php ilusi

Dan kita semua pernah mengalaminya! 

 

Sebagai anak muda, kita semua pasti sering berurusan sama yang namanya cinta-cintaan. Naksir si A. Ditaksir si B. Eh jadinya sama C. Itu ilustrasi satu kasus aja. Di luar sana, ada banyak banget kasus-kasus percintaan yang merumitkan isi kepala.

Tapi yang menarik perhatian P! adalah soal PHP alias pemberi harapan palsu. Pasti lo udah nggak asing dong sama istilah tersebut?

PHP merupakan istilah yang menunjuk pada seseorang yang dianggap mempermainkan perasaan orang. Misal si A nih naksir si B. Kemudian mereka berteman. Kebaikan atau tingkah laku B seringkali dianggap sebagai perhatian oleh si A dan bikin A berbunga-bunga dan merasa cintanya bersambut. Sampai suatu ketika si B ternyata deket/jadian sama orang lain.

Dan BOOM! Si A menganggap B adalah PHP. Si A berpikir ngapain sih B baik dan perhatian tapi kalo jadinya sama orang lain? MENGAPA? MENGAPAAAAA????

Sekilas si B memang terlihat sebagai Pemberi Harapan Palsu. Dia bertingkah baik. Dia memberi perhatian. Salah lah pokoknya si B ini.

TAAAAPIIIIII kalo ditelaah lebih lanjut, B nggak salah! Label PHP dan konsep harapan palsu adalah sebuah ilusi. Yas kamu nggak salah baca. Harapan palsu adalah ILUSI yang dibuat oleh mereka yang patah hati.

Mengapa ilusi?

Ada yang pernah bilang kalo jatuh cinta itu berjuta rasanya. Nah orang yang tengah jatuh cinta terlalu fokus dengan berjuta rasa itu. Sampe kadang semua dikaitin sama rasa-rasa dalam hatinya alias nggak dipikir ulang. Nggak dicerna ulang.

Misalnya nih lo naksir cowok. Pas tau cowok itu suka makan nasi, terus lo merasa ada kecocokan. Ya padahal hampir semua orang Indonesia ya makan nasi. Contoh lainnya, pas lagi chat orang yang lo taksir nanya 'lagi ngapain?'. Sebenernya itu bukan perhatian, melainkan basa-basi. Semacam formalitas karena takut ganggu.

Kesibukan kita sama rasa-rasa itu, pun bikin kita suka sebebas mungkin mengartikan kode-kode yang ada. Kayak dia posting Instastory lagu, lo anggap sebagai kode buat lo. Dia ngelirik dianggap kode. Dia ngupil dianggap kode. Semua-mua yang dia lakuin lo anggap kode.

Padahal ya beb, nggak juga tuh beb! Nggak kode juga.

Nah dari itu semua, membuat harapan kita bertumbuh. Terus tumbuh subur seiring semakin lo merasakan sejuta rasa itu. Semakin lama semakin lo lupa untuk melogikakan semua yang terjadi. Dan berkilah atas nama cinta.

Manusia emang lebih memilih mendengar, melihat, dan berpersepsi seperti apa yang ia mau. Jadi ketika lo naksir orang, lo pasti mau dia naksir lo balik dong. Makanya semua yang dia lakuin lo asosiasikan sebagai balasan atas cinta lo. Padahal ya dari satu tindakan bisa menghasilkan banyak makna. Lo memilih makna yang menyenangkan hati lo, padahal bisa jadi yang sebenernya terjadi adalah makna yang lain yang lo abaikan.

Namanya hidup kak, nggak semua kayak yang kita pengen. Apalagi urusan hati orang. Semua ilusi yang udah lo buat pun membuat lo merasa cinta bersambut. Dan ketika kenyataannya nggak sesuai alias beda jauh dari harapan maka lo bakal kecewa. Lo merasa tertipu. Lo merasa kena tipu daya.

Dan karena pada dasarnya manusia nggak mau menyalahkan diri sendiri alias introspeksi, maka lo menyalahkan orang lain. Yas tidak lain dan tidak bukan adalah si gebetan lo itu. Maka lo melabelinya sebagai Pemberi Harapan Palsu.

Yas, jadi PHP dan harapan palsu adalah konsep ilusi yang kita buat karena kita patah hati. Karena cinta kita nggak bersambut. Karena dia nggak milih kita. Dsb, dsb, dsb.

Tapi jangan sedih kak. Kamu nggak sendiri. Di luar sana ada banyak kok orang yang membuat ilusi ini (termasuk eug yang nulis wkwkwk). Kita semua pasti pernah ngalamin.

Kita semua pernah delusi untuk urusan cinta. Tapi ini bukan jadi pembenaran buat kita selalu mengalami ini yaa. Nggak baik ah nyalahin orang mulu ketika lo patah hati.

Merasakan berjuta rasa pas jatuh cinta emang nggak apa-apa. TAPI JANGAN LUPA SAMA LOGIKA.

Komentar