gabriela foto 46346

Saatnya menikmati proses.

Perlahan tapi pasti, Gabriela Fernandez mulai mencuri perhatian para pecinta musik di Indonesia. Penyanyi solo asal Flores ini mengawali kariernya lewat dua single ciamik berjudul "Aku, Kamu, dan Dua Cangkir Kopi" dan "Sepeda Tua". Kini, cewek yang akrab disapa Gebbi ini juga udah bersiap untuk meluncurkan single terbaru serta fokus untuk menggarap album perdananya. Provoke! pun berkesempatan untuk ngobrol bareng Gebbi untuk cari tahu soal keseruan di balik perjalanan karyanya. Langsung aja nih simak!

Halo Gebbi apa kabar? Sekarang lagi sibuk apa nih?

Halo Provoke!, kabar baik nih. Yang terdekat adalah aku mau merilis single ketigaku yang berjudul "Rumah, Raga, Tawa". Aku bakal rilis lagu itu di awal Juni dan beriringan dengan tur yang bernama Trip Menuju ke Timur. Jadi sebenernya itu adalah sebuah usahaku untuk belajar pulang. "Rumah, Raga, Tawa" kan isinya tentang kerinduan untuk pulang, tentang keluarga, tentang rumah. Jadi aku akan tur sekaligus mempromosikan lagu ini.

Sedikit flashback, boleh cerita gimana awal karir Gebbi sampai bisa terjun ke dunia musik?

Aku mulai bernyanyi sejak kecil, dari SMP dan SMA aku nyanyi di gereja. Aku juga sering ikut konser. Waktu kuliah aku ikut sebuah komunitas di kampusku, yang kemudian akhirnya merambat lagi ke komunitas lain di Jogja, yang memang kaya akan komunitas. Nah kemudian aku cukup lama band-band'an dan reguleran. Kemudian aku memutuskan untuk berkarya sejak pertengahan kuliah, sekitar tahun 2015-2016. Kemudian aku pelan-pelan menggodok lagu, aku juga mulai serius menulis lagu, dibantu teman-teman musisi di Jogja juga. Di tahun 2017, aku merilis single pertamaku "Aku, Kamu, dan Dua Cangkir Kopi". Kemudian dilanjutkan single kedua "Sepeda Tua". Sampai akhirnya nanti akan merilis single ketiga dan album juga.

Wah, berarti ke depannya juga bakal lanjut fokus ke album ya? Boleh dibocorin sedikut mungkin soal albumnya?

Rencananya memang aku pengen ngerjain full album. Setelah rilis single ketiga ini aku akan langsung melanjutkan produksi albumnya, udah setengah jalan sih sebenernya, tinggal direkam dan diselesaikan. Soal bocoran, nanti albumnya bakal ada bukunya. Jadi ketika aku tampil kan aku sering membawakan narasi. Banyak hal yang ingin aku sampaikan dan bukan cuma lewat lagu, jadi aku pengen sampaikan lewat buku itu yang kemudian nanti menjadi sebuah alur cerita. Tema albumnya, untuk album pertama masih berputar sekitar tumbuh dewasa. Nanti kalau udah dewasa, aku move on ke tema lain untuk album kedua, ketiga dan seterusnya. Jadi karyanya bertumbuh bersama aku.

57247121 403269873787698 531164656836929504 n
via bertha_virgin

Gimana sih proses kreatif dalam pembuatan album dan lagu-lagunya?

Lagu-lagunya sih kebanyakan aku yang nulis. Mungkin ada satu dua yang dibantu teman, aransemennya juga. Untuk penggodokan lagunya memang aku personal karena ini kan solo project. Kisah-kisah yang aku bawakan cukup personal juga. Tapi teman-teman di sini juga banyak banget yang bantuin, bahkan dari awal aku merilis single, banyak musisi Jogja yang bantu. Jadi walau judulnya solo project, aku tidak berjalan sendiri, selalu ada yang menemani. Prosesnya menuju album sih cukup menantang karena sebenernya targetku merilis album udah dari lama banget. Jadi memang harus bersabar dan berproses satu-satu. Sedikit bocoran juga, untuk album ini bakal dibantu musisi dari Jakarta, tapi nanti surprise deh!

Dari sekian banyak lagu yang udah dibuat, mana sih yang paling favorit?

Sebenernya lagu yang favorit belum dirilis sih hahaha. Tapi kalau dari dua lagu yang udah dirilis, aku seneng "Sepeda Tua" karena setiap kali aku membawakan lagu itu, suasana di sekitar aku langsung riang. Aku bisa melihat orang-orang tersenyum, mulai bergoyang, dan aku membawakan sebuah tema yang semua orang bisa relate dengan tema masa kecil dan tumbuh dewasa. Jadi aku merasa bahagia juga ketika membawakan lagu "Sepeda Tua"!

Ada nggak, siasat khusus dari Gebbi supaya tetap bisa eksis dan menarik perhatian?

Siasat khusus adalah untuk tetap konsisten. Ini sebenernya bukan cuma dari aku, tapi banyak banget senior-senior, teman-teman di Jogja yang udah berpengalaman yang selalu bilang ke aku supaya tetap konsisten. Itu aku inget banget sampai sekarang karena aku merasa ketika aku all out, konsisten, dan fokus untuk mencapai satu tujuan, maka akan ada jalannya karena mesinnya nggak mati. Bahkan ketika kita sedang nggak mengeluarkan karya pun, mencari inspirasi juga bagian dari proses. Jadi kita nggak jalan di tempat.

Ada pesan dan kesan nggak buat musisi yang sedang merintis karier?

Cari apa ciri khas kamu karena di era digital ini semua orang bisa aja jadi musisi. Kamu tinggal rekam, manggung, dan kamu posting sendiri ke Spotify dan lain-lain, kan banyak banget caranya. Nah untuk kamu yang baru merintis dan pengen serius, manfaatkanlah momen itu karena di situ kamu akan mengeksplorasi identitasmu, apa yang membedakanmu dari berjuta orang di luar sana. Karena aku punya prinsip, ketika kamu nggak bisa lebih bagus atau lebih hebat dari orang lain, jadilah orang yang lebih berbeda. Karena soal keunikan itu bukan soal menang kalah, tapi lebih ke, yaudah kamu nggak akan balapan sama siapapun, karena kamu menjadi dirimu sendiri. Ini sekaligus reminder buat aku.

photo header via Gabriela Fernandez 

Komentar