Foto dari Ignatius Ivan & Cheppi Roma
 
Buat sebagian orang, angka 12-12-12 mungkin identik sama kiamat ato tanggal buat jadian yang keramat, tapi beda lagi sama anak-anak indies(sebutan buat pencinta musik brit pop di era 90an) di Jakarta. Tepat di hari itu, ada band legendaris ibukota yang–setelah sekian lama–akhirnya kembali ngeluncurin album baru. Sebagai band yang besar di jaman keemasan buat musik alternatif lokal ini, munculnya kembali rumahsakit emang udah amat sangat ditunggu oleh mereka yang rindu sama hingar bingarnya era 90an tersebut.
 Gak cuma yang besar di akhir abad 20 itu aja, banyak anak-anak muda yang juga penasaran untuk nyicipin aksi para tetua indies ini. Dengan animo yang segitu gedenya, gak heran kalo 1 jam sebelum dimulai, banyak calon penonton yang udah memadati area Cilandak Town Square. SRM Management selaku panitia acara bahkan sampe ngejual tiket tambahan karena banyak dari mereka yang gak kebagian tiket.
 
Acara dibuka dengan penampilan L’Alphalpha. Agak  aneh mungkin mengingat band yang satu ini dikenal dengan musik dreamy mengawang yang berbeda gaya sama pengisi acara lainnya. Tapi toh, musik mereka justru pas banget buat dijadiin pemanasan sebelum digempur abis-abisan sama si empunya acara nantinya. Setelah memainkan sekitar 4 lagu, tongkat estafet kemudian diberikan kepada Ballads of the Cliche. Sebagai band yang sempet ngerasain era keemasan Poster Cafe waktu itu, BOTC mendedikasikan aksinya buat mereka yang pengen nostalgia indies dengan full ngebawain lagu-lagu brit pop di era itu. Nomor-nomor cantik kaya Disco 2000-nya Pulp dan Every You, Every Me dari Placebo berhasil bikin penonton jejingkrakan ceria, mungkin sambil ngebayangin hingar bingar serupa ketika Poster Cafe masih menjadi wadah untuk mereka yang dulu ingin bersukaria sama lagu-lagu tersebut.
 
Selesai ngebawain lagu dari The Stone Roses, Ballads of the Cliche kemudian langsung turun dari panggung. Inilah saat yang ditunggu-tunggu… Tak berapa lama, lampu pun mulai dimatikan. Dari LCD di samping background panggung, muncul sebuah klip berisi para tokoh musik independen nasional beserta anak-anak mereka yang masih balita. Yaps, mereka yang hadir malam itu mendapat kehormatan buat jadi saksi peluncuran perdana video klip dari Bernyanyi Menunggu, single pertama di album terbaru rumahsakit, 1+2. Selesai pemutaran, Intro Hilang pun dimainkan, disambut dengan sorak sorai penonton yang semakin menggelegar ketika sang vokalis, Andri Lemes naik ke atas panggung. “Jangan biarkan aku, jangaaaan hilang!” dikumandangkan dengan lantang oleh para penonton, menenggelamkan suara sang vokalis.  Seakan gak pengen ngasih istirahat buat audiens, rumahsakit kemudian langsung menggempur dengan lagu andalannya lagi, Kuning. Penonton pun langsung merespon bahagia.
 
rumahsakit  juga memperkenalkan track terbaru mereka malam itu. Lagu Bernyanyi Menunggu yang sebelumnya sempat diedarin gratis di awal bulan November  kemarin jadi salah satu track yang mendapat respon luar biasa dari penonton. Begitu juga dengan lagu lainnya seperti Sirna dan Selamanya. Klimaks pastinya ada di akhir acara. Setelah sempet ngegodain penonton untuk mancing teriakan encore,venue seakan dibuat pecah ketika intro Pop Kinetik dimainkan. Tanpa disuruh, penonton langsung ikut naik ke atas panggung seraya menyanyi dan jejingkrakan bersama. Gak ketinggalan, Andri Lemes pun sempat dibopong pula.
 
Ketimbang ngomongin kiamat, 12.12.12 kayanya lebih tepat kalo disebut sebagai hari yang berkesan dimana rumahsakit berhasil mengajak para penontonnya kembali ngerasain atmosfer dan aura di jaman Poster Cafe, era keemasan saat animo penonton akan musik alternatif yang berbeda masih menggebu-gebu dan menggelora. Penonton, baik yang pernah merasakan atau sebelumnya baru bisa membayangkan era tersebut, tampaknya bisa tersenyum puas menyaksikan salah satu sejarah yang terjadi di tahun 2012 ini. Salut!
 
Provoke! kebetulan sempet mendokumentasi kejadian istimewa itu. Nah, buat lo yang gigit jari gara-gara gak nonton konsernya kemarin, yuk nonton video dokumentasi “kasar” yang dipenuhi dengan hentakan dan goyangan hasil jejingkrakan dashyat para penonton.
 
Silahkan disimak!
 
 
 
 
 
 
 
 

Komentar