi yang lebih eksploratif

Menjalani sebuah proses itu emang nggak gampang, dan butuh kesabaran ekstra sampai akhirnya kita bisa nikmatin buah dari kesabaran tersebut. Setelah bertahun-tahun tertunda, akhirnya debut album dari kolektif musik asal Bandung, Rusa Militan, rilis juga.

Nama Rusa Militan pertama kali muncul tahun 2011, awalnya beranggotakan Mario (gitar & vokal), Kentung (gitar/vokal), Ucok (bass), Swi (drum), Aki (keyboard/pianika), dan Fery (akordin/biola). Sedikit mundur ke akhir tahun 2010, saat itu genre Folk sedang mewabah dan Rusa Militan adalah salah satu band yang hadir dengan konsep musik tersebut. Nggak bisa dipungkiri kalau pada saat itu, musik Folk jadi musik yang cukup generic. banyak band hadir dengan konsep sama hadir, kayak Payung Teduh, Float, Banda Neira, Silampukau, Endah n Rhesa, Stars and Rabbit, Tetangga Pak Gesang, Tigapagi, Nosstress, Mr. Sonjaya, Katjie & Piering, dan masih banyak lagi. Namun pada saat itu, yang menarik dari Rusa Militan adalah, mereka memainkan musik Indie-Folk/Folk-Rock Revival sampai Baroque kayak band-band Iron & Wine, Beirut, Bon Iver, Fleet Foxes, Mumford & Sons, dll.

Menginjak tahun 2017, Rusa Militan yang sekarang berisikan Mario Panji (vokal/gitar), Harry Marvelous (synthesizer/microsampler), Ginar Raby (gitaris/vokal latar), Goegah Gundara (bas/vokal latar), dan Narendradipa S (drum), merilis debut album mereka yang sudah lama dinantikan. Hampir semua lagu di album No Future dikemas dengan konsep yang lebih segar dan baru, musik mereka memuat beberapa elemen seperti Baroque, balada folk ringan, sampai sentuhan synthesizer mengawang ala psychedelic tahun 60-an. Kecuali satu lagu yang masih mereka pertahankan keasliannya, yaitu di lagu "Senandung Senja" demi mempertahankan kesakralan dari lagu tersebut. Delapan lagu di album ini bisa kalian nikmati sambil jalan-jalan sore, atau sekedar menikmati aktifitas perkotaan menjelang malam dan ngasih penghormatan kepada alam semesta yang sedang digerayangi tangan manusia. Entahlah, kalian sendiri yang bisa mendefinisikan sendiri

"Ada bisikan, (semacam) halusinasi, penuh meditasi. Lalu perjalanan spiritual, euforia perkumpulan dan lain-lain," jelas Mario dalam rilis yang disebar. "Ringkasnya, ini adalah kisah kami. Saya pribadi, tidak bisa menulis dari perspektif orang ketiga, saya selalu menulis dari pengalaman langsung yang dialami. Album ini sangat personal, semua personel terceritakan." tambahnya.

Rusa Militan bukanlah satu-satunya band yang bertansformasi dari segi perluasan musikalitas dan genre, The Trees & The Wild pun mengalami hal yang serupa. Mereka adalah contoh band yang nggak mau terjebak dalam satu genre yang membosankan.

 

Komentar