special - macam-macam pertanyaan basa basi bishi bashi

Pertanyaan basa-basi, jawabannya harus basa-basi juga.

Saudara-saudari, teman-temin dan kawan-kawin sekalian. Hari-hari kita ini makin penuh basa-basi. Mau di mana pun, kapan pun, basa-basi selalu ada. Termasuk saat kita bertemu seorang kawan atau kenalan di suatu tempat pada suatu ketika.


Mereka menyapa, salaman lalu bertanya ini-itu. Tapi sebenarnya mereka nggak butuh-butuh amat jawaban kita. Cuma sekadar biar nggak kikuk aja. Lo mau jawab apa pun mereka juga bakal jawab dengan dua huruf, "oh." Setelah itu yang lo dapet cuma "yaudah-deh-gue-ke-sana-dulu-yah".

Ini dia beberapa pertanyaan basa-basi dan trik-trik untuk menjawabnya

Apa kabar lo?


Pertanyaan yang paling standar. Lo cukup pake tiga kata aja:


    "Baik. Lo gimana?"

Lagian, kalau lo jawab kabar lo lagi nggak baik, emangnya dia bakal peduli?

"Sama siapa lo?"

Pertanyaan ini sering kita temui kalau kita lagi dateng ke sebuah acara. Entah pas kita datengnya sendirian atau sama pacar/gebetan kita. Kalau pas lagi sama pacar/gebetan, berarti maksud mereka nanya adalah kepo pengen tau siapa pacar baru kita. Pertanyaan kayak gini bisa jadi basa-basi atau nggak sih. Kalau yang lo temui adalah mantan lo berarti dia nanya (SANGAT) serius.


    jawaban kalau lo sendiri:


    "Sama temen gue sih. Tapi kayaknya lo nggak bisa liat dia deh."


    atau:


    "Samarinda nih." (jauh dong di Kalimantan Timur)


    Kalau lo berdua:


    "Berdua aja nih. Tadinya pengen bertiga tapi nanti ditilang polisi."

Kapan lulus?


Ini pertanyaan basa-basi semua mahasiswa tingkat akhir. Tapi ketahuilah, nggak semua temen yang nanya gini punya niat untuk ngebantuin tugas akhir lo atau siap mendengarkan keluh kesah resah gelisah lo selama pengerjaan skripsi. Dia juga nggak bakal mempercepat kelulusan lo. Jadi jawab aja gini:


    "Gue lulus nanti. Setelah sidang skripsi."


    atau


    "Nanti aja lah gue lulusnya. Nunggu harga jilid skripsi turun dulu."


    atau kalau mau bijak lo bisa jawab "doain aja ya."


Mau Ke Mana Lo?


Percayalah dengan nanya begitu bukan berarti temen lo bakal nemenin lo atau nganterin atau malah ngongkosin. Jadi kalau ada yang nanya jawab aja gini:


    "Mau ke rupuk dulu nih beli warung."


    atau


    "Ke Selek"


    atau


    "Besok, gue mau ke maren."


Lo sekarang di mana, nyet?


Ngerti sih sebenernya dia nanya di mana kah kita kerja atau kuliah sekarang. Tapi karena nggak serius nanyanya, jadi jawabnya becanda aja.


    "Lah ini gue ada di depan lo sekarang. Gimana sih?"

    atau


    "Nggak di mana-mana,"


Masih sama si Anu? Kapan Merit?


Kalau lo udah umur 20an tahun dan udah lulus kerja, sadar nggak sadar lo dikutsertakan ke kompetisi balapan Nikah. Semua orang ngomporin kita untuk susul-susulan nikah. Nah, kalau lo bukan tipe yang serius-serius amat  soal hubungan, jangan jawab pertanyaan ini dengan serius juga. 


    "Eh, lo masih pacaran sama si Anu? Kapan merit?"


    "Nanti pas ijab kabul"


Jawaban lo nggak salah kan? semua orang dianggep udah nikah kalau udah ijab kabul.

 
Wah. kurusan lo sekarang yah.


Jawab aja gini:


    "iya dong. Kan gue kerja di event organizer. Kerjanya emang ngurus-ngurusin. Nggak cuma ngurusin acara tapi juga ngurusin badan gemuk."

Kelas Berapa Sekarang


Biasanya om atau tante lo nih saban ketemu ini mulu yang ditanyain. Padahal baru kemarenya ketemu eh udah nanyain sekarang kelas berapa lagi. Ketauan banget kan kalau nanyanya nggak serius. Cara menjawab:


    "Oom yang kelas berapa nih? kok memorinya kayak anak SD sih. Baru kemaren nanya udah nanya lagi" #edisigalak.


    atau


    "Kelas. kelas. klasik oom pertanyaannya, ah"


Yaah. Kok lo balik?!


Pertanyaan kalau lo pamit pulang pas lagi nongkrong. Bisa dijawab dengan:


    "Iya, gue udah mimpi basah. Suara gue juga udah serek. Jadi gue udah baliq."


Komentar