Saat menjalin hubungan asmara dengan lawan jenis, ada 3 jenis "rasa" yang biasa muncul mengiringi situasi tersebut. Jika sebelumnya telah terjadi sebuah proses "perkenalan", maka bersiap-siaplah untuk mengalami 3 "rasa" berikut, ..yang sudah terlalu sering dibahas dan diterangkan oleh banyak orang, ..namun, ..lebih baik kita bahas sekali lagi:


1. Suka

Inilah momentum rasa yang pertama. Pada tahapan ini, seseorang yang baru saja mengenal sang lawan jenis, mengalami ketertarikan terhadap sosok tersebut. Menyukai sesuatu (yang baru kita kenal, atau lihat, ataupun dengar) adalah awal dari proses menjalin "hubungan asmara".

2. Sayang

Di level ini, seseorang mulai menjajaki perasaan yang lebih serius dibanding rasa yang pertama tadi. Terdapat kenginan untuk mengenal lebih jauh, bahkan keinginan untuk memiliki sosok yang ia sukai tersebut. Berbagai cara akan ditempuh untuk meluapkan emosi rasa ini. Pada prosesnya, kata-kata bijak semacam: "Kamu lagi apa?", atau "Aku kangen kamu..", atau "Udah makan, apa belum?" ..akan meluncur deras di sepanjang rasa ini. Rasa "sayang" dapat diartikan sebagai situasi dimana seseorang tidak mau kehilangan sesuatu yang telah ia sukai.



3. CINTA..

Nah, inilah puncak dan sekaligus tema bahasan kita kali ini. membahas "rasa" yang satu ini adalah luar biasa sulit dan sukar untuk dibayangkan dengan kata-kata. Segalanya bisa menjadi tidak terkendali. CINTA merupakan hal yang berbeda dari sekedar perasaan "suka" maupun "sayang". Pada suatu saat, kita bisa dengan mudah meluncur pada poin "rasa" yang satu ini; tanpa harus mengalami proses "suka" ataupun "sayang". Pernah mendengar istilah "cinta pada pandangan pertama"? ..se-absurd itulah "cinta". Rasa yang satu ini memang tidak bisa dijabarkan dengan mudah. Jika diibaratkan dengan makanan, kita bisa mengambil contoh jenis makanan bernama sayur jengkol. Kasusnya adalah sebagai berikut:

Seseorang berkunjung ke warung makan; Ia lalu memesan hidangan sayur jengkol sebagai menu yang akan ia santap. Ternyata, warung makan tersebut tidak nemiliki menu sayur jengkol..

1. ..seseorang yang "suka" terhadap sayur jengkol, akan berkata: "..ada sayur yang lain, nggak? ..sayur apa aja, boleh deh.."

2. ..seseorang yang "sayang" terhadap sayur jengkol, akan berkata: "..yaaah.. masa' nggak ada sayur jengkol?!? ..duh.. hilang sudah nafsu makan saya.. kalau begitu, saya nggak jadi pesan makanan.. saya pamit saja.. lebih baik saya pulang.. permisi..!"

3. ..sedangkan seseorang yang "CINTA" terhadap sayur jengkol, akan berkata: "..GUA KAGAK MAU TAU! ..ELU CARI SAYUR JENGKOL SEKARANG JUGA! ..POKOKNYA HARUS ADA SAYUR JENGKOL! ..GUA TUNGGU 15 MENIT: ..KALO KAGAK ADA JUGA, ..GUA BAKAR NIH WARUNG! TITIK!"

Rasa "CINTA" memang demikian adanya; Kadang tidak mengenal toleransi, namun adakalanya bisa muncul dengan keikhlasan tingkat tinggi (yang biasanya dibubuhi dengan kata-kata: "..tak harus memiliki"). "CINTA" kadang bisa diartikan sebagai "rasa sayang yang terlalu berlebihan", namun tidak menutup kemungkinan untuk diungkapkan secara diam-diam (maksudnya: mencintai sesuatu secara diam-diam). Selain itu, CINTA juga bisa berakhir tragis, dan bisa juga berakhir dengan kebahagiaan yang dramatis. CINTA bisa dinyatakan dan terlihat jelas, namun..

..mas? pembahasan ini terlalu serius.. bagaimana kalau langsung tu-de-poin aja? ..memangnya mau membahas apa, sih??

..baiklah jikalau demikian adanya..
berikut ini, beberapa jenis cinta (diluar "cinta terhadap lawan jenis") yang harus dipertimbangkan dengan seksama:

CINTA Tanah Air: cinta terhadap tanah air. Jika seseorang mencintai benda yang tidak dapat ditembus air, atau benda yang kuat dan sanggup berada di dalam air dalam waktu yang cukup lama, maka.. itu bukan tanah air. Itu, maksudnya "tahan air" (a.k.a "waterproof"). berarti, huruf "H" dan huruf "N" tertukar posisi..

CINTA Produk Dalam Negeri: cinta terhadap produk-produk yang dihasilkan di dalam negeri. Sedangkan untuk produk-produk luar negeri, ia tidak cinta. Namun jika ia pergi ke luar negeri, dan di luar negeri tersebut terdapat produk-produk luar negeri yang dihasilkan di dalam negeri tersebut, maka ia tetap cinta. ("..pokoknya, cinta produk dalam negeri!")

CINTA Setengah Mati: cinta terhadap sesuatu yang setengah mati. Misalnya, jika terdapat ayam di peternakan sedang terkena virus H5N1 (virus flu burung), maka ia menjadi cinta kepada ayam yang sedang dalam kondisi "setengah mati" tersebut. Namun jika ayam tersebut kemudian mati, maka ia rasa cintanya terhadap ayam tersebut akan hilang.

CINTA Monyet: cinta terhadap monyet. ("kalau orangutan?") ..nggak cinta. ("kalau gorila?") ..nggak cinta. ("kalau lutung?") ..nggak cinta. ("kalau topeng monyet?") ..cinta sama monyetnya aja; ..topengnya nggak cinta.

CINTA Rupiah: cinta terhadap mata uang rupiah.. sehingga, jika ia memiliki mata uang luar negeri, maka akan ditukarkan ke money changer agar menjadi rupiah. Dan jika ia ke luar negeri, ia hanya membawa rupiah; sehingga tidak perlu belanja apa-apa di luar negeri, karena uang rupiah-nya tidak laku di sana.. sehingga, ketika balik lagi ke Indonesia, uangnya masih tetap utuh.

CINTA Printer: cinta terhadap ..eh? ini maksudnya apa, yah? ("itu.. ngg.. cairan warna-warni, yang ada di dalam mesin printer..") ..ooh, baiklah kalau begitu..

Komentar