Musisi asal Norwegia yang satu ini selalu punya kreasi yang bisa bikin lo ngebayangin lagi jalan romantis bareng gebetan di tengah daun berguguran. Tema tentang cinta dan kehidupan yang kedengeran picisan kalo ada di tangan yang salah, malah terasa hangat dan personal  lewat pembawaan karakter vokalnya yang adem dan menenangkan. 

Setelah melejit lewat album debut While I Walk You Home dan The World Spins OnDylan Mondegreen kembali di penghujung tahun 2012 lalu lewat album self-titled-nya yang kali ini dirilis oleh Shelflife Records, label independen ternama asal Amrik. Lagi mumet dan butuh suguhan pop manis yang bisa bikin suasana hati lo tenang seketika? Yuk ah kenalan sama penyanyi yang punya nama asli Børge Sildnes ini.

Apa sih momen yang bikin lo tau kalo lo emang terlahir jadi musisi?
Mungkin bukan momen, tapi ada satu masa dalam hidup gue ketika masih 15-16 tahun dan mulai nemuin band-band kaya The Smiths, The La's dan The Sundays. I started realizing how important music could be in people's life, dan gue mau mencoba dan bikin sesuatu yang punya impact buat orang lain.

Sebelum milih nama jadi Dylan Mondegreen, sempet kepikiran nama lain gak?  (FYI, Dylan Mondegreen sendiri merupakan gabungan dari Bob Dylan dan istilah salah denger lirik)
I considered a lot of names. Gue pertama kali pengen bikin band, tapi gak mau pake nama pribadi. Berhubung Dylan Mondegreen itu proyek pertama gue sebagai lead singer, waktu itu gue gak begitu mikirin soal nama. Untuk sekarang, i'm more confident, and most likely i will get rid of the Dylan Mondegreen moniker dalam waktu dekat ini, mungkin di album berikutnya.


Siapa atau apa sih yang menginspirasi lo banget?
Gue banyak banget dengerin musik, baik lama maupun baru, dan nemuin sesuatu yang baru setiap harinya. Jadi, gue banyak terinspirasi dari banyak musisi. Beberapa diantaranya, The Smiths dan Nick Drake. Saat ini, gue banyak dengerin Radio Dept., dan juga band-band dari label Captured Tracks.

Denger-denger, katanya suka banget yah sama film-filmnya Hal Hartley? Apa hal yang bikin lo suka sama karya-karyanya beliau? Apa ada lagu-lagu ciptaan lo yang terinspirasi dari film-film tersebut?
Yes, I love them! Gue bahkan nonton filmnya belasan kali. I adore the dialogues, the theatrical movement and just the general coolness di film-filmnya dia. Ada perasaan nostalgia setiap kali nonton filmnya. Gue sendiri minjem judul The Heart is a Muscle dari judul photo book-nya. Bahkan, gue sempet ngajakin  untuk bikin video klip bareng. Sayangnya, waktu itu produksinya lagi buru-buru dan ketika beliau ngebales, gue udah keburu jalan sama sutradara lain. Gue puas banget sama video klip tersebut, tapi bakalan kaya mimpi kalo suatu saat nanti gue bisa kerja bareng sama beliau.


Sebagai musisi pop yang punya nuansa adem dan menenangkan, apa lo juga suka dengerin musik "keras" ?
Gak, gue gak gitu suka musik "keras". I found rock music incredibly boring and feel that it has nothing to say to me. Gue suka The Pixies, Afghan Wings, dan Thin Lizzy. Cuma itu kayanya band rock yang gue dengerin. Tapi, Gue suka dengerin noisy music, lagu Winona dari The Drop Nineteens adalah lagu favorit gue.

Kalo Dylan Mondegreen itu makanan, kira-kira apa yah?
That's a difficult one! Hmm, kayanya sushi. Soalnya keliatan ringan dan bikin penasaran, tapi setelah lo makan banyak, lo masih mau lagi.


Ngomong-ngomong soal album baru, katanya album ini album paling personal yah?
Iya, album ini direkam pada saat gue ngalamin berbagai kejadian yang ngubah hidup gue. My mother died of cancer, my daughter was born, dan secara garis besar, itu adalah periode dimana gue mengalami banyak kejadian baik dan buruk. Karena itu, gue mesti nuangin semua itu ke album ini.


Bisa ceritain gak soal proses rekaman yang sekarang ini? Apakah ada perbedaan sama album-album sebelumnya?
Album sebelumnya direkam analog, dan lebih terasa band feeling-nya di studio. This one was more here and there and bits and pieces. Gue juga banyak dapet bantuan dari produser-nya Ian Catt, yang banyak nambahin synths dan instrumen lain yang blom pernah gue pake sebelumnya. Gue rasa album ini lebih variatif, dinamis, dan banyak terinspirasi dari era 80-90an ketimbang 70an kaya album sebelumnya.


Ngomong-ngomong, gimana rasanya bisa kerja sama produser legendaris kaya Ian Catt?
It was very nice. Beliau orang yang menyenangkan dengan etos kerja yang hebat. Karena kontribusinya, aransemen musik di album ini jadi lebih dinamis, dan banyak ngebantu gue dari berbagai elemen. It was very inspiring untuk bisa bekerja sama dengan seseorang yang  berjasa di album-album yang gue puja.


Oh iya tentang cover album baru itu, apa itu gadis yang sama kaya di cover album While I Walk You Home? Apa ada kontinuitas antara kedua album ini?
Gak sih, tapi gue pengen ngehadirin feeling yang sama seperti di album tersebut. It's a bit sensual, but very discrete. Gue punya desain cover lain tapi gak gitu yakin . Setelah ngobrol bareng manager label gue di Jepang, Naoki dan Ed dari Shelflife Records, mereka berdua banyak membantu ngarahin gue ke arah yang benar.  Berhubung gue suka ngerjain artwork album sendiri, kehadiran orang-orang yang punya taste dan judgement yang sama itu sangat membantu.


Last one,  apa hal yang pertama kali muncul di pikiran lo pas dengerin kata Provoke! ?
Kayanya itu bukan kata yang kepikiran sama orang kalo dengerin lagu-lagunya Dylan Mondegreen.

Komentar