Siapakah gerangan cewek berparas cantik bersuara merdu yang mampu menyayat hati bak jelmaan Joni Mitchell ini? Dirimu mungkin samar-samar mengenal musisi yahud bernama Mian Tiara tapi asal tau aja prestatsinya di kancah musik Indonesia sungguh membanggakan!!!
Karir musiknya bermula sebagai penulis lagu untuk album Ermy Kulit, Andien, dan Indra Lesmana. Trus berlanjut berkoar-koar menjadi backing vocal buat Audy dan Good Night Electric. Ditambah pernah jadi tour manager White Shoes & the Couples Company. Kurang apa lagi? asam-garam dunia rekaman udah dicicipi. Tiga tahun menahan hasrat merilis karya ciptaanya, akhirnya Mian melahirkan album perdana yang diberi tajuk The Comfort of My Own Company meski dengan catatan harus curi-curi waktu buat bisa nyelesein rekaman di studio milik Riza Arshad. Lewat lagu-lagu berirama folk jazz kontemplatif bertema cinta ini, Mian mau membagi kenyamanan dan kejujuran dalam bertutur kata atas kejadian yang dialaminya sehingga bisa menginspirasi orang lain. Ternyata oh ternyata, inspirasi tulisannya bisa datang kapan saja dan dimana saja termasuk ketika ia berjalan-jalan menyusuri pantai saat bulan purnama dengan seorang teman baru dikenal yang namanya pun sekarang terlupakan namun terukir di lagu ‘Not Even Love’, aww so sweet!
Sebagai penulis lagu handal, Mian mengaku ogah ngasih karyanya ke sembarang orang! Mmm, mungkin ke semacem pemain sinetron yang mengaku bisa bernyanyi tapi kenyataanya justru merusak lagu kali yah… hihihihihi. Untuk bisa mencapai tahap seperti sekarang, cewek kembar ini bilang banyak melewati proses jatuh bangun. Dia percaya dia adalah manusia proses yang nggak boleh cepat merasa puas. Karena puas berarti stuck dan ujung-ujungnya bisa mematikan karya lo.
Nah, first single ‘Disapih’ ternyata bercerita tentang suatu momen dalam hidup dimana lo harus ngelepasin orang yang lo sayang. Tampak cucok nian buat jadi anthem perpisahan sekolah yang bentar lagi datang menghajar. Eh, tapi buat Mian sendiri, gak ada yang namanya kata goodbye, yang mesinya diomongin justru…see you later! Optimisme itu manis, teman.
Sesuai tema Adios Amigos, Mian ditantang buat bikin suatu karya dan mendemokannya bak sebuah patung selamat tinggal. Butuh waktu yang lumayaaaannnn lamaaaa buat nyelesain misi ini, yang dengan asiknya doi beralasan kalo doi adalah mahluk proses… ah yaaa ya ya!
*as seen on Provoke! ed 44: Adios Amigos
Category: Feature, Indopendent, Music
Tags: Indopendent, jazz, mian, Provoke!, tiara
Like This Articles?
Share it To Your Friends!



