rekah

Refleksi tentang mental yang terganggu

Rekah, mungkin namanya masih asing di telinga kalian. Kolektif ini dibentuk tahun 2014 kemarin, digawangi oleh Faiz Alfaresi pada vokal, Johan Junior pada dram, Marvin Viryananda pada gitar, Tomo Hartono pada gitar/vokal,  dan Yohan Christian pada bas.

Baru-baru ini mereka meluncurkan mini-album berisi lima lagu bertajuk Berbagi Kamar dalam bentuk CD melalui label independen asal Bandung, Royal Yawns. Namun sebelum rilis dalam bentuk format fisik, mini album Rekah ini sudah bisa kalian nikmati di berbagai macam kanal musik digital (Spotify, iTunes, Apple Music, Amazon, Deezer, Tidal, dan Bandcamp).

Berbagi Kamar adalah album yang kaya akan komposisi, semua komposisi track di album ini mencampuradukkan agresi hardcore punk dengan atmosfer pekat black metal, struktur inkonvensional dari post-rock, dan pendekatan tekstural ala shoegaze. Perpindahan antar segmen yang nggak menentu justru membuat alur lagu-lagu mereka nampak seperti racauan seorang neurotik. Dikemas dengan lirik yang disusun secara progresif sehingga membentuk alur yang bercerita.

FYI, semua lirik di album ini merupakan refleksi dari pengalaman pribadi Tomo (gitaris/vokalis) dengan gangguan mental yang dideritanya beberapa tahun lalu. Lewat lagu-lagu dalam EP ini, ia menceritakan bagaimana kondisi yang dideritanya mempengaruhi pandangannya akan kehidupan (dan kematian) serta hubungannya dengan orang-orang di sekitarnya.

Mendengarkan Rekah akan mengingatkan kita pada band-band agresif nan depresif macam Envy, I Hate Myself, Suffocate For Fuck Sake, Pageninetynine, Suis La Lune.

 

Komentar