Satu kolaborasi asik baru aja dibuat oleh 2 band asal Jakarta, thedyingsirens & pop up. Dengan konsep split album,  rilisan yang diluncurin lewat format digital oleh Pop Siren Records ini berisi 12 lagu dari dua band tersebut. Yang unik, jika split album biasanya dirilis oleh band yang punya kesamaan style bermusik, thedyingsirens dan pop up malah sebenernya punya warna yang beda, ibarat yin yang gitu, tapi gak segitunya juga sih, soalnya kalo ditilik lebih dalem, kedua band ini sebenernya punya benang merah. Nah loh, penasaran kan?
 
Suguhan pertama di split kali ini dipersembahkan sama thedyingsirens lewat musik alternative-nya. Our Times Our Feelings, single andalan mereka, menjadi track pembuka yang  manis. Bersama Mian Meuthia di bagian vokal, lagu  ini bercerita tentang pasangan dengan hubungan cintanya yang naik turun dan berakhir dengan happy ending. Ada perasaan nostalgia mengawang yang berhasil bikin kami tersenyum, entah kenapa, mungkin dari aransemen musiknya yang bikin kami semua ngerasa nostalgia balik lagi ke era 90an, ato juga karena liriknya yang secara sederhana merangkum perjalanan dan perasaan cinta kedua pasangan selama ini, jadi inget masa-masa pacaran pas SMA.  Berbeda dengan lagu pertama, lagu The Falls of the Idiot di track ke-2, sedikit ngingetin kita sama musiknya The Smashing Pumpkins yang sendu dan kelam itu. Satu lagi highlight di album ini ada  di Lovely Eyes, sebuah lagu jatuh  cinta yang secara indah dan sederhana menggambarkan perasaan terpukau seorang pria terhadap wanita yang diidam-idamkan. Lirik “She comes to me and then changes my life into something new, the way i’ve never been, makes me want to scream” terasa jujur dan ngena banget buat mereka yang lagi ditutup matanya sama cinta. Bagian pertama album ini pun ditutup dengan lagu catchy nan sendu, Bye Bye Bye, “you said hi and i said bye, just go away and fly” Mantap!
 
pop up kemudian melanjutkan tongkat estafet dengan single andalan mereka, Taman. Musik indie pop dengan vokal wanita yang ceria. Nada-nada keyboard mengawang menemani Ita, sang vokalis, bercerita tentang sebuah taman, yang menjadi simbol dari sesuatu keadaan yang gembira dan menyenangkan. Spin The Bottle di track ke-2, jadi  sebuah nomor dreamy yang cocok banget jadi lagu pengantar tidur sebelum menuju dunia mimpi yang menawan. Di track 3, Benarkah Kau Menangis?, pop up menyajikan lagu yang berbeda dengan track lainnya. Lagu yang diset sebagai nomor penghibur lara ini punya lirik jenaka yang blak-blakan banget. Begitu pula dengan Comfort Zone yang didaulat untuk menutup split album ini. Lewat musik instrumental yang upbeat, kita berasa kaya lagi di pesta glamour di pinggir pantai gitu.
 
Album digital ini sendiri bisa lo beli via situs multiply-nya Pop Siren Records (http://popsirensrecords.multiply.com/) dengan harga Rp 25,000, sebuah keputusan yang menarik mengingat kebanyakan band lokal kita biasanya meluncurkan  rilisan khusus digital secara cuma-cuma. Oh iya hampir lupa, seperti yang kita omongin, band berbeda aliran ini sebenernya punya benang merah, yaitu Pugar Restu Julian hihihi.

Komentar