didi kempot a 56476858 img 0204

Terima kasih, Pakdhe Didi.

Penyanyi campursari kebanggaan Indonesia, Didi Kempot meninggal dunia pada hari Selasa (5/5/2020) pagi sekitar pukul 7.45 WIB. Penyanyi bernama lengkap Dionisius Prasetyo tersebut tutup usia pada usia 52 tahun.

Menurut Lilik, kakak kandung Didi Kempot, sang adik sempat merasakan tidak enak badan pada Senin (4/5/2020) malam. Didi Kempot kemudian dibawa ke Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo pada Selasa pagi.

Pihak rumah sakit mengatakan bahwa kondisi Didi Kempot sudah tak sadarkan diri sejak dibawa ke rumah sakit. Rencananya, Didi Kempot akan dimakamkan di Ngawi, Jawa Timur. Diduga Didi Kempot meninggal karena serangan jantung.

Kepergian Didi Kempot terbilang cukup mengejutkan, mengingat bahwa pelantun "Cidro" tersebut belakangan masih beraktivitas seperti biasa. Pihak keluarga juga mengatakan bahwa Didi Kempot tidak memiliki riwayat penyakit berat dan tidak pernah mengeluh sakit selama beberapa hari belakangan.

Teranyar, Didi Kempot berencana membuat sebuah konser untuk merayakan 30 tahun karyanya di dunia musik. Sebagian hasil penjualan tiket konser tersebut nantinya akan disumbangkan untuk kegiatan sosial kemanusiaan dan kesehatan seperti pembuatan jamu, masker, dan alat pelindung diri lainnya.

Tahun 2019 menjadi momen yang penuh dengan kebahagiaan bagi seorang Didi Kempot. Karyanya yang sudah sedemikian lama tercipta kembali meledak. Lagu-lagunya seperti "Layang Kangen", "Banyu Langit", hingga "Stasiun Balapan" menjadi sangat populer di kalangan anak muda.

Menurut pengamatan P!, hampir setiap panggung dan konser Didi Kempot selalu penuh dan disambut antusias oleh para penonton, termasuk para penikmat musik yang usianya bisa jadi lebih muda dari lagu-lagu Didi Kempot. Lagu-lagu dan bahkan setiap perkataannya begitu melekat di hati para pendengar, sampai-sampai Didi Kempot mendapat gelar The Godfather of Broken Heart alias Bapak Patah Hati Nasional.

header didi kempot 01 75858567568756858

Dalam sebuah konsernya, Didi Kempot pernah mengatakan, "Ora rugi aku nulis lagu iki mbiyen, tak rewangi entek kopi 14 cangkir." (Nggak rugi dulu aku menulis lagu ini, sampai aku bela-belain menghabiskan 14 cangkir kopi).

Dari perkataan tersebut, Didi Kempot seakan ingin mengatakan bahwa tidak ada hal yang sia-sia di dunia ini untuk dilakukan, termasuk minum kopi empat belas cangkir! Dari kopi tersebut, Pakdhe Didi terbukti berhasil menciptakan lagu yang membawanya menuju ke tangga kesuksesan.

Selamat jalan Didi Kempot. Kebaikan, karya, lagu, dan segala sesuatu yang ditinggalkan oleh Didi Kempot akan selalu menginspirasi dan membekas bagi semua orang. Rest in Love!

Komentar