terima kasih ahsan hendra

The Real Champions!

Indonesia berhasil mengamankan gelar juara ganda putra di All England 2019. Sejak awal, sektor ini memang dibebankan target oleh PBSI untuk menjadi yang terbaik. Target ini awalnya ditujukan untuk duo Minions Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Tapi siapa sangka, sosok peraih gelar juara ini adalah Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan!

Sejak awal, PBSI melalui Susy Susanti menyampaikan keinginan agar Indonesia bisa memberi kejutan di All England. Sayangnya, kejutan itu bukan dari sektor lain walau tetap aja hasilnya menggembirakan untuk Merah Putih. Yaps, Ahsan/Hendra berhasil memenangkan partai final melawan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia), dengan skor 11-21, 21-14, 21-12. So, sekarang saatnya memberi apresiasi spesial untuk The Daddies!

thumb gallery ae2019 final hendraahsan34

Sedikit kilas balik, tepat di tanggal 4 Januari 2019, PBSI berikan pengumuman soal 98 pemain yang dipanggil untuk mengisi jajaran pelatnas utama dan pratama PBSI. Saat itu, nama Ahsan/Hendra nggak ada di daftar tim ganda putra karena keduanya memutuskan untuk menjadi pemain profesional. Pasangan Juara Dunia 2013 dan 2015 ini masih tetap akan berlatih bersama tim ganda putra pelatnas, namun sebagai pemain profesional, Ahsan/Hendra menanggung sendiri biaya turnamen yang akan mereka ikuti.

Ahsan/Hendra punya tujuan mulia di balik keputusannya ini. Keduanya ingin agar regenerasi di ganda putra bisa berjalan semakin baik. Mereka nggak pengen menghambat perkembangan para junior, seperti Fajar/Rian dan Berry/Hardianto yang mengikuti pelatnas. Keputusan ini terbilang mengejutkan walau memang terdengar masuk akal. Btw, aneh juga kan kalau terus menerus mengandalkan atau menjadikan sosok legenda Ahsan/Hendra sebagai pelapis pasangan Kevin/Marcus?

thumb gallery ae2019 final hendraahsan9

Selain itu, banyak orang yang mulai meragukan Ahsan/Hendra mengingat usia keduanya yang sudah memasuki kepala tiga. Pada kenyataannya, Ahsan/Hendra justru membungkam semua keraguan itu dan membuktikan bahwa The Daddies belum habis melalui penampilan ciamik dan segala sikap apiknya sepanjang All England 2019.

All England jelas turnamen bergengsi. Siapapun yang terlibat pasti akan mengerahkan kekuatan terbaik untuk meraih gelar di ajang sarat sejarah ini. So, raihan Ahsan/Hendra ini jelas sangat layak diapresiasi. Jangan lupakan juga, perjalanan Ahsan/Hendra menuju podium juara ini sangat unik dan mengharukan.

Ahsan/Hendra sempat menjadi 'pelatih dadakan' bagi Tommy Sugiarto ketika tunggal putra itu bermain di babak kedua All England 2019 melawan pemain asal China, Huang Yuxiang. Ahsan/Hendra terlihat mendampingi, memberikan masukan teknis, serta motivasi untuk Tommy.

thumb gallery ae2019 r2 hendraahsantommy6

"Mereka yang menawarkan, mau ditemenin nggak? Biasanya di lapangan saya merasa sendiri, sekarang ada yang memberi arahan, ada yang menemani. Ada juga instruksi teknik, karena mereka kan dulunya juga pemain tunggal, sedikit banyak mereka mengerti juga permainan tunggal," jelas Tommy pada laman resmi PBSI.

Sebelum masuk babak final, Ahsan/Hendra pun kembali merasakan kejadian 'unik'. Sayangnya momen kali ini bukan hal yang menyenangkan karena Hendra harus menderita cedera saat pertandingan semifinal berlangsung. Menghadapi pasangan unggulan ketiga asal Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, Hendra mengalami cedera betis pada akhir game pertama karena salah mendarat.

thumb gallery ae2019 sf hendraahsan3

Saat itu pilihannya hanya dua, berhenti atau meneruskan pertandingan. Secara mengejutkan Hendra memilih untuk tidak menyerah. Setelah mendapat perawatan untuk mengatasi rasa nyeri di betisnya, Hendra kembali ke lapangan untuk bertanding! Di sinilah, mental juara dan pengalaman Ahsan/Hendra 'berbicara'.

Keduanya menerapkan pola permainan yang lebih apik dan menjalankan komunikasi sebaik mungkin. Ahsan beberapa kali jatuh bangun melakukan cover lapangan demi menjaga pertahanan. Jangan lupakan juga peran sang pelatih, Herry Iman Pierngadi atau Herry IP yang sanggup membaca jalannya pertandingan dan memberikan instruksi untuk menyesuaikan situasi anak asuhnya. Tak sia-sia, Ahsan/Hendra bisa menang straight game 21-19, 21-16.

thumb gallery ae2019 sf hendraahsan9

Di final, lawan yang harus dihadapi Ahsan/Hendra jelas tidak main-main. Ahsan/Hendra harus menghadapi Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Walau berstatus sebagai 'anak baru' di All England, Chia/Soh nggak bisa dipandang sebelah mata karena sukses mengalahkan sejumlah pasangan kuat, seperti Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark), Liu Cheng/Zhang Nan (China), dan Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian (Indonesia) untuk bisa lolos ke final.

thumb gallery ae2019 final hendraahsan24

Hendra jelas berada dalam kondisi yang tidak fit 100 persen untuk melakoni partai final, meski akhirnya menyatakan siap untuk bertanding. Di sisi lain, mental juara Ahsan/Hendra sanggup membuat pemain Malaysia goyah. Ahsan/Hendra sempat tertinggal jauh di game pertama, tapi sukses membalas di dua game berikutnya untuk meraih gelar juara All England yang kedua.

thumb gallery ae2019 final hendraahsan26

Btw, sadar nggak sih lo, ada sesuatu yang sangat mengharukan terjadi saat winning point. Kalau diperhatikan, pergerakan Ahsan memberikan Hendra ruang agar bisa melakukan semua tembakan di match point sebelum Ahsan menuntaskan pertandingan dengan sebuah smash. Ini bisa diartikan, Ahsan ingin memberikan Hendra sebuah kehormatan untuk mencetak angka kemenangan!

thumb gallery ae2019 final hendraahsan28

So, inilah final yang lebih dari sekadar final. All England kali ini menyisakan sederet cerita yang sangat membanggakan untuk Ahsan/Hendra. Ahsan/Hendra adalah sosok juara sejati dan legenda yang sesungguhnya. Indonesia bangga dan layak mengapresiasi perjuangan Ahsan/Hendra. Sebagai penutup, inilah petikan ucapan yang diambil dari akun Instagram Hendra Setiawan.

thumb gallery ae2019 final hendraahsan27

"Our second All England title. We are not that young. I was also having a hurt foot during the game. If it wasn't God's grace and all of you who never stop believe in us and pray for us, I believe that we won't be able to go through this All England and win. For us, it's truly a miracle. Thanks God and thank you all."

Komentar