Senen lalu, gue dapet sebuah email dari pembaca Provoke! Online yang nya tentang nasib band-nya, apakah akan diterima oleh label/perusahaan rekaman. Bunyinya seperti ini:

“Mau nanya nih… gue punya band… aliran w alternatif… bikin lagu yg enk didenger aja ma orang2 banyak…

Personil w cuma Brtiga… gue abbay sebagai gitar.. elvan sebagai gitar dan fajar sebagai vokal..

Saat live. W maen versi acoustic.. tp di demo track, lagu w versi full musik band.. karna w n elvan bs ngisi track musik laen kayak bass. Drum n keyboard… jadi di demo track musik w full… cuma karna prsonil kita cuma brtiga.. jdi klw live.. kita ambil versi acoustic.. respon orang2 pun baik.. yaaa biarpun cuma ngisi acara2 biasa..

Menurut lo… apakah pihak lable mau nrima band yg posisi anggotanya cuma brtiga..?? Yg klw seandainya band w ngetop w akan pilih pemain editioanal buat bantu performa w di musik w yg fersi full…

Tolong di baca n di bales…”

Kriteria label nyari artis untuk di kontrak emang kadang unik, abstrak dan misterius. Ada artis yang suaranya biasa aja tapi bisa masuk label rekaman gede. Malah kita sering nemuin artis dengan talenta bagus tapi gak pernah dapet kesempatan rilis album di label rekaman. Meskipun begitu benang merahnya sama yaitu label nyari artis yang bisa datengin keuntungan, tapi keuntungan yang seperti apa yang sebenernya si label itu mau?

“Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak,” ini peribahasa yang kira-kira cocok dengan situasi kemisteriusan label rekaman nyari artis buat dikontrak. Peribahasa ini punya makna yang artinya kehidupan di masa mendatang adalah rahasia Ilahi. Jadi inget lagunya Ari Lasso nih gue.

Label rekaman setiap hari nyari atau istilah kerennya ‘talent scouting’ bakat-bakat yang ada buat diiket kontrak rekaman. Untuk hal ini, label rekaman ngasih wewenang khusus kepada sebuah divisi, namanya  A&R atau Artist & Repertoire. Divisi ini akan turun gunung, masuk café, datengin festival, sampe nongkrong berjam-jam di studio latihan anak band demi dapetin artis buat dikontrak.

Gue inget cerita Pak Jan Djuhana –The Godfather- waktu nemuin band-band kayak /rif dan Sheila On 7. Pak Jan ini ngeliat penampilan band-band ini jauh sebelum mereka seterkenal sekarang. Nama /rif mungkin udah berkibar di daerah Jawa Barat begitu pula Sheila on 7 yang juga mulai dapet atensi di daerah Jogja. Meski bermodalkan band yang cukup terkenal  tingkat wilayah saja, Pak Jan gak serta merta ngontrak mereka dan merilis album. Pak Jan adalah orang yang percaya akan materi lagu haruslah memuaskan, baru dia bakal yakin buat ngelempar lagu-lagu tersebut ke pasaran yang lebih luas.

Singkat cerita, kita kini dengar lagu-lagu /rif dengan lirik bahasa Indonesia yang akrab di telinga, sebelumnya mereka ngirim demo dalam bahasa Inggris. Dan juga lagu-lagu Sheila On 7 yang makin apik dengan imbuhan string section, yang kala itu jarang sekali ada di unsur musik pop.

Gue sendiri nyimpulin artis-artis yang berhasil dapat kontrak rekaman label adalah artis-artis yang beruntung, atau seenggaknya menurut gue artis-artis ini punya tiga hal, yaitu:

  1. Kualitas materi lagu. Sudah bukan rahasia lagi sih, lagu dengan durasi antara 3-4 menit yang biasanya memuncaki chart. Lagu-lagu dengan lirik yang jelas, dan susunan melodi yang pas biasanya juga jadi pertimbangan. Perlu digaris bawahi juga, urusan ‘yang pas’ ini sangat objective sekali, tergantung selera bapak-bapak dan ibu-ibu yang ada di A&R.
  2. .Jumlah penggemar yang banyak. Biasanya label akan nilai jumlah penggemar yang berpengaruh buat datengin keuntungan dari jumlah lagu lo yang diputar di YouTube.
  3. Punya komitmen buat berkarir di industri musik. Karena musik udah bukan hanya hobi dan dijadiin gantungan hidup, tentunya akan berdampak sama totalitas karya yang juga dihasilkan. Label rekaman bakal lebih sayang sama artis-artis yang punya komitmen.

Balik lagi ke pertanyaan Abbay, apakah mungkin bandnya yang punya 3 personil dapet kontrak rekaman label? Mungkin saja, kenapa nggak? Yang pasti lo musti konsisten bermusik dan menghasilkan karya.Urusan minim personil buat mainin segala macam alat musik sebetulnya udah bisa ditanggulangi berkat hadirnya teknologi sampling. Mungkin Abbay juga boleh ngulik-ngulik software musik dan bawa ke atas panggung buat jadi musik pendukung, teknik ini biasanya dipanggil Sequencer. Jangan sungkan bekerja-sama dengan musisi lain dan jadiin mereka sebagai additional musician buat bandnya Abbay. Yah boleh juga dicontoh Muse, band Inggris yang berpersonil 3 orang tapi bisa juga sukses di kontrak label rekaman dan mendunia.

Nah, kalau lo ngerasa selalu ditolak oleh label rekaman, mungkin lo bisa baca lagi artikel gue yang ini, “Masih Perlu Gak Sih Kontrak Rekaman Label?”

Punya pertanyaan seputar bisnis musik? Silahkan aja kirim ke gue di This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Komentar