5845

"We let the time sway and it feels okay. No need to haste and hesitate. Forever I’ll live in your charms. We’re younger when we wonder. Who we are when we’re gone at 21. When we’re 21. Will we lose our sight?" -Youth (Perennial E.P, Bedchamber)


Bagi 4 orang personil Bedchamber, hidup berputar di dalam kamar tidur. Ide-ide cemerlang tercetus ketika memulai hari dan mengakhiri hari, tentunya di dalam kamar tidur masing-masing. Terlebih lagi di penghujung masa-masa remaja, semakin banyak hal-hal yang dipikirkan, semakin banyak persiapan yang harus dilakukan untuk memasuki umur berkepala dua. "Kebetulan Perennial itu terjadi saat kita sama-sama umurnya 19- tetapi seiring prosesnya kita menua menjadi umur 20- kita akhirnya memasuki fase baru dengan tanggung jawab lebih," ujar mereka. Kegelisahan ini lah yang menginspirasi Ratta (Vokal, gitar), Ariel (Drums), Smita (Bass) dan Abi (gitar) untuk merakit E.P Perennial sebagi debut Bedchamber. 

Band asal Jakarta ini terbentuk pada tahun 2013. Tidak lama setelah terbentuk merekapun merilis E.P pertama. Perennial yang bernaung di bawah payung indie-pop ini ternyata memiliki genre tersendiri untuk personil-personilnya. Dengan konsep kehidupan sehari-hari mereka merakit apa yang mereka sebut dengan "Botanical Wave" dan "Deep Blue Ocean Pop". Musik band ini meninggalkan kesan "menyelam ke dalam laut" dengan nada-nada reverb yang diatur sedemikian rupa keras-lembutnya. 

Mereka yang terengaruh berbagai macam grup musik mulai dari Dumb Dumb Girls, Wild Nothing sampai Orkestra ingin merilis album baru, menyusul Perennial. Ketika ditanyakan apakah 3 kata untuk mendeskripsikan masa depan Bedchamber mereka memilih, "Best new music" sebagai target. 

Komentar