googling

Pokoknya dont' try this at home.

Udah jadi kebiasaan kita tiap nggak tahu dan pengen tahu sesuatu langsung tanya ke mbah Google. Mulai dari hal remeh temeh sampai yang penting kita terbiasa tanya ke Google dibandingkan ke orang secara langsung. Soalnya kalo tanya ke orang, dia belom tentu ngerti dan kadang kita ngerasa gengsi juga. Takut dikatain 'masak gitu aja nggak tahu'. Yeee kan? Tapi, tapi, tapi, nggak semua hal harus lo tanyakan ke Google. Kalo lo lagi ngerasa sakit atau nggak enak badan, jangan pernah tanyakan apa penyakit lo ke Google dengan memasukkan kata kunci berupa gejala yang lo alami. DON'T GOOGLE YOUR SYMPTOMS OR YOU WILL REGRET IT.

Lo bisa mendadak jantungan

Via Giphy

Lo yang mungkin awalnya cuma pusing bisa mendadak nambah penyakit jadi jantungan gara-gara googling soal gejala penyakit lo. Kenapa bisa begitu? Ya karena menurut pengalaman dan curhatan dari orang-orang, Google akan ngasih jawaban yang bikin lo takut. Lo mungkin akan divonis kena penyakit A, B, atau C yang tergolong parah hingga akhirnya lo panik sendiri.

Google nggak pernah kuliah kedokteran

Via Gfycat

Google emang tahu banyak hal tapi dia tuh nggak pernah kuliah kedokteran. Dia kagak paham soal gejala dan penyakit yang mungkin lo alami. Orang yang udah kuliah kedokteran aja masih mungkin salah diagnosa, apalagi Google yang nggak pernah ikut kuliah kedokteran dan ikut pratik di rumah sakit.

Artikel yang muncul belom tentu dari sumber yang kredibel

Via Giphy

Dengan bantuan kata kunci yang lo masukkan, Google akan mencarikan berbagai macam artikel, foto, hingga video yang mengandung kata kunci yang lo masukkan. Nah, hasil pencarian itu belom tentu bener. Bisa aja yang muncul adalah tulisan dari sumber yang nggak kredibel. Bisa aja penulisnya cuma nyontek, pernah denger, atau sotoy aja. Padahal lo udah panik, ehh ternyata salah. Makanya jangan gampang percaya.

Lo jadi ngerasa takut ke dokter sungguhan dan malah melakukan self-diagnose

Setelah lo dapat informasi tentang gejala dan penyakit lo dari Google, kemungkinan lo akan melakukan self-diagnose yang nggak ada jaminannya bakal akurat. Parahnya lagi lo jadi takut buat ke dokter sungguhan karena lo takut divonis.

Komentar