bilalindrajayacoverheader.jpg

I don’t want to be someone else or pretend to be something.

Bilal Indrajaya, seorang musisi asal Jakarta yang berhasil membius pendengar dengan musik yang liriknya cukup sederhana tapi selalu ngena. Setelah berhasil mengeluarkan single berjudul “Biar” dan “Ruang Kecil”, Bilal memberikan kembali ‘nyawa’ pada deretan lirik lembutnya dan melahirkan mini album bertajuk Purnama pada awal November 2019. Nah, P! berkesempatan buat ngobrol tentang mini album yang masih anget-angetnya nih. Pengen tau Purnama tuh tentang apa? Langsung sikaaaat yes.

 

P!: Hi, Bilal. Apa kabar? Lagi sibuk apa sekarang?

Bilal: Hi Provoke! Kabar baik. Sibuk promo untuk mini album Purnama nih dan bikin beberapa karya lagi. 

 

P!: Anyway, congrats ya untuk mini albumnya! Bilal, boleh cerita dong tentang mini album Purnama ini secara garis besar tentang apa?

Bilal: Jadi Purnama ini sebenernya adalah kumpulan cerita pendek akan apa yang gue rasakan dan tentang apa yang orang sekitar rasakan dalam kurun waktu enam bulan terakhir di tahun 2019. Ada yang menceritakan tentang kerinduan akan pulang ke rumah, ada yang menceritakan tentang penyesalan. It’s all about roller coaster of emotion and love in general. 

 

P!: Setelah menulis mini album Purnama ini, karakter musik yang seperti apa sih yang pengen Bilal hadirkan dan dikenal oleh penikmati musik?

Bilal: Mulai dari lirik sampai lagunya, gue ingin mengenalkan musik yang jujur dan sederhana. Musik yang berdasarkan dari pengalaman di kehidupan, tidak berusaha menjadi sesuatu  yang bukan gue. I don’t want to be someone else or pretend to be something. 

 

P!: Dalam penggarapan mini album Purnama, Bilal bekerja sama dengan siapa saja?

Bilal: Vira Talisa ikut bergabung untuk mengisi vokal di track Lagu Cinta untuk Dunia lalu ada Vega Antares dan Dionaldy Iqbal yang menjadi produser. 

 

P!: Nah, ngobrolin tentang Lagu Cinta untuk Dunia. Itu merupakan hasil featuring Bilal dengan Vira Talisa. Mengapa pilih Vira untuk single tersebut?

Bilal: Yang kebayang dan cocok untuk mengisi track tersebut adalah Vira Talisa. Karakter suaranya sangat cocok untuk mood single Lagu Cinta untuk Dunia

 

P!: Kalau didengarkan di layanan music streaming, track “Merekah” dan “Gulana” itu berkesinambungan cuma dipisahkan menjadi berbeda track, ya? Kenapa seperti itu?

Bilal: Jadi sebenarnya “Merekah” itu seperti mukadimah-nya dari EP Purnama. Gue terinspirasi dari album Polka Wars yang berjudul Bani Bumi, pada bagian awalnya terdapat intro yang berjudul Bani yang bersambung ke track Fatamorgana. Jadi kepikiran untuk membuat serupa. 

 

P!: Ngobrolin lirik lagu, Bilal cenderung suka menggunakan rangkaian kata demi kata menjadi sesuatu yang manis, penggodokan lirik ini dilakukan secara mandiri oleh Bilal kah? 

Bilal: Iyap, gue menulis dan mengulik sendiri. Sebenernya gue sadar kalo gue ini nggak punya kosakata yang banyak. Gue cuma berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk penikmat musik dengan menggunakan kata yang lugas, mudah dimengerti, dan tetap manis untuk didengar.

 

P!: Bilal sempat memiliki single Ruang Kecil dan Biar yang rilis sebelum mini album Purnama. Kenapa dua single itu nggak diikut sertakan di mini album Purnama?

Bilal: Biar pendengar nggak bosan mendengarkan karya gue yang itu melulu. Pengennya mini album ini bisa menjadi sesuatu yang fresh buat penikmat musik.

 

P!: Karena mini album Purnama ini udah lahir, apa sih harapan Bilal untuk Purnama?

Bilal: Ya harapannya semoga banyak yang suka, pendengar menikmati karya ini karena kami ngerawat, membesarkan, dan ‘ngebrojolin’ Purnama dengan penuh usaha dan cinta. Sekaligus semoga Purnama bisa ikut meramaikan scene musik di Indonesia. 

 

P!: Setelah mini album Purnama, Bilal ada rencana apa nih? Album kah?

Bilal: Tentunya selain promo untuk album Purnama ini, lagi proses bikin video klip kedua dari album ini yakni Gulana. Rencananya bakalan ada tiga video klip untuk album ini. Lagi prepare juga untuk album di tahun 2020, bakalan baru lagi isinya beda dengan Purnama. Doakan dan tunggu aja, ya!

Komentar