2018 06 08 11.01.55 2

Progresif, rumit, gahar, beringas!

23 tahun sudah usia band veteran Hardcore asal ujung timur kota Bandung, Burgerkill, berdiri. Selama itu pula, banyak hal dialami oleh band yang didirikan oleh Eben (gitaris), seperti bongkar pasang personil bak puzzle yang harus dipasang jadi bagian yang sempurna.

Hal ini kembali dialami oleh Eben dan kawan-kawan di Burgerkill di tengah proses pengerjaan album kelima, Abah Andris, drummer memutuskan untuk hengkang dari Burgerkill. Mengejutkan? Tentunya, semua personil Burgerkill harus putar otak nyari pengganti posisi Abah secepatnya, karena proses pengerjaan album kelima dari Burgerkill ini udah nggak bisa nunggu lama lagi. Cukup lama kalau dihitung dari album keempat Burgerkill berjudul Venemous yang dirlis tahun 2011 lalu.

Semua orang berspekulasi, siapa sosok yang akan mengisi posisi yang bisa dibilang bagian paling "vital" dalam tubuh sebuah band. P! pun ikut berspekulasi siapa drummer yang akan mengisi posisi Abah. Apakah dia orang lama? Drummer skillful yang udah punya nama? Pertanyaan-pertanyaan lainnya muncul, sampai akhirnya Burgerkill merilis sebuah video berjudul "Burgerkill Live Rehearsal and Secret Auditions 2016" yang dirilis di channel YouTube mereka. Ada beberapa nama besar yang ikut audisi dalam video tersebut, sampai akhirnya muncul seorang anak muda dengan perawakan kurus, rambut gondrong nanggung duduk di belakang perangkat drum. Melihat penampilan drummer tersebut, P! bertanya-tanya "ini siapa? kok sia bisa ada di sesi video live rehearsal Burgerkill ini?".

Yak, ternyata anak muda ini adalah Putra Ramadhan atau akrab disapa Putra mantan dari band Post-Hardcore, Killing Me Inside dan drummer Sunrise. Nggak cuma P!, mungkin begundal sempet kaget sama keputusan yang diambil sama personil Burgerkill ini. Dari segi background musik, mungkin sedikit bersebrangan dengan musik yang dimainkan oleh Burgerkill, tapi semua keraguan itu dijawab TUNAI di album kelima Burgerkill berjudul Adamantine yang dirilis oleh BKHC Records dan Demajors.

Ini bocah brengs*k!, dia bisa mengimbangi semua permainan personil Burgerkill. Materi di album kelima ini lebih progresif, berat, dan rumit, kalau kata bahasa Sunda "Uyuhan ieu jelema bisa jadi drumerna si BK". Iya, materi album kelima ini lebih fresh, agresif, dan beringas. Nggak cukup didengar satu kali putaran karena banyak nuansa baru dalam album kelima ini, mungkin salah satunya karena hadirnya personil baru kali ya?

Album ini berisi sembilan lagu, dua diantaranya lagu om Iwan Fals berjudul "Air Mata Api" yang diaransemen ulang dengan karakter musik Burgerkill jadi lebih sangar dan lagu berjudul “United Front” yang liriknya ditulis oleh Dom Lawson (Metal Hammer) dan sekaligus jadi vokalis tamu di lagu tersebut. Satu lagu berjudul “Undefeated” dilepas sebagai lagu perkenalan yang pernah dirilis di penghujung tahun 2014 dan single berjudul “Integral” bulan April 2018 kemarin.

2018-06-08 01.21.55 1

2018-06-08 01.21.56 1

2018-06-08 01.21.57 1

Komentar