d p6h8bxkaupk 4

Mantul!

Gianluigi Buffon akhirnya kembali ke 'rumah' setelah satu tahun pergi meninggalkan Juventus untuk berlabuh ke Paris Saint-Germain. Tak perlu waktu lama bagi Buffon untuk menerima panggilan Si Nyonya Tua. Buffon memang hanya terikat kontrak satu musim di PSG, tapi ia sebenarnya mendapat tawaran untuk memperpanjang masa baktinya, walau pada akhirnya ia menolak tawaran itu. "Aku memutuskan untuk kembali. Ketika keluarga memanggil, satu-satunya jawaban adalah 'aku ada di sini'. Ini adalah awal dari babak baru dalam perjalanan panjangku. Aku kembali ke tempat yang dengan bangga aku sebut sebagai 'rumah' dan aku melakukannya dengan semangat yang sama, cinta tak terbatas, dan determinasi penuh," kata Buffon. Btw, kepulangan Buffon ini menyisakan berbagai fakta yang menarik untuk disimak.

1. Potensi memecahkan rekor di Serie A.

d p6h6 xuaenjo5
via juventusfcen

Buffon memang tidak mendapatkan jaminan untuk menjadi kiper utama di Juventus, tapi kepulangannya ini membuka peluang bagi Buffon untuk menjadi pemain dengan catatan penampilan terbanyak di Serie A. Rekor itu bisa diraih Buffon jika ia mendapatkan minimal delapan kali penampilan untuk Juventus di musim 2019/2020. Buffon sejauh ini sudah 640 kali bermain di Serie A, hanya berselisih tujuh penampilan dari Paolo Maldini sang pemilik rekor jumlah penampilan terbanyak Serie A.

2. Menjadi bagian manajemen klub.

Selain menjadi pemain, Buffon juga dipercaya terlibat dalam kegiatan administrasi klub, sebelum masuk ke manajemen secara penuh di musim berikutnya. Buffon dinilai punya cara birokrasi yang tepat untuk membantu Juventus di masa depan.

3. Menolak tawaran klub Inggris.

d p6h8uxyaa2sv6

Agen Buffon, Silvano Martina mengatakan bahwa Buffon mendapatkan banyak tawaran, khususnya dari Premier League dan tim besar lainnya. Martina enggan menyebut nama, tapi ia merasa bahwa publik bisa memahami keputusan Buffon dengan mudah. Menurut Martina, Buffon selalu membuat pilihan dengan hati dan bukan untuk dompet. "Kalian bisa membandingkan kepulangannya seperti seorang suami yang setelah bertualang tidak sabar untuk memeluk istrinya lagi. Cinta Buffon untuk Juventus sangat kuat. Turin adalah rumahnya, sangat penting bahkan untuk keluarganya. Semua keluarga Buffon tinggal di Turin. Di usia Buffon yang sudah 41 tahun, tinggal bersama keluarganya adalah hal yang penting," kata Martina.

4. Main bareng Cristiano Ronaldo.

bfn960
via givemesport.com

Setelah kerap berduel dengan CR7, Buffon akhirnya berada di tim yang sama dengan sang megabintang. Buffon pun mengatakan bahwa pengalamannya bermain di Cristiano Ronaldo adalah momen yang indah. Apalagi di akhir kariernya, Buffon juga sudah merasakan bermain degnan Neymar dan Kylian Mbappe. Buffon pun menilai bahwa momen kali ini bisa menjadi cara untuk mengakhiri karier dengan luar biasa.

5. Menolak nomor punggung "1" dan ban kapten.

Selain tidak menjadi bagian dari tim inti, Buffon dengan mantap menolak pemberian ban kapten dari Giorgio Chiellini dan nomor punggung satu milik Wojciech Szczesny. "Aku berterima kasih kepada Szczesny dan Chiellini yang menawarkan kepada saya jersey nomor "1" dan ban kapten. Namun, aku kembali ke sini bukan untuk mengambil sesuatu dari seseorang atau merebutnya lagi," ujarnya. Buffon pun memilih untuk memakai nomor "77" dengan pertimbangan sejarah. Nomor punggung "77" dianggap Buffon sangat merepresentasikan perjalanan kariernya. Ia sempat memakai nomor ini di Parma dan dianggap memberi banyak keberuntungan.

photo header via juventusfcen

Komentar