Review: Ssslothhh Phenomenon (2013)

Setelah merilis EP yang bertajuk Infinite Fracture, tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Ssslothhh untuk merilis album keduanya yang di beri judul Phenomenon.
19-07-2013

Review: Vampire Weekend - Modern Vampire of the City (2013)

Setelah penantian yang berlangsung selama lebih dari dua tahun, Vampire Weekend akhirnya merilis album ketiga mereka juga bulan Mei lalu. Menurut personil Vampire Weekend sendiri sih, album yang berjudul Modern Vampires Of The City (MVOTC) ini merupakan album mereka yang paling ‘dark.’ Buat yang udah dengerin dua album Vampire Weekend terdahulu pasti bakal merasa agak skeptis, dan berpikir para V Dubs ini antara lebay atau cuma bercanda aja. Karena kayaknya rada gak mungkin band yang terkenal dengan gaya preppy dan lagu-lagunya yang catchy dan ngajak goyang bisa tiba-tiba berubah jadi sendu.
13-06-2013

Review: Wavves – Afraid of Heights (2013)

02-04-2013

Review Musik: Kvelertak-Meir(2013)

Album kedua dari band asal Norwegia, Kvelertak menyuguhkan sesuatu yang tidak terlalu berbeda dari album sebelumnya.
01-04-2013

Review : ((AUMAN) Suar Marabahaya

The most dangerous album for you to listen!
23-01-2013

Review: thedyingsirens & pop up Split Album (2012)

Satu kolaborasi asik baru aja dibuat oleh 2 band asal Jakarta, thedyingsirens & pop up. Dengan konsep split album, rilisan yang diluncurin lewat format digital oleh Pop Siren Records ini berisi 12 lagu dari dua band tersebut. Yang unik, jika split album biasanya dirilis oleh band yang punya kesamaan style bermusik, thedyingsirens dan pop up malah sebenernya punya warna yang beda, ibarat yin yang gitu, tapi gak segitunya juga sih, soalnya kalo ditilik lebih dalem, kedua band ini sebenernya punya benang merah. Nah loh, penasaran kan? Suguhan pertama di split kali ini dipersembahkan sama thedyingsirens lewat musik alternative-nya. Our Times Our Feelings, single andalan mereka, menjadi track pembuka yang manis. Bersama Mian Meuthia di bagian vokal, lagu ini bercerita tentang pasangan dengan hubungan cintanya yang naik turun dan berakhir dengan happy ending. Ada perasaan nostalgia mengawang yang berhasil bikin kami tersenyum, entah kenapa, mungkin dari aransemen musiknya yang bikin kami semua ngerasa nostalgia balik lagi ke era 90an, ato juga karena liriknya yang secara sederhana merangkum perjalanan dan perasaan cinta kedua pasangan selama ini, jadi inget masa-masa pacaran pas SMA. Berbeda dengan lagu pertama, lagu The Falls of the Idiot di track ke-2, sedikit ngingetin kita sama musiknya The Smashing Pumpkins yang sendu dan kelam itu. Satu lagi highlight di album ini ada di Lovely Eyes, sebuah lagu jatuh cinta yang secara indah dan sederhana menggambarkan perasaan terpukau seorang pria terhadap wanita yang diidam-idamkan. Lirik “She comes to me and then changes my life into something new, the way i’ve never been, makes me want to scream” terasa jujur dan ngena banget buat mereka yang lagi ditutup matanya sama cinta. Bagian pertama album ini pun ditutup dengan lagu catchy nan sendu, Bye Bye Bye, “you said hi and i said bye, just go away and fly” Mantap! pop up kemudian melanjutkan tongkat estafet dengan single andalan mereka, Taman. Musik indie pop dengan vokal wanita yang ceria. Nada-nada keyboard mengawang menemani Ita, sang vokalis, bercerita tentang sebuah taman, yang menjadi simbol dari sesuatu keadaan yang gembira dan menyenangkan. Spin The Bottle di track ke-2, jadi sebuah nomor dreamy yang cocok banget jadi lagu pengantar tidur sebelum menuju dunia mimpi yang menawan. Di track 3, Benarkah Kau Menangis?, pop up menyajikan lagu yang berbeda dengan track lainnya. Lagu yang diset sebagai nomor penghibur lara ini punya lirik jenaka yang blak-blakan banget. Begitu pula dengan Comfort Zone yang didaulat untuk menutup split album ini. Lewat musik instrumental yang upbeat, kita berasa kaya lagi di pesta glamour di pinggir pantai gitu. Album digital ini sendiri bisa lo beli via situs multiply-nya Pop Siren Records (http://popsirensrecords.multiply.com/) dengan harga Rp 25,000, sebuah keputusan yang menarik mengingat kebanyakan band lokal kita biasanya meluncurkan rilisan khusus digital secara cuma-cuma. Oh iya hampir lupa, seperti yang kita omongin, band berbeda aliran ini sebenernya punya benang merah, yaitu Pugar Restu Julian hihihi.
10-01-2013

Login to P!