header didi kempot 01

Kelingan ki!

Panggung demi panggung yang menghadirkan Didi Kempot masih kerap penuh dengan penonton. Ini membuktikan bahwa Didi Kempot bukan fenomena sesaat. Lagunya benar-benar sukses 'merangkul' semua kalangan, termasuk anak muda.

Btw, setelah menyimak beberapa penampilan Didi Kempot saat menghibur penggemarnya, P! menemukan sebuah keunikan tersendiri dari seorang Didi Kempot. Selain nggak malu untuk berkomunikasi dengan Bahasa Jawa, pelantun "Cidro" ini punya beberapa 'kata-kata sakti' ketika berdialog dengan fans di sela-sela penampilannya. Lewat 'kata sakti' Didi Kempot tersebut, P! mencoba meresapi betul-betul makna yang ada di dalamnya. Simak langsung nih hasil kontemplasi P! untuk 'kata sakti' Didi Kempot berikut.

1. "Lagu iki dijogeti alon-alon (pelan-pelan) ya, yang nyanyi hatinya."

Didi Kempot sepertinya paham betul bahwa mayoritas penggemar yang datang memang sedang ingin menikmati momen patah hati dengan lagu-lagunya. Jadi, walaupun sebuah konser identik untuk bersenang-senang, Pakdhe Didi tetap memahami perasaan penggemarnya. Ia paham kalau patah hati harus dihadapi secara perlahan, sehingga penonton pun tak perlu memaksakan diri untuk bergoyang meski beat-nya memang cocok untuk berjoget.

2. "Ono sing kelingan iki." (Ada yang teringat dengan masa lalu nih.)

Menurut P!, Didi Kempot ingin mengajak kita untuk tidak membenci kenangan. Jadikan masa lalu sebagai bagian dari kehidupan kita semua. Ambil pelajaran yang berharga agar kita menjadi manusia yang lebih baik ke depannya.

3. "Nyanyi bareng coba."

Alih-alih mengatakan, "Semuanyaaaa," atau, "Mana suaranyaaaa," Didi Kempot cenderung mengajak penonton secara lebih sopan untuk bernyanyi bersama-sama. Dari perkataan ini, kita bisa melihat bahwa dia tetap berusaha rendah hati karena memakai kata 'coba'. Yaps, kata 'coba' ini menunjukkan bahwa Pakdhe Didi tidak ingin memaksakan penonton nyanyi bareng, tapi ia lebih ingin mengajak siapapun yang ingin bernyanyi dipersilakan untuk mencoba mengikuti suaranya dan irama musiknya.

4. "Kanggo bakule kacang sing ning mburi." (Untuk penjual kacang yang ada di belakang.)

Didi Kempot benar-benar menyapa semua orang yang ada di area konser. Yaps, semuanya! Nggak cuma penonton, Pakdhe Didi juga nggak ragu menyapa dan mengajak para penjual kacang yang barangkali ingin ikut menikmati penampilannya. Duh, bener-bener perhatian deh Pakdhe Didi!

5. "Ora rugi aku nulis lagu iki mbiyen, tak rewangi entek kopi 14 cangkir." (Nggak rugi dulu aku menulis lagu ini, sampai aku bela-belain menghabiskan 14 cangkir kopi)

Dari perkataan ini, Didi Kempot seakan ingin mengatakan bahwa, nggak ada hal di dunia ini yang sia-sia untuk dilakukan, termasuk minum kopi empat belas cangkir! Dari kopi tersebut, Pakdhe Didi berhasil menciptakan lagu yang membawanya menuju ke tangga kesuksesan.

Kurang lebih itulah sederet kata-kata atau kalimat yang cukup familiar bila kita menyaksikan konser Didi Kempot. Semoga aja, P! nggak terlalu jauh berspekulasi dan mendapat persetujuan dari Pakdhe Didi yah!

Komentar