Bayangkan suatu hari lo sedang berjalan seorang diri, memikirkan urusanlo sendiri, tiba-tiba saja tanpa dinyana dan tanpa dikata, semua orang-orang di sekitar lo tiba-tiba maen gebuk bantal. Mereka main gebuk bantal selama beberapa menit dan tiba-tiba saja, sebelum lo menyadari apa yang terjadi, mereka bubar dan beraktivitas lagi, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Random!
Sebelum lo bingung lebih jauh lagi, itulah yang disebut dengan Flash Mob: sebuah aktivitas absurd yang dilakukan oleh sejumlah orang random yang juga sama-sama tidak mengenal satu sama lain. Hah, kok bisa begitu? Gimana janjiannya? Hubungan telepatikah? Ternyata ga seribet telepati kok. Cuma lewat email-email gerilya yang dikirimkan secara sangat rahasia ke sesama flashmobbers. Email ini menjelaskan sebuah rencana yang sungguh sangat mendetail sekali, mulai dari waktu, tempat, kegiatan, sampai rencana serangan berikutnya. Kenapa harus detil-detil sih? Ya supaya ‘serangannnya’ berhasil dong. Kalo sampe gagal kan jadi gak lucu.
Flash Mob sendiri “diciptakan” oleh Bill Wasik, senior editornya Harper’s Magazine pada tahun 2003. Tujuannya adalah untuk mengejek para hipster yang selalu ingin menjadi bagian dari “the next big thing”. Ketika itu, Bill ngajakin sekitar 100 orang buat kumpul di sebuah department store yang jual karpet mahal, trus 100 orang itu berdiri aja ngiterin tuh karpet. Kalo ada penjual toko yang nyamperin, mereka disuruh bilang kalo mereka mau beli ‘love rug’ dan mereka membuat keputusan bersama.
Contoh flash mob yang terkenal adalah silent disco di London, bulan April 2006, dimana di berbagai stasiun kereta bawah tanah London, orang-orang berkumpul dengan membawa MP3 player mereka masing-masing dan pada waktu yang ditentukan tiba-tiba mulai menari-nari dengan alunan musik dari MP3 player mereka masing-masing. Menurut laporan, ada sekitar 4000 orang yang ikutan di London Victoria Station. Bayangin kalo lo ada di situ saat itu dan gak tau apa yang sedang terjadi. Pasti super absurd.
Suarakan Opini!
Tapi yah, keabsurdan dan kebodohan riang gembira ini emang esensi dari ‘kegiatan’ ini. Bodoh-bodoh bergembira yang dilakukan beramai-ramai ini justru bisa jadi statement untuk menarik perhatian, sekaligus menyampaikan pesan-pesan tertentu. Banyak flash mob yang dilakukan justru sebagai ajang buat menyuarakan opini terhadap isu tertentu dengan cara yang cihuy tentunya.
Sebulan selepas meninggalnya Michael Jackson, misalnyam para penggemar king of pop di Stockholm dan Montreal mengadakan Michael Jackson Flashmob Dance Tribute. Mereka jogedan pake lagu ‘Beat It’ di tengah keramaian buat nunjukkin kecintaan mereka terhadap Jacko. Beat iiitttt!!!

Sementara itu, para mahasiswa di Universitas Cincinnati menggunakan flashmob buat protes terhadap kebijakan negara bagian mereka yang melarang pernikahan sesama jenis. Mereka ke tengah kota, tiba-tiba memplester mulut mereka dan mulai melakukan gerakan-gerakan emosional, seperti nangis dadakan, pelukan, atau bengong di keramaian. Aksi mereka tentu bikin kaget orang-orang yang gak tahu-menahu, tapi mereka mendapat perhatian dan pesan mereka pun terdengar!
Kebodohan emang gak meaning kalo cuma sekedar bodoh, tambahkan sedikit kreativitas dan keabsurdan lo ke dalamnya, boleh juga pake campuran aspirasi yang pengen lo sampaikan ke orang banyak, dan voila! Eh ngomong-ngomong, di Indonesia kayaknya belum pernah ada yang nyoba loh. Bikin yuk!
*as seen on Provoke! ed 42: Baka! Baka! Baka!
Category: Common Ground, Feature, Fun Fun Fun
Tags: common, flashmob, ground, majalah, original article, Provoke!, sma
Like This Articles?
Share it To Your Friends!




Tweets that mention P! Original Article: Flash Mob | Provoke Online -- Topsy.com Says,
[...] This post was mentioned on Twitter by Septiyan Hary, Henry Leonardo and Dilla Mo Anbrawks, ProvokeMagazine. ProvokeMagazine said: Artikel yang bisa bikin lo keliatan cerdas di mata gebetan! Ayo baca: http://bit.ly/bQZAWv [...]
on 31 May 2010 / 11:57
bo Says,
Heh pernah baca nih di provoke dulu dulu! Bikin yukkk di jakarta! Ahii
on 31 May 2010 / 12:06
onae Says,
kereeeeeeeen…hahaha. gokil juga kalau di indonesia ada
on 31 May 2010 / 12:22
bitebybeat Says,
beuuuh boleh tu boleh bikin nyokk… wahaha pasti keren tuh..
on 31 May 2010 / 17:36
kareene Says,
yuuukkkkk bikiiiinnnnnn!!!!! i’m iiiiinnnnnn!!!! hahahaha..
on 01 Jun 2010 / 03:12
Adri Says,
Ngomongin Flash Mob kok ga ngebicarain Improve Everywhere ? Flash Mob yang dibuat Charlie Todd ini udah dibuat dari taun 2001 loh..
on 03 Jun 2010 / 01:45
bo Says,
iya iya improv everywhere kayaknya gue pernah liat deh, kocak juga!! ada yg gapake celana di subway kan? hahaha
on 07 Jun 2010 / 08:29
Fanny Nuraini Says,
di indonesia pernah ada lhoo flashmob! waktu itu lagi di mall di daerah senayan, tiba-tiba ada sekumpulan orang nari-nari gitu tiba-tiba, terus bubar ya bubar aja. tapi sayangnya flashmobnya kurang berhasil ah karena terlalu direncanain, bahkan baju dan dandanannya dibuat seragam, jd kayak kurang natural.
on 18 Sep 2010 / 11:36
Putra Says,
SAYA IKUTTT!!!
on 21 Sep 2010 / 13:13