Di jaman ketika wabah selfie semakin merajalela di berbagai media sosial, kita memerlukan perangkat penunjang yang mumpuni agar kegiatan narsis terus berjalan lancar.
 
Jika kamera handphone lo sudah memiliki resolusi tinggi, akan sangat mubazir jika foto diri yang lo ambil masih sangat terbatas ruangnya. Foto diri jarak dekat dengan penampakan tangan lo sudah harus ditinggalkan jauh-jauh. Karena foto tipe tersebut terasa so-2009an.
 
Berita gembira untuk semua, perkembangan teknologi bergerak sangat cepat, dan kini sudah hadir sebuah tongkat ajaib yang akan membawa kegiatan narsis ke tingkatan selanjutnya. Tongkat ini sebelumnya dikenal di kalangan pengguna DSLR dengan nama monopod dan biasa digunakan untuk mengambil gambar dengan posisi sulit.
 
Kini tongkat ajaib tersebut berubah fungsinya untuk mengambil gambar terbaik dari foto diri. Tongkat ajaib ini kini juga dikenal dengan nama baru: Tongsis yang merupakan singkatan dari Tongkat Narsis. Penggiat fotografi bernama Baba Dito Respati konon yang mencetuskan nama Tongsis yang menurut pengakuan dirinya terinspirasi dari kelompok Front Pembela Narsis.
 
Tongsis adalah nama paling sempurna yang dapat diberikan kepada tongkat ini. Selain mengandung hawa narsis juga mengandung isu gender yang kuat. Jika dinamakan Tongbro rasanya tidak tepat karena persentase bro yang suka selfie memang lebih dikit daripada sis yang hobi selfie.
Tongsis ini bukan so nice yang tinggal LEP karena tidak bisa dikonsumsi oleh tubuh. Tongsis hanya bisa dikonsumsi oleh jiwa yang haus akan pujian seperti “Cantik banget fotonya” atau “Wah makin langsing aja badannya” Pujian-pujian itu hanya dapat datang di saat teman kita melihat foto diri kita sendiri. Siapa lagi kalau bukan kita yang sanggup untuk memlilih foto terbaik diri sendiri untuk disebarkan di sosial media dan layak mendapatkan pujian.
 
Tongsis semakin dikenal masyarakat ketika seorang anggota komunitas Iphonesia yang diundang oleh ibu Ani Yudhoyono untuk photowalk di istana Bogor memberikan tongsis ini untuk ibu Ani sebagai hadiah ulang tahun beliau. Momen pemberian Tongsis kepada ibu Ani tersebut diabadikan oleh banyak pihak yang memperlihatkan salah satu anggota iPhonesia tersebut sedang narsis bersama ibu Ani dengan Tongsis.
 
Dan sejarah pun berbicara.
 
Kini Tongsis mudah ditemui di berbagai kegiatan berkumpul bersama atau pada saat traveling. Kini kita tidak perlu lagi mengorbankan salah seorang teman untuk memegang handphone pada saat foto bersama dan juga tak perlu lagi meminta pelayan restoran untuk menjadi juru foto dadakan karena kemungkinan blur di foto jepretan pelayan restoran juga sangat besar.
 
Karena Tongsis, kegiatan foto bersama menjadi lebih mudah. Karena Tongsis sifat narsis kita bisa semakin merajalela. Tongsis adalah penyelamat kehidupan bangsa Indonesia yang penuh akan narsisme.
 
Sesuai dengan asas “Gak Narsis, Gak Eksis” seperti yang diamalkan oleh penjual Tongsis terbesar di Indonesia, mari kini angkat Tongsismu tinggi-tinggi dan berikan senyuman terbaikmu.
 
Hanya satu pesan gue, pastikan kalau lagi memakai Tongsis, tidak ada yang menelepon, karena akibatnya akan mengganggu kenyamanan pandangan masyarakat sekitar.
 

Komentar