matamu_still_cut.jpg

Penuh dengan metafora yang memiliki filosofi mendalam!

Setelah beberapa minggu yang lalu merilis single Matamu, kini pada Jum'at (19/07) pianis sekaligus solois Christabel Annora berkesempatan untuk meluncurkan video klip dari lagu tersebut. Dalam penggarapan visual Matamu, Christabel Annora mempercayakan seorang sutradara yang juga sahabat baiknya yakni Melati Noer Fajri untuk menggubah tiap bait melodi menjadi tayangan video klip yang bermakna. 

Pengambilan gambar dilakukan di dua lokasi yakni Yogyakarta dan Ranupane. Keduanya ternyata memiliki makna filosofis yang dijabarkan lebih mendalam oleh Melati. “Semua ini simbolik yang tidak hanya sekedar diambil karena cantik. Danau adalah representasi manusia dalam hal ini air, sedangkan kabut diatasnya adalah mimpi yang berjalan sunyi,” ungkap sineas muda tersebut.

Tidak berhenti di situ, simbolisasi dan metafora juga lekat tergambar lewat adegan pasar yang riuh rendah, tanah dan manusia yang menggambarkan sebuah simbiosis mutualisme dan masih banyak lagi. Melati Noer Fajri diberi kebebasan yang sangat luas untuk menginterpretasikan “Matamu” oleh Christabel Annora. Apabila sang musisi memaknai lagu ini sebagai dualitas yang tumbuh dalam suatu kesatuan, maka Melati memiliki interpretasi sendiri yang lebih filosofis. Tentu saja interpretasi tersebut masih memiliki benang merah yang serupa dengan makna awal. Lewat sinematografi yang tearah, ia menyentuh berbagai realita seperti kehidupan sosial dan spiritualitas.

Melati mengimbuhkan, “Matamu adalah interpretasi personal tentang manusia dengan imaji dan mimpinya, serta hal-hal yang berputar diluar diri setiap manusia.” Sang sutradara kemudian merangkumnya dalam berbagai potongan gambar repetitif yang seakan menarik para penonton untuk memperhatikan kembali daerah sekitar. Bisa saja hal-hal yang sering dilihat, dinikmati, dan dilewati setiap hari mengandung makna tersirat yang sering diabaikan dan dilupakan.

Komentar