71703738 367405214141866 398966166738454789 n

Goks!

Diandras, sebuah band asal Yogyakarta, kembali menyita perhatian setelah merilis EP terbarunya yang bertajuk "Imajinarium" pada bulan September 2019. Raga (Vokal, Gitar), Azka (Bass), Reza (Synth), dan Rezza (Drum) telah sepakat untuk membawa "Diandra ", sesosok tokoh imajiner, untuk hidup melalui lagu-lagu mereka. Penasaran dengan perjalanan Diandras dan cerita di balik EP terbarunya? Simak obrolan Provoke! dengan sang vokalis berikut ini.

P!: Ceritain dong soal awal mula terbentuknya Diandras?

Awal terbentuknya sebenernya dari tahun 2015. Saat itu namanya masih Diandra's Evening. Waktu itu kami masih semester empat dan formasinya masih empat orang. Dari tahun 2015 sampai 2017, kami menghasilkan satu single judulnya "Insecure". Lalu di tahun 2017, kami mengalami perubahan dalam hal player dan nama. Akhirnya nama kami disederhanakan menjadi Diandras, karena kami lebih sering disebut Diandras. Formasi kami juga berubah, dari yang awalnya pakai dua gitar, sekarang pakai satu gitar aja. Kami pun menambahkan instrumen synth ke dalam formasi terbaru ini.

P!: Kenapa memilih nama Diandras?

Nama Diandras itu kan bermula dari Diandra's Evening, yang artinya adalah 'Sorenya Diandra'. Jadi awalnya kami pengen bikin band yang namanya itu seperti nama orang, dan kayaknya nama cewek aja supaya gampang diinget. Nah, saat kami cari di internet, nama Diandra itu ternyata populer di British tahun 80'an. Akhirnya kami memutuskan untuk memakai Diandra itu.

P!: Diandras lebih suka dibilang menganut genre apa sih?

Kami sih garis besarnya rock alternatif, tapi kami punya istilah sendiri untuk menyebut genre kami, impulsive rock. Untuk influence-nya, kami lebih ke Radiohead, Mew, Efek Rumah Kaca.

P!: Diandras kan baru aja merilis EP "Imajinarium", ceritain dikit dong, album ini bercerita tentang apa?

Kalau untuk tema albumnya, kami mengambil nama "Imajinarium" karena kami mengangkat sosok imajinatif yang bernama Diandra. Nah, ketika kami bercerita tentang tokoh imajinatif, itu artinya kami berada di antara ruang imajinasinya Diandras, yaitu Diandra. Jadi ruang imajinasi itu kami beri nama "Imajinarium". Di dalam "Imajinarium" itu terdapat beberapa kisah tentang Diandra, yang memang terinspirasi dari realita di hari ini. Mulai dari hal-hal kecil, lingkungan, hubungan dengan diri sendiri, dan hubungan dengan orang lain.

diandras1 imajinarium 4t36

P!: Gimana sih proses kreatif Diandras dalam menciptakan album "Imajinarium"?

Proses kreatifnya sebenernya udah dari tahun 2017 sih. Beberapa lagu ada yang udah kami ciptakan di tahun 2017 dan itu kami keep dulu karena beberapa hal. Kemudian di akhir tahun 2018 kami garap semuanya. Prosesnya itu sebenernya cepet, tapi fokus kami terbagi dan sempet vakum dulu sebelum nama kami berubah menjadi Diandras. Kami akhirnya terangkat lagi mood-nya setelah gigs di Serang. Dari situ kami mulai serius lagi menggarap project karena di panggung kami merasa ada baiknya kalau kami punya karya sendiri dan nggak sekadar bawain lagu orang. Ngomongin konsep sih kami nggak berubah dari yang tahun 2017 itu, tapi ada dua atau tiga lagu baru yang digarap dalam waktu dua bulan. Jadi, semuanya rampung dalam waktu total sekitar tiga bulan.

P!: Kalau ngobrolin tentang pembuatan lagu, gimana sih proses kreatif Diandras?

Biasanya dari aku sih kalau pas lagi dapet ilham atau inspirasi gitu. Kadang kalau lagi main gitar terus dapet nada yang asyik, ya aku keep. Setelah itu aku masukin lead vocal dan liriknya. Kadang juga di beberapa lagu ada yang aku bikin liriknya dulu, baru musiknya. Terus dari gitar akustik, aku lempar ke teman-teman. Ada juga yang melalui proses jamming, tapi biasanya sih kami keep dulu. Lalu terkadang ada juga yang tercipta ketika kami lagi main bareng, kami semua dapet ilham secara bersamaan, ya hari itu juga langsung kami selesaikan.

P!: Ngomongin soal pesan atau makna di dalam sebuah lagu, apakah Diandras lebih suka para pendengar menginterpretasikan sendiri, atau kalian akan menjelaskannya secara detail tentang isi lagu itu?

Sebenernya kalau untuk keinginan sih pastinya kami nggak bisa memaksakan pendengar karena setiap orang pasti punya pengalaman yang berbeda untuk menangkap maksud dari lagu Diandras. Tapi kalau ditanya, ya kami bakal jelasin kok. Untuk album "Imajinarium" ini sih, kami memang mau menceritakan semuanya karena album ini berbicara tentang sosok imajiner dan segi-segi humanis yang ingin kami sampaikan. Tapi kalau ada pendengar yang akhirnya menafsirkan secara berbeda, itu juga nggak masalah karena album ini universal.

P!: Apakah kalian punya strategi khusus untuk tetap eksis di dunia musik?

Kalau bicara industri, hari ini sangat berbeda dengan yang dulu. Kalau dulu kan pasar musik itu didikte, kita harus masuk label, bahkan sampai liriknya pun harus diarahin. Kalau sekarang kan lebih bebas dan bener-bener dinamis, kita nggak akan tahu musik seperti apa yang akan booming. Tiba-tiba muncul band a, band b, band c yang kalau dipikir-pikir ini nggak bakal masuk di era sebelumnya. Sekarang sih, selama kita bisa mempertahankan karya-karyanya, menurutku itu bisa bertahan lama. Kita percaya bahwa setiap musik pasti punya pendengar, setiap musik pasti punya tempat, pasti bisa menciptakan ruang karena pasar bisa diciptakan.

Mungkin di sisi lain, band juga butuh banyak instrumen atau pendukung untuk bertahan di industri. Coba deh, bebaskan player untuk mengimajinasikan pasarnya sendiri, tapi instrumen pendukungnya harus mengimajinasikan sesuatu untuk mempertahankan band itu. Kita boleh punya referensi berbeda, tapi gimana caranya supaya band ini menjadi hajat orang banyak, bukan cuma hajatnya player, tapi juga crew, sound engineering. Jadi kita harus siap memulai untuk berani belajar. Siapa aja yang mau support, kita kasih job desk deh, pasti dia bakal sayang dengan timnya dan dia bakal punya rasa memiliki.

P!: Apa misi Diandras ke depan? Mungkin bakal bikin tour?

Untuk sekarang sih kami bakal fokus di Jogja dulu supaya tetap bisa eksis di Jogja dan sekitarnya, tapi kami nggak menutup kemungkinan target di tahun 2021 bisa tour. Pastinya sih dalam waktu dekat kami mau rilis single dan album lagi.

photo via Diandras

Komentar