header kapan liverpool juara liga inggris lagi

Musim depan!

Musim ini semestinya bisa menjadi momen yang membahagiakan bagi Liverpool dan para suporternya. Anak asuh Jurgen Klopp terlihat semakin matang ketika bermain dalam keadaan tertekan.

Di Liga Inggris, Liverpool seperti sudah tahu caranya untuk menang dengan berbagai cara. The Reds bisa menang dalam situasi tertinggal lebih dulu. Berkali-kali Liverpool menegaskan statusnya sebagai raja comeback karena berhasil mengumpulkan 16 poin dari posisi tertinggal, terbanyak di antara tim Premier League lainnya.

Beberapa kali pula, Liverpool berhasil menang di menit-menit akhir. Prosesnya pun bermacam-macam, ada yang berbau keberuntungan seperti saat Divock Origi mencetak gol ke gawang Everton di menit akhir. Ada pula yang dikonsep secara matang, yakni saat Origi mencetak gol melawan Newcastle setelah menerima tendangan bebas Xherdan Shaqiri, yang diawali dari komando Virgil van Dijk.

1 js170004939
via liverpoolecho

Belum lagi kalau mengingat cara brilian Liverpool mencetak gol dari skema serangan balik, kombinasi antar pemain, operan maut Andy Robertson dan Trent Alexander-Arnold, serta cara bertahan yang rapi dari van Dijk maupun Alisson Becker.

Tapi kini Liverpool lagi-lagi harus menerima kenyataan bahwa mereka gagal juara setelah di-comeback pesaingnya, Manchester City. Sempat unggul 7 poin di paruh musim, Liverpool kembali gagal menjadi juara di akhir musim karena kalah satu poin dari City. Cerita ini pun seperti membuka luka lama yang terus berulang dan tak kunjung membaik.

Sampai kapan Liverpool akan berada dalam kondisi 'gagal juara lagi'? Apa iya Liverpool mau disebut sebagai tim 'always next year' yang kekal abadi untuk selamanya? Yakin mau ditikung lagi setelah jadi juara paruh musim?

c3071c023f67f80bcd1d9594093585df
via Fox Sports

Tenang, jangan langsung pesimis dulu gitu dong. Sebagai suporter Liverpool dari negara ber-flower, ada baiknya Kopites di Indonesia tetap optimis. Liverpool pasti bisa juara Liga Inggris kok, syaratnya....

Liverpool nggak kehilangan pemain bintangnya. Yaps, manajemen Liverpool harus belajar betul dari musim yang sudah-sudah. Menjual pemain bintang sama saja dengan mengulangi kesalahan di masa lalu. Suarez, Coutinho, dan Sterling pergi begitu saja dan membuat Liverpool susah payah membangun tim dari awal lagi. Kalau mau juara, para pemain andalan seperti Alisson, van Dijk, Mohamed Salah, Sadio Mane, Robertson, hingga Roberto Firmino sekalipun WAJIB dipertahankan.

thumb 73389 default news size 5
via Liverpool FC

Mereka adalah fondasi dari permainan ciamik Liverpool saat ini. Kalau ada yang pergi satu, maka ini akan berpengaruh bagi konsistensi tim. Sebaiknya, Liverpool harus memperkuat kedalaman tim.

Liverpool harus punya dua komposisi, baik skuad inti dan cadangan, yang sama-sama mumpuni. Tak perlu merekrut pemain yang mahal atau berlebihan, pastikan Liverpool meningkatkan kualitas setiap lini dengan pemain yang memahami ambisi serta filosofi Jurgen Klopp.

Sorotan tajam ada di lini belakang. Apa jadinya bila van Dijk, Robertson, dan Trent absen? Ketiga pemain ini memang seharusnya memiliki pengganti dengan level ketenangan dan daya juang yang hampir setara. Setidaknya kalau Liverpool ingin merekrut pemain, utamakan untuk membeli pemain belakang dan bek sayap dulu, karena lini tersebut begitu diandalkan Klopp di musim ini.

virgil van dijk 1021382
via Daily Express

Soal lini depan, Liverpool hanya butuh pemain yang bisa menggantikan atau setidaknya mendekati level permainan seorang Firmino saat striker bernomor 9 itu cedera. Visi permainan Firmino saat ini masih sulit ditandingi pemain manapun di Liverpool.

firmino vs psg
via Tenor

Klopp pun perku mengasah konsistensi permainan Naby Keita serta membangkitkan insting permainan Alex Oxlade-Chamberlain. Bila tidak cedera dan dalam kondisi yang sangat prima, kedua pemain ini sebenarnya sangat berbahaya untuk lawan-lawannya. Mereka hanya butuh menjaga kondisi fisik serta meningkatkan konsistensi permainan.

Fabinho dan Wijnaldum sudah sangat baik untuk menjaga keseimbangan di lini tengah, ditambah lagi dengan Henderson yang sudah menemukan posisi terbaiknya setelah sekian lama bermain di posisi yang kurang ideal untuknya. So, peran Keita dan Ox akan sangat menentukan di musim depan.

ox briliant
via Tumblr

Kalau ingin merekrut pemain yang mewah, sekalian saja ambil dari pemain-pemain di Liga Inggris yang sudah punya catatan apik agar tak perlu pusing memikirkan adaptasi. Ambil nama Pierre-Emerick Aubameyang, Richarlison, dan Raúl Jiménez untuk lini depan. Sedangkan nama-nama seperti Ryan Fraser, João Moutinho, James Maddison, Onyinye Wilfred Ndidi, James Tarkowski, hingga Shane Duffy layak untuk melengkapi kedalaman lini tengah dan pertahanan pasukan Jurgen Klopp.

Liverpool juga harus menjaga ambisi dan motivasi agar musim depan tak mudah terpeleset di pertandingan yang remeh sekalipun. Kekompakkan tim tak perlu dikhawatirkan selama masih ada Klopp di bangku pelatih Liverpool.

Terakhir, Liverpool harus benar-benar dekat dengan kesempurnaan, seperti kata Klopp, untuk mengalahkan kekuatan finansial yang dimiliki Manchester City. Musim depan juga akan semakin sulit diprediksi karena tim seperti Manchester United, Arsenal, dan Chelsea tidak mungkin ingin terjerumus ke permainan buruk seperti musim ini.

Kalau sudah begini, tak perlu lagi ada yang namanya 'juara dalam 21 menit'. Liverpool juga akan menyudahi ejekan 'always next year' dengan gelar juara di musim depan. Yaps, Liverpool bisa dan harus juara di Liga Inggris musim 2019-2020 demi menjaga momentum. You'll Never Walk Alone!

Komentar