i hate being weak and thats not okay

Lo harus kuat?????

Entah udah berapa kali dalam hidup, gue denger orang bilang "lo harus kuat". Nggak ada tuh yang bilang "lo boleh lemah" atau "to be weak is okay" atau "lemah adalah tanda kalo lo manusia biasa". Seumur hidup sih gue belom pernah dapat petuah kek gitu. Bahkan kayaknya hampir semua kata-kata bijak di buku atau quote dari motivator sebagian besar isinya pasti mendorong manusia buat jadi kuat. Ya awalnya sih gue mikir kalo itu emang bener. Apapun masalah yang dihadapi di hidup ini, kita harus kuat. Kita nggak boleh goyah apalagi nyerah sama keadaan. Kita nggak boleh lemah terus nggak mau usaha.

Via Tenor

Nah, berkat didikan dari kecil, ditambah lagi ucapan dari motivator, plus quote nyontek di Google, serta status fesbuk teman yang selalu mengatakan "lo harus kuat" dan "lo nggak boleh lemah", akhirnya kita 'terobsesi' untuk menjadi kuat termasuk gue.

Selama ini gue merasa bahwa salah satu tanda seseorang kuat adalah ketika dia bisa mandiri. Dia bisa melakukan semua hal sendirian dan dia sanggup menanggung beban seberat apapun sendiri tanpa harus ngasih tahu orang lain bahwa sebenernya dia ngerasa 'berat'. Gue nggak boleh nangis dan sedih. Pokoknya gue harus selalu terlihat tegar, baik-baik saja, bahagia, dan sentosa apapun masalah yang sedang terjadi. Dengan begitu orang akan menilai gue kuat.

Via Giphy

Lalu, gue tiba di suatu masa di mana gue mulai mempertanyakan kebenaran dari kalimat "lo harus kuat". Gue kok jadi ngerasa gara-gara kalimat itu terlalu didoktrin terus menerus akhirnya gue jadi terbebani. Gue jadi benci sama diri sendiri ketika gue menjadi lemah. Gue nggak suka ketika gue nangis atau ketika gue sedih di depan orang gara-gara lagi ada masalah. Gue jadi maksain diri untuk sok baik-baik aja padahal sebenernya ambyaaaar atikuuh. Huhuuuu~

Via Tenor

Kemudian gue mikir ulang dong. Gue nyoba instropeksi dan memahami lebih dalam lagi soal konsep lemah dan kuat. Gue telaah lagi kalimat "lo harus kuat". Makin lama gue mikir makin gue sadar bahwa gue nggak harus selalu kuat. Gue ini manusia biasa bukan dewa karena dewa nggak nerima vokalis yang suara nafasnya aja fals kek gue. Gue sadar bahwa gue punya kekuatan dan kelemahan. Gue punya kekurangan dan kelebihan. Itu artinya kadang lo juga boleh lemah. That's what makes you 100% human. Lo nggak harus menghindari momen ketika lo ngerasa lemah. Menurut gue, ketika lo bisa menerima titik tertinggi di hidup maka lo juga harus bisa menerima titik terendah dalam hidup. Menjadi lemah sesekali menurut gue nggak akan ngurangi nilai kehidupan. Justru itu yang membuat lo jadi lebih hidup. Udah bijak belom? Kalo belom, ya mohon dimaklumi kan eug bukan motivator. Nulis ini juga cuma dalam rangka curhat aja. Hihi.

Via Tenor

Inti dari tulisan panjang ini adalah nggak ada intinya atau kalo maksa harus ada intinya yaudah deh. Dalam hidup ini lo boleh lemah, lo boleh nangis, lo boleh sedih, lo boleh terpuruk, lo boleh untuk nggak baik-baik aja. Yang nggak boleh justru pura-pura baik-baik aja tapi numpuk nestapa di dalam dada. Sumpah, itu nggak bagus buat kesehatan mental lo. Iya gue setuju kok, kita harus jadi kuat tapi bukan berarti harus selalu kuat tiap saat tiap waktu. We should embrace all of our emotions including anger, sadness, happiness, anxiety, etc. Inget, di dunia ini nggak cuma ada hari baik tapi ada kalanya lo juga harus sial. Sama kayak ada masanya lo kuat tapi sesekali butuh menjadi lemah.

Komentar