Udah pengen indie sejak lama!

Setelah sekian lama berkarir di dunia musik, akhirnya Sheila on 7 menutuskan untuk “banting setir” ke jalur indie. Awal tahun ini, mereka pun merilis single pertama mereka di jalur indie yang berjudul “Film Favorit.” Kira-kira kenapa ya mereka akhirnya mutusin untuk pindah ke jalur indie? Yuk simak obrolannya!

 

Halo Sheila on 7! Apa kabar? Sekarang kalian udah jadi band indie ya? Sejak kapan sih persisnya?

Halo! Kabar baik! Iya, sekarang kami jadi band indie, tepatnya sejak lagu ini diluncurkan. Album yang terakhir (Musim yang Baik, 2014) masih bersama label yang lama, jadi selama jangka waktu promo album tersebut, kami masih bersama label.

 

Kenapa baru sekarang? Emangnya kalian berniat jadi indie sejak kapan?

Sebenarnya keinginannya udah ada cukup lama, tapi baru bisa kami aktualisasikan sekarang karena ketika itu masih terikat kontrak label. Sebenarnya kalo 2016 lalu kami udah bisa keluar, kami pasti udah jadi indie sejak 2016 juga, tapi berhubung baru keluar sekarang, ya kami jadi indie baru sekarang.

 

Mengingat kalian sekarang udah indie, apa sih kesulitan terbesar yang kalian rasain dibanding ketika masih bersama label?

Mematuhi timeline, soalnya timeline-nya kan kami yang bikin sendiri, jadi kami juga yang ngelanggar sendir. Kami bekerja untuk diri sendiri, itu menyenangkan sendiri. Tapi resikonya kami juga agak susah mematuhi timeline. Tapi fun kok!

 

Di era digital ini, masih penting nggak sih rilisan fisik menurut kalian?

Oh itu penting! Jelas penting! Karena rilisan fisik itu bukti otentik seseorang suka sama suatu musisi ya rilisan fisik itu. Pernah ada musisi idola saya dateng ke Jakarta untuk perform, padahal nggak ada rencana untuk ketemu, tapi koleksi saya tentang dia saya bawa semua. Nggak tau juga buat apa, padahal ketemu juga engga, tapi perasaan saya sebagai fans tuh jadi lengkap berkat ada rilisan-rilisan fisik itu. Rilisan fisik udah jadi kebanggaan buat fans gitu.

 

Bener nggak sih lagu “Film Favorit” ini bakal ada di album terbaru kalian nanti?

Rencananya sih bakal masuk ke album berikutnya, tapi album barunya kapan keluar juga kan belum tau kapan. Sekarang kami berusaha untuk lebih smart dalam melepaskan karya, karena yang menghargai juga sebagian besar juga kurang smart. Kita butuh waktu untuk pelan-pelan mengedukasi pendengar musik biar bisa menghargai karya.

 

Bisa kasih bocoran nggak untuk album selanjutnya?

Nggak. Belum bisa haha! Tapi yang jelas kami punya kerangka utama untuk bekerja sama dengan beberapa music director. Di single “Film Favorit” kami udah sempet kerja sama sama salah satu music director, tapi di single selanjutnya mungkin bisa sama music director yang lain. Kami ingin ada angle yang berbeda pada musik Sheila on 7.

 

Mungkin nggak sih kalian kolaborasi sama musisi lain di project selanjutnya?

Mungkin juga! Untuk fase Sheila on 7 sekarang hal itu mungkin banget terjadi, tapi sampe sekarang aja belum ada pembicaraan yang kearah kesana.

 

Kalian kan udah berkarir di biang musik cukup lama, tapi kayaknya kalian jarang banget punya haters. Menurut kalian kenapa bisa begitu?

Mungkin karena sekarang fasenya aja sih Sheilla On 7 dianggap seperti itu. Dulu pas masih band baru, banyak juga tuh yang nggak suka sama Sheilla On 7, tapi suka atau nggak suka, haters itu ada gunanya juga buat Sheilla On 7. Mungkin kalo saat itu nggak ada haters, kami bakal cepet puas aja gitu. Sekarang ini Sheilla On 7 mungkin bisa dibilang udah bisa menginspirasi band-band baru. Jadi mungkin karena itu sekarang kami dianggap lebih banyak yang suka daripada yang nggak suka, dan fase ini adalah fase yang patut kami syukuri.

 

Single terbaru kalian kan berjudul “Film Favorit,” naah, apa sih film favorit kalian?

Duta: Saya trilogi The Dark Knight, terutama film terakhirnya itu, The Dark Knight Rises.

Brian: film terakhir yang paling berkesan itu “The Greatest Showman.”

Eross: Coco!

Adam: kalo saya sih Transformers.

 

Menurut kalian, karya seni yang baik tuh karya seni yang gimana sih?

Brian: Yang bisa bikin bahagia, yang bisa bikin senyum banyak orang.

Duta: yang bukan cuma bikin orang bahagia, tapi juga bisa menyenangkan hati pembuatnya juga.

Eross: seni yang bagus itu seni yang saya suka sih.

Adam: seni itu kayak makanan sih, tergantung selera.

Komentar