Ini yang gue rasakan saat ini, ketika banyak musisi lebih sibuk meyakinkan fans musiknya untuk membeli CD ketimbang mendengarkan lagu yang telah dibuatnya. Padahal musisi itu kan tugasnya membuat musik, bagian menjual itu adalah urusan label atau perusahaan tempat kamu berpartner. Dan yang terpenting, bagaimana bisa loe meminta orang lain mengeluarkan duit untuk sesuatu yang mereka belum tau apakah uang yang mereka keluarkan itu layak untuk dibelikan CD kamu?

Gue bukannya naïf atau idealis dengan berpikir kalau musisi itu yah cuman mikirin musik tok. Memang benar, kenyataannya bisnis musik tidak selalu menjual musik. Lalu apa aja sih yang mereka jual?

Selama ini kita dibohongin oleh pabrik-pabrik CD dengan mengira produk musik itu adalah CD. Padahal CD hanyalah sebuah medium format untuk menyimpan musik. Bagaimana jika cakram padat tersebut diisi suara gue ngoceh seharian? Atau diisi dengan suara deburan ombak bersahut-sahutan di tepi pantai hingga burung camar terbang bermain di derunya air? Apakah CD tersebut akan laku dijual di pasaran dengan isi seabsurd tersebut?

Musik memberikan nilai (value) terhadap cakram padat dan membuat orang merasa layak mengeluarkan uangnya untuk membeli CD musik tersebut. Jika ditarik lebih jauh lagi, konsep tersebut pun telah diterapkan pada era Kaset (mudah-mudahan elo tau kaset itu apa), Vinyl, hingga gramophone. 

Jual beli musik yang terasa mendekati seperti membeli musik mungkin terasa saat yang dijual adalah sheet-musik. Yaitu selembar kertas berisi komposisi musik yang hanya bisa loe tau musiknya ketika loe memainkan sendiri komposisi tersebut. Atau saat seorang pencipta lagu menyerahkan hak eksploitasi lagunya kepada Publishing. Lalu kemudian publishing tersebut akan 'menjual' nya sebagai lisensi penggunaan dengan mechanical rights untuk rekaman dan synch rights untuk digunakan di film.

Definisi bisnis musik yang teranyar adalah bagaimana memberikan value dengan musik terhadap produk lain. Bisa itu benda, layanan atau juga tayangan pertunjukkan. Sebagai contoh membeli paket makanan di restoran ketika selesai membayar ternyata ada hadiah CD. Kamu merasa CD tersebut gratis padahal tidak. Restoran tersebut sudah membeli kepada si label untuk dapat menambah value pada menu makanan yang disajikannya.

Download musik pun tidak terasa seperti membeli musik karena satu dengan layanan musik menawarkan musik yang sama. Yang membuat konsumen mau mengeluarkan kocek lebih untuk itu adalah kenyamanan yang diberikan oleh layanan musik. Kenyamanan tersebut bisa dengan kemudahan untuk mencari lagu, kelengkapan katalog, harga yang wajar hingga proses mendapatkan lagu. Kenyamanan tersebut yang menjadi bisnis utama dengan musik menjadi nilai tambah.

Saat loe bermain musik di depan umum juga tanpa sadar telah melakukan bisnis musik dengan tidak menjual lagu. Yang loe jual adalah perangkat loe memainkan musik. Dengan brand alat musik yang terlihat mencolok, secara tidak langsung menginspirasi penonton loe untuk menjadi seperti loe dengan membeli alat musik tersebut. Bahkan ada kisah lucu, seorang komposer terkenal harus rela menutupi merk keyboard yang dimainkannya karena terikat kontrak endorsement dengan merk keyboard lainnya. Padahal sound keyboard yang mengendorse nya tidak memiliki jenis sound yang dia inginkan. Alhasil demi menginspirasi penonton membeli produk yang telah mengendorsenya dia pun menutupi merk keyboard yang digunakannya.

Di radio pun terjadi hal yang sama. Apalagi belakangan ini semakin terlihat jelas di Indonesia dimana radio tidak lagi menjadi hits-maker melainkan hits-player.  Radio ingin terus menjaga pendengarnya agar tidak berpindah ke gelombang radio lain dengan menggunakan musik. Berpegang pada semboyan memutarkan hits terbaik, lagu yang diputar pun hanya itu-itu saja. Tak mengapalah, selama radio dapat terus pemasukan dari iklan dan terus beroperasi, musik menjadi nilai tambah.

Konser pun tidak melulu soal menjual musik. Konser adalah perdagangan untuk mendapatkan pengalaman saat menonton musik secara langsung. Pengalaman inilah yang dijual oleh para promotor konser. Tata suara dan tata cahaya menjadi sangat penting dan harga mahal yang harus dibayarkan oleh penonton. Lihat deh video Perfume ini 

Dan dari orang-orang yang menonton ini, Perfume mendapatkan pemasukan lumayan bagus terutama dari sponsor.

Jadi bisnis musik memang tidak melulu soal menjual musik. Tetapi tentang bagaimana loe mendapatkan uang dari ketertarikan orang dengan musik loe. Catet baik-baik, dengan musik loe. Artinya esensi dasarnya adalah soal musik, mulailah dengan membuat musik dan mengenalkan musik dan lagu yang loe buat. Bukan langsung meminta orang untuk membeli CD!

Komentar