ghosting header

Urusan cinta yang cukup 'menghantui'

 

Pada suatu hari, A berkenalan dengan B. Usut punya usut, B memiliki ketertarikan pada A. Keduanya pun langsung akrab dan sering berkomunikasi. B juga sering menemani A. Dan akhirnya A pun menaruh hati pada B. Namun suatu ketika, B menemukan ketidakcocokan pada A. Ia merasa ada sesuatu yang tidak sesuai. B pun memutuskan untuk tidak lagi dekat dengan A.

Familiar dengan cerita di atas? Pernah jadi A? Atau pernah jadi B?

Nah mari kita bahas yuk!

Kejadian pada cerita di atas emang biasa terjadi dalam kisah cinta anak muda. Ada sebuah istilah yang menggambarkan apa yang dilakukan oleh si B pada si A. Yakni Ghosting.

Eh nggak ada kaitannya sama horor-hororan yaa. Istilahnya aja pake kata ghost. Hehehe.

Menurut Urban Dictionary, Ghosting:

"When a person cuts off all communication with their friends or the person they're dating, with zero warning or notice before hand. You'll mostly see them avoiding friend's phone calls, social media, and avoiding them in public."
(Ketika seseorang memutuskan komunikasi mereka dengan teman atau orang yang mereka kencani, tanpa pemberitahuan sebelumnya. Kamu akan melihatnya menghindari telepon, media sosial dan jika bertemu di publik.)

Bahasa sederhananya, ghosting adalah gebetan lo yang tiba-tiba ngilang nggak ada kabar. Ilang aja gitu kayak ditelan bumi.

Tapi sebenernya apakah ghosting itu beneran ada? Apakah itu hanya ilusi?

Kalo P! jawab sih tergantung dari sudut pandang. Mari kita bedah!

Kalo dari sudut pandang si A, maka itu adalah ghosting. Si A adalah korban dari ghosting. Dia ditinggalin gitu aja tanpa pemberitahuan apa-apa.

Sedih nggak sih jadi si A? Ya sedih! Awalnya dikejar-kejar, eh pas ditanggepin malah ngilang. Udah gitu nggak pake bilang-bilang. Kan keki ya?!

Nah kalo dari sudut pandang si B, kejadian itu bukanlah ghosting. Pergi ketika proses PDKT berlangsung adalah hal yang wajar. Alasannya pun beragam, nggak cocok, kurang greget, atau umpannya di gebetan lain bersambut.

Nggak pamitan ketika pergi atau nggak ngasih alasan sebelum bubar pun dianggap hal wajar buat si B. Kenapa? Karena ya masih PDKT, bro-sist! Belum ada kewajiban untuk terbuka satu sama lain.

Terus terus gimana dong kalo aku jadi si A yang kena ghosting? Sedih akutu tau-tau ditinggalin gitu.

Yhaa wajar sih kalo sedih yaa. Namanya juga manusiawi. Kecewa dan sedih hal yang wajar apalagi kalo kita udah naruh perasaan ke orang itu.

Nah kalo udah kejadian, ikutin nih cara P!:

#1 Bersedihlah secukupnya

Eh sedih itu gapapa loh! Bersedihlah! Kecewalah! Wajar kok. Cuma secukupnya ya!

Salah satu cara melepaskan dan merelakan adalah dengan menerima perasaan sedih yang dialami. Jangan denial. Semakin lo berusaha sok tegar, semakin rasa sedih/kecewa lo makin besar.

Jadi sedihlah! Kecewalah! Secukupnya aja ya?!

#2 Alihkan pikiran ke hal-hal yang menyenangkan

Setelahnya, coba alihkan pikiran lo ke hal-hal yang menyenangkan. Baca buku kek. Dateng ke gigs kek. Makan makanan enak. Ngelakuin hobi sampe ikut komunitas. Apapun lakukanlah biar hati senang gembira.

#3 Semua hal terjadi ada alasannya, tapi nggak semua alasan harus dijelaskan.

Doi melakukan itu pasti ada alasannya. Sepenasaran apapun lo sama alasannya, inget nggak semua hal lo perlu tau. Ada hal-hal yang cuma bisa jadi misteri. Kalo emang lo perlu tau, lo akan menemukan jalan gimana buat tau alasannya pergi gitu aja.

Sebelum tulisan ini berakhir, P! cuma pengen bilang nihh buat para pejuang cinta di luar sana. Gini, kalo lo nggak suka digantungin, jangan ngegantuing orang. Kalo lo nggak suka ditinggalin gitu aja, jangan ninggalin gitu aja. Lakuin apa yang pengen orang lain lakuin ke lo, termasuk urusan hati ini.

Komentar