porthlash img 20200219 wa0028

Sebuah pembuka yang apik jelang rilisnya album perdana.

Band alternatif rock asal Malang Porthlash merilis single pertamanya yang berjudul "Senandung Terang". Dirilis dalam format video lirik, lagu perdana Porthlash ini sudah bisa dinikmati di kanal YouTube mereka mulai Kamis, 20 Februari 2020. Menurut keterangan yang diterima Provoke!, pembuatannya terinspirasi dari perjalanan hidup manusia, yang sudah pasti pernah mengalami fase keterpurukan. Entah itu terpuruk karena masalah percintaan, karir, keluarga, pertemanan, dan lain-lain.

"Senandung Terang" berkisah tentang seseorang yang dulunya terpuruk dalam kesedihan, lalu berangsur-angsur bangkit. Cornelius Karuniapio Threeding (Pio) selaku vokalis menyampaikan, "Senandung Terang" bisa saja dimaknai seperti halnya proses move on dalam hal percintaan. Ia menyampaikan, awal lirik pada single ini mengungkapkan kesedihan dalam keterpurukan. Hingga pada saat reff menemui kesadaran untuk tidak terkungkung dalam keterpurukan tersebut.

"Manusia pastinya pernah berhenti sejenak pada proses keterpurukan, khususnya dalam urusan memadu kasih dengan pasangan lawan jenis. Di mana proses bangkit dari keterpurukan tersebut benar-benar dapat membentuk jati diri seseorang yang sebelumnya hancur lebur menjadi pribadi yang tabah dan bijaksana," beber Pio.

porthlash img 20200219 wa0030

Mengusung genre alternatif rock, Clementinus Ken Baruna (Ken) selaku gitaris sekaligus komposer dan produser menyampaikan bahwa single ini terinspirasi dari musik di era 90-an akhir dan 2000-an. "Kami semua satu band seumuran. Dan sama-sama mulai menyukai musik di tahun 90-an akhir dan 2000-an. Jadi terinfluence dengan band-band di tahun itu yang sering muncul di MTV," papar pria berkacamata ini. Band-band yang dimaksud Ken di antaranya adalah The Smashing Pumpkins, Foo Fighters, dan Snow Patrol.

Maka dari itu, sambung Ken, single ini memiliki komposisi yang simple, chord-chord yang sederhana, dan lirik-lirik yang rendah hati. "Tone drum dan tone gitar itu khas 90-an banget. Tidak banyak efek aneh-aneh. Kami juga pilih lirik bahasa Indonesia agar lebih mudah menyampaikan pikiran," imbuhnya.

Sementara, untuk video lirik digarap oleh M. Hafiyyan Nur Cholis (Hafi) selaku bassist. Ia menyampaikan, video lirik ini dibuat sesederhana mungkin dengan gear seadanya. "Kami mencoba menyuguhkan konsep sederhana, namun masih dapat dinikmati baik secara gambar maupun sebagai video lirik. Kendalanya mungkin cuaca Kota Malang yang akhir-akhir ini cenderung hujan dan bahkan banjir. Dengan konsep riding-take, tentu hal tersebut mempengaruhi," tandasnya.

Octavianus Brahma (drummer) menyatakan, single "Senandung Terang" merupakan pembuka album pertama dari band yang beranggotakan Clementinus Ken Baruna (Ken) pada Gitar, Cornelius Karuniapio Threeding (Pio) pada Vokal, Dilian Caesar Rura Patulak (Dedek) pada Gitar, M. Hafiyyan Nur Cholis (Hafi) pada Bass, dan Octavianus Brahma (Brahma) pada Drum. Album tersebut rencananya akan dirilis tahun ini. "Kami masih mempunyai dua single lagi yang sedang melalui tahap mixing dan mastering oleh Bambang Iswanto dari The Morning After," pungkas Brahma.

photo via Porthlash

Komentar