hal yang bisa lo lakukan setelah menjadi korban php

At the end of a storm, there's a golden sky.

Menantikan sebuah jawaban yang nggak pernah ada kejelasannya memang sangat memuakkan, apalagi kalau ternyata sesuatu yang lo tunggu itu ujung-ujungnya nggak sesuai harapan, syakit! Udah ditunggu lama banget, pakai acara tarik ulur dan sempat bikin kepikiran berhari-hari karena ada rasa bahagia yang datang dan pergi, ehhh sekalinya jawaban itu dateng malah bikin drop. Mau gimana lagi, jadi korban PHP (Pemberi Harapan Palsu) itu memang sangat tidak mengenakkan. Lalu, apa yang bisa lo lakukan kalau ternyata lo menjadi korban PHP?

1. Cari tempat kosong buat teriak.

Segera cari tempat atau apapun yang jauh dari keramaian. Pastikan bahwa lo bisa leluasa melampiaskan amarah lo di tempat itu. Kalau mau lebih lega lagi, lo teriak sekenceng-kencengnya, kalau mau nangis juga nggak masalah. Bikin perasaan hati lo lega dan lepas. Setelah itu, pastikan juga bahwa lo akan memakai 'energi amarah' lo untuk memotivasi diri di masa depan.

2. Nyanyi lagu Didi Kempot.

Mendekatlah kepada Godfather of Broken Heart, alias Lord Didi Kempot. Putar lagu-lagunya yang menguras emosi seperti "Cidro", "Kalung Emas", "atau "Tanjung Mas Ninggal Janji". Kencangkan volume dan bernyanyilah sekencang mungkin. Percayalah lagu-lagu Didi Kempot bisa menjadi 'rumah' buat lo yang membutuhkan tempat berlindung dari segala penyakit yang disebabkan dari rasa sakit hati.

3. Rehat.

Setelah lo melampiaskan emosi, ada baiknya lo mencari waktu sejenak untuk 'menepi' dari hidup yang terasa menyebalkan. Tenangkan hati dan percayalah bahwa semua pasti akan baik-baik saja. Jangan lupa untuk tetap berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, suatu saat nanti, lo akan tahu betapa hasil tidak akan mengkhianati prosesnya.

4. Bersyukur.

Sekilas terdengar klise, tapi inilah hal terakhir yang bisa kita lakukan. Mungkin lo merasa sedang mengalami hari paling sial ketika mendapat sebuah kabar yang PHP abis. Tapi lo harus ingat, semua orang punya cobaannya masing-masing, punya tantangan masing-masing. Sebisa mungkin panjatkan syukur pada Tuhan dan lihatlah sekeliling, resapi apa yang udah lo dapatkan sampai hari ini.

Nggak banyak yang bisa kita lakukan, paling tidak kita tetap harus berusaha tenang dan menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri. Sambat boleh, asal jangan berkepanjangan. Yang paling penting? Kita harus bahagia! Benar begitu Yura Yunita?

Komentar