header tanda tanda lo terjebak di toxic family

Karena keluarga juga bisa jadi toxic.

Ada yang bilang keluarga adalah tempat buat pulang. Keluarga adalah orang-orang yang bakal selalu ada buat kita apapun yang terjadi. Mereka yang akan ada di garis terdepan saat kita kena masalah. Yaaash, itu bener tapi nggak 100% bener. Kenapa? Karena pada kenyataannya nggak semua orang punya keluarga yang seperti itu. Ada orang-orang yang justru nggak bahagia sama keluarganya. Dia terjebak di dalam keluarga yang toxic. Apakah lo pernah atau malah sedang merasakannya atau lo terlalu takut buat mengakui bahwa keluarga lo toxic?

Berikut ini adalah beberapa tanda kalo lo udah ada di keluarga yang toxic dan lo harus segera cari cara buat mengakhirnya biar hidup lo lebih bahagia.

Orangtua lo hobinya membandingkan lo sama orang lain.

On earth, siapa sih manusia yang mau dibandingkan sama orang lain dan direndahkan secara nggak langsung? Pasti nggak ada dong. Meski begitu nyatanya tetep ada loh (banyak bahkan) orangtua yang masih suka membandingkan anaknya sama orang lain. Ini ngebandinginnya bukan buat membanggakan lo tapi buat menjatuhkan lo. Misalnya aja "Itu loh si A, anaknya Pak B, udah bisa beli ini itu. Punya ini itu. Blablablaaaaaa". Kalo ortu lo sering melakukan itu, tanpa lo sadari itu adalah sumber dari duka di hidup lo. Itu toxic banget. Bukannya bikin lo semangat, pembandingan itu justru akan bikin seorang anak makin marah tapi semuanya cuma lo pendam. Percayalah ini nggak bagus buat kesehatan mental lo. And.... buat orangtua yang suka ngebandingin anaknya dan ngejatuhin mental anaknya sendiri, please stop this. Sekadar mengingatkan, anakmu nggak pernah minta kamu lahirkan looh. Don't be so hard.

Lo terus dipojokkan buat mewujudkan mimpi orangtua lo dan melupakan mimpi lo sendiri.

Via Giphy

Banyak banget kasus kayak gini. Anak 'dipaksa' buat membahagiakan orangtua dengan mewujudkan mimpi orangtuanya. Si anak harus jadi A padahal dia pengennya jadi B tapi dia terus menerus dipojokkan sama orangtua sehingga dia nggak punya pilihan lain selain nurut. Dia mengorbankan mimpinya dan nggak menjalani hidupnya sendiri demi orangtuanya. Is it fair? Tentu aja enggak. Gue yakin ada banyak cara buat membahagiakan orangtua. Kalo anak yang ngeyel dan nggak nurut sama apa yang diinginkan orangtuanya disebut egois, terus orangtua yang nggak memikirkan kebebasan dan kebahagian anaknya disebut apa?

Pendapat anak-anak nggak pernah dianggap dan hanya orangtua yang benar.  

Via Giphy

Hal menyebalkan lainnya adalah saat dalam satu keluarga, hanya pendapat orangtua aja yang didengar. Anak-anak dianggap nggak punya hak buat bicara. Padahalkan nggak ada jaminan kalo orangtua tuh selalu benar dan anak selalu salah. Di tahun 2019, di zaman yang udah maju, dan pengetahuan udah bisa diakses dengan mudahnya, harusnya udah nggak ada lagi hal semacam ini. Toh usia nggak bisa dijadikan patokan dalam hal benar dan salah kan? Setidaknya coba dengarkan dulu supaya dalam keluarga tuh lebih demokratis. 

Terus gimana nih biar nggak terus terjebak dan terperangkap sama toxic family. Kalo ngelawan, ntar dianggap durhaka. Kalo nurut terus kok ya makan ati dan takut ntar mati muda. Kalo menurut P! sih, lo harus berani buat ngomong dan menyampaikan isi hati lo sama keluarga lo. Jangan diam-diam aja dan malah stres sendiri. Ajak mereka ngobrol dan jadilah lebih tegas. Inget, tegas itu bukan berarti durhaka sama orangtua kok.

Komentar