“Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang.” –Warkop DKI
 
Sesungguhnya fungsi tertawa sangatlah positif; bisa meringankan stres, membuat tampak awet muda, tampak lebih ceria, bahkan membuat orang di sekitar kita ikutan senang—karena ternyata tertawa juga bisa menular.
 
Pada umumnya, proses tertawa akan menghasilkan dua hal; gerakan dan suara. Tertawa yang ekstrim karena lucu banget juga bisa membuat kita sampai mengeluarkan cairan; air mata atau ngompol, bagi yang tidak tahan pipis.
 
Semakin berkembangnya sarana komunikasi, proses tertawa pun berevolusi. Ternyata tertawa juga dapat diekspresikan ke dalam bentuk teks, misalnya via surat kiriman burung merpati, SMS, email, serta berbagai bentuk internet chatting. 
 
Ketika ditransformasikan ke dalam bentuk teks, beragam karakteristik tertawa manusia pun bermunculan dalam hidup sehari-hari.
 
Beberapa jenis ketawa versi teks yang gue temukan, gue coba sangkut-pautkan dengan penggunaannya dalam kehidupan nyata:
 
HAHAHA
Tertawa yang wajar, paling normal, dan paling lazim kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Bisa dibilang tertawa jenis ini cukup tulus.
 
HEHEHE
Tertawa macam ini lumayan mirip dengan yang pertama, namun versi tidak terlalu bersemangat. Mungkin karena lawakannya tidak lucu-lucu banget, atau orang yang tertawa lagi jaim aja.
 
HIHIHI
Tertawa yang cenderung imut. Kurang cocok digunakan untuk sosok yang kekar, macho, gahar. Biasanya orang tertawa sambil menutup mulutnya, mungkin karena malu atau mungkin karena bau.
 
HOHOHO
Tertawa yang mengingatkan kita pada Santa Claus. Identik dengan bapak tua, ubanan, jenggotan, berbadan besar, berperut gendut, atau bahkan monster. Cocok digunakan untuk laki-laki dengan suara yang ngebass.
 
GKGKGKGK
Tertawa yang cukup bahak. Karena dalam prakteknya, tertawa macam ini juga membuat seluruh tubuh kita ikut bergetar.
 
WKWKWKWKW
Tertawa macam ini sangat eksis di dunia maya atau di dunia keluarganya Donal Bebek. Kalau dipraktekkan di dunia nyata paling cocok digunakan saat ngobrol dengan bebek, dan ngerasa itu hal yang lucu banget untuk dilakukan.
 
XIXIXIXIXI
Tertawa jenis ini cenderung pelan volumenya. Seperti sedang senyum tapi hembusan nafas dan suaranya dikit.
 
FUFUFUFU
Tertawa jenis ini sebetulnya mengandung kesedihan. Seperti sedang miris tapi lebih memilih menertawakan saja deh masalah yang ada demi menghibur diri dan kepuasan batin.
 
BUAHAHAHA atau HUAHAHAHA
Tertawa jenis ini sangat memuaskan. Setipe HAHAHA tapi dengan level yang lebih advance. Ada huruf U tambahan yang berfungsi untuk memberikan tekanan lebih keras untuk suara yang lebih kencang.
 
KIKIKIKIKIKIK
Tertawa yang paling cocok untuk kuntilanak. Kalau terdengar kencang berarti letaknya jauh, kalau terdengar pelan – jangan-jangan dia ada di sebelah lo.
 
LOL (Laughing Out Loud atau Laugh Out Loud)
Tertawa ala bule. Cocok digunakan untuk menghemat waktu, atau basa basi. Kalau sesuai terjemahan sih harusnya tertawa model ini terdengar keras sekali. Tapi pada kenyataannya jarang ada yang mempraktekannya di depan umum, karena mengganggu ketenangan.
 
LMAO (Laughing My Ass Off)
Tertawa ala bule yang mustahil dilakukan di kehidupan nyata. Masa kita harus mencopot bokong kita sambil tertawa? Kan sakit dan sulit :’(
 
ROTFL/ROFL (Rolling On The Floor Laughing)
Tertawa yang paling merepotkan dan memalukan kalau dipraktekan secara langsung. Membutuhkan tempat yang cukup luas dan pribadi yang cukup cuek untuk mengaplikasikan tertawa jenis ini dalam kehidupan nyata. Tapi silahkan dicoba, kalau memang ada hal yang lucunya setengah mati.
 
Hal-hal yang bersifat humor atau lawak di dunia ini memang wajarnya direspon dengan tertawa. Yang pasti, bagaimanapun cara lo tertawa, tertawa lah dengan wajar! (ROTFL)
 

 

Komentar