header cerita marchella fp tentang hari ini keluarga dan perasaan terbaiknya selama berada di bumi

"Sudah saatnya NKCTHI masuk ke sekolah barunya."

Marchella FP tak berhenti menebar pesan dan kebahagiaan untuk setiap insan. Melalui 'anak-anaknya', seperti "Generasi 90an", "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini" (NKCTHI), sampai "Kamu Terlalu Banyak Bercanda" (KTBB), cewek yang akrab disapa Cecel ini terus membingkai kenangan untuk menjadi sebuah cerita di masa depan. Teranyar, Marchella sedang menjalani tur "Kamu Terlalu Banyak Bercanda" ke enam titik di Indonesia. Saat KTBB bertandang ke Yogyakarta di hari Sabtu (14/9) lalu, Marchella pun meluangkan waktunya untuk berbincang dengan Provoke!. Langsung aja yuk simak obrolan kami di sini.

P!: Marchella FP saat ini bisa dibilang sebagai salah satu penulis ternama, apakah sejak kecil memang punya cita-cita menjadi penulis?

Cita-cita waktu kecil sih sebenarnya bukan penulis, cuma kebetulan aku basic-nya di industri kreatif dan passion ku ada di desain grafis. Kalau dari kecil, aku memang suka nulis, dari zaman sekolah dasar, tapi kan jarang di-publish. Sama seperti NKCTHI, di mana beberapa isi dari buku itu kan sebenarnya udah aku tulis sejak lama, kemudian setelah ketemu konsepnya, aku beranikan diri untuk menyusun dan merilisnya.

P!: Sebutin dong, apa satu karya yang mengubah hidup seorang Marchella FP?

Sebenarnya nggak ada yang spesifik yah, cuma ada satu biografi Buya Hamka yang isinya mengingatkan aku tentang pentingnya sebuah tulisan. Ketika suatu saat nanti kalau aku sudah nggak ada lagi di bumi ini, aku mau tulisanku yang juga merupakan buah pikirku ini menjadi warisan atau peninggalan di masa depan.

P!: Kebayang nggak, seandainya Marchella nggak jadi penulis, bakal menjalani kehidupan dengan seperti apa?

Mungkin aku bakal ada di dunia desain grafis.

P!: Saat menulis sebuah buku, ada nggak formula khusus atau rumusan yang bisa dipelajari supaya tulisan berikutnya lebih baik dari yang sebelumnya?

Aku nggak pernah mematok karyaku harus menjadi best seller atau yang harus laku keras dan semacamnya. Aku ingin membuat sebuah karya karena di dalam karyaku itu ada pesan besar. Jadi, seandainya respon orang-orang nggak terlalu baik, aku nggak akan mengambil pusing.

P!: Karya-Karya Marchella, seperti NKCTHI dan KTBB ini kan nggak jauh dari situasi sekitar yang penuh dengan tekanan. Gimana sih cara Marchella untuk membalikkan momen inferior atau menjatuhkan itu untuk menjadi sebuah karya dan akhirnya menjadi jalan hidup?

Tulisan yang aku buat sebenarnya merupakan kumpulan dari berbagai pesan yang aku tulis setelah aku mengalami peristiwa demi peristiwa, setelah aku menghadapi masalah demi masalah. Nah dari situ aku punya keinginan supaya pesan yang aku tulis itu nantinya bisa tersampaikan ke anak-anak di masa depan. Jadi, buku merupakan media yang aku gunakan dalam mengekspresikan pesan yang sudah aku tuliskan.

P!: Pada momen apa Marchella merasa, ‘wah karya gue ternyata bisa sesukses ini yah’?

Aku benar-benar nggak menyangka dengan apa yang terjadi di kehidupanku sampai detik ini, apalagi dari awal aku sempat nggak kepikiran akan merilis sebuah buku. Tapi setelah aku mempunyai sebuah ide besar, berbekal catatan yang sudah aku buat, aku pun memberanikan diri untuk melangkah secara bertahap. Tema mengenai tulisan yang aku buat pun rasanya cukup dekat dengan banyak orang. Sambil melakukan riset, aku punya feeling, wah ini kayaknya bisa jalan nih. Dalam perjalanannya, karyaku pun akhirnya bertumbuh besar menjadi seperti hari ini.

P!: Spirit apa yang diwariskan orang tua yang selalu dipegang Marchella sampai hari ini? Gimana caranya untuk menjaga spirit atau semangat itu, karena kebanyakan orang bisa terlena dengan ketenaran yang ada?

Pastinya banyak banget sih, apalagi semua karyaku adalah bentuk dari keluargaku. Orang tuaku bukan tipe yang mengharuskan aku untuk menjadi seperti ini atau itu, jadi keluargaku tidak dibentuk untuk harus menjadi sukses, harus ada di peringkat satu, harus menjadi dokter, atau harus menjadi hal besar lainnya. Satu hal yang pasti adalah aku nggak boleh merepotkan orang. Aku harus bisa membawa hal baik, setidaknya untuk diri sendiri.

P!: Bagaimana pengaruh NKCTHI terhadap karier Marchella?

Aku jadi lebih semangat karena ternyata banyak yang suka dengan NKCTHI. Aku inget banget tentang proses mengerjakan NKCTHI ini, terutama saat aku melakukan riset di media sosial. Saat itu kan karyaku udah jadi sekitar 60 persen, kemudian saat aku riset kan terus berkembang. Nah, pas lagi buka-buka media sosial itu aku kaget banget, kok orang berani ya cerita tentang masalah-masalah mereka kayak gini, padahal mereka kan awalnya nggak tahu siapa orang di balik akun NKCTHI. Melalui proses itulah pikiranku semakin terbuka. Aku jadi semakin bisa berkompromi dengan banyak orang, aku juga bisa memahami berbagai macam perasaan.

P!: Apa yang Marchella rasakan ketika NKCTHI dan Generasi 90an diangkat ke layar lebar? Apakah ada ekspektasi tersendiri?

Aku menganggap bahwa karyaku ini adalah anakku yang selalu tumbuh dan berkembang. Anak-anakku ini, yang tadinya masih kecil dan baru mulai masuk sekolah dasar, sekarang sudah semakin bertambah usianya. Nah selain menjadi buku, karyaku ini juga menjadi konten, media, sampai event. Jadi, ada banyak turunan karyaku yang aku coba delegasikan. Untuk NKCTHI, aku percayakan sama Angga Dwimas Sasongko. Aku percaya, NKCTHI sudah waktunya masuk ke sekolah barunya, yaitu Visinema. Bagiku NKCTHI harus berkembang dan jangan dilarang-larang, karena anak kalau dilarang malah akan susah berkembang. Aku juga ikut untuk melakukan brainstorming dalam film NKCTHI. Mungkin aku nggak ada ekspektasi segala macam, tapi lebih ke arah penasaran, nanti bakal jadi seperti apa ya?

P!: Ngomongin soal buku yang akan datang, apakah "Pura Pura Bukan Manusia" akan menjadi kelanjutan dari NCKTHI dan KTBB?

Proses ke sana masih panjang ya. Pastinya "Pura Pura Bukan Manusia" masih satu universe dengan NKCTHI dan KTBB. Tema besarnya adalah mesin waktu dan pengikatnya adalah kapal kertas.

Komentar