Image result for galaksi bima saktiIni pasti bentuknya kayak telor ceplok nih!

Lo pasti tau kan sama Galaksi Bima Sakti? Pasti kayaknya udah jadi pengetahuan dasar setiap orang di Indonesia deh. Soalnya, pasti lo semua udah diajarin sama guru lo tentang tata surya ketika lo masih SD. Ya nggak neehhh??

Kalo ngomogin soal Galaksi Bima Sakti. Apasih yang bakal ada di pikiran lo? Pasti lo cuma berpikir kalo Galaksi Bima Sakti cuma berbentuk bulat pipih yang berisi gas sama bintang doang kan?

Image:Via NBC

Eitss, kalo lo beranggapan kayak gitu ternyata masih kurang tepat loh guys! Kenapa? Karena gambar tiga dimensi Galaksi Bima Sakti udah terungkap nih sama astronom dari China dan Australia.

Kalo lo liat hasil gambar itu, Galaksi Bima Sakti ini ternyata menekuk di pinggirnya loh guys. Makanya semua anggapan ahli soal bentuk Galaksi Bima Sakti yang berbentuk bulan dan pipih udah nggak berlaku lagi.

Penelitian ini sendiri kabarnya udah dilakukan dari Universitas Macquarie dan Akademi Sains China. Hasil penelitian itu akhirnya dipublikasi pada 5 Februari di jurnal Nature Astronomy.

Dari penelitian ini kita akhirnya bisa mengetahui banyak hal. Karena sebelumnya selama ini kita telah kesulitan untuk memotret Galaksi Bima Sakti.

Related imageVia Ravishly

Dikutip dari Science Daily, Xiaodian Chen mengatakan, "Sangat sulit untuk menentukan jarak dari matahari ke bagian cakram gas luar Bima Sakti tanpa memiliki gambaran yang jelas soal bentuk cakram itu sendiri".

Kalo lo belum tau, peta tiga dimensi ini diperoleh dari data yang berasal dari tipe bintang Cepheids klasik yang baru aja dipublikasi. Cepheids ini merupakan bintang yang ukurannya 20 kali lebih besar dan 100 ribu kali lebih terang dari Matahari.

Dan lucunya, Cepheids ternyata mampu menghasilkan cahaya yang berdenyut. Denyut-denyut cahaya itu berdenyut dengan waktu yang udah terjadwal loh guys. Gokil nggak sih??

Nah dengan mengamati kecerahan dan momen detak bintang ini, para astronom bisa menggunakan pengamatan itu sebagai tolak ukur kosmik. Nantinya astronom pun mampu menentukan lokasi bintang-bintang dan akhirnya bisa menentukan bentuk keseluruhan dari galaksi Bima Sakti.

Sedangkan Heidi Jo Newberg selaku astrofisika dari Institut Politeknik Rensellaer di Troy punya anggapan lain. Doi beranggapan kalo penelitian ini bertujuan untuk melacak bentuk lekukan bintang di cakram dengan cara yang lebih baik.

Peneliti juga beranggapan kalo lengkungan itu kemungkinan disebabkan oleh sebuah torsi. Dan torsi itu disebabkan akibat rotasi cakram di bagian dalam Bima Sakti yang berisi sekitar 100 miliar bintang. Gimana nih menurut lo gengsss???

Komentar