Checklist sebelum merilis album rekaman

Kali ini gue mau berbagi tips dalam mempersiapkan perilisan album rekaman.

Bahasan gue lebih kepada proses marketing dan promosi, jadinya untuk produksi rekaman beserta teknik rekamannya gue serahkan kepada yang lebih ahlinya.

Setelah proses rekaman usai biasanya manajer ditantang untuk dapat menjual produk album rekaman ini dengan sukses. Gue disini memang sengaja tidak melibatkan manajer dalam proses produksi sebuah album rekaman karena memang bukan porsi dia untuk menilai. Biarkanlah produser yang bekerjasama dengan musisi untuk dapat melahirkan karya yang mutakhir.

Berdasarkan pengalaman gue mengurus rilis album-album rekaman, biasanya ada beberapa check point untuk memastikan rencana rilis ini berakhir sempurna.

1. Memilih Partner Distribusi

Ini adalah langkah pertama kita untuk menentukan produk rekaman kita akan dijual diman dan kapan. Serta bagaimana kesiapan untuk memperlancar proses distribusi produk rekaman tersebut. Disini termasuk produk rekaman berupa fisik seperti CD dan kaset ataupun digital. Untuk produk fisik pastikan slot di tempat mereka jualan tersedia pada tanggal rilis yang telah disepakati bersama. Lalu tentukan model bisnisnya apakah akan konsinyasi , dalam partai besar atau dengan model co-op.

Kalau produk digital tentukan aggregator yang dapat mengakomodir distribusi seluas-luasnya. Pastikan partner distribusi/aggregator ini dapat memberikan kepastian akses untuk mengunduh lagu pada tiap-tiap toko musik digital tersedia pada tanggal yang ditentukan. Ini agak tricky terutama bagi yang memberlakukan masa embargo sebelum masa rilis. Karena selama masa embargo tersebut toko musik digital biasanya tidak bisa mengeluarkan url atau kode untuk mengunduh lagu. Bernegosiasilah untuk menemukan jalan tengah yang saling menguntungkan.

2. Legalitas/Perjanjian Internal 

Sebelum rilis atau malah sebelum rekaman sebaiknya secara internal harus disepakati tentang pembagian royalty. Siapa yang menulis lagu? Siapa yang menjadi musisi pendukung? Bagaimana porsi pembagian keuntungan? Hingga berapa yang harus disisihkan untuk manajemen dan cadangan dana. Jangan sampai sudah rilis terus bubar gara-gara duit. Inget yah, duit gak kenal teman atau sodara nih.

3. Periksa kelengkapan produksi.

Ini meliputi dari memeriksa design artwork sampul album. Apakah judul lagunya sudah sesuai? Bagaimana dengan lirik lagu nya apakah akan dimasukkan semua? Lalu jangan lupa untuk memeriksa bagian credit title jangan sampai melewatkan ucapan terima kasih kepada orang yang telah membantu proses rekaman. Kalau perlu ini dicetak proof print nya untuk memastikan warnanya pas.

Bukan berarti kalau kamu tidak merilis album fisik kamu bisa melewatkan check point ini. Karena kelengkapan file lagu rekaman juga adalah bagian yang harus diperhatikan. Metadata lagu seperti judul, nama artis, tahun produksi, nama label, jenis musik, kode lagu ISRC dan sebagainya haruslah lengkap. Ketika master sudah masuk tahap produksi artinya semua sudah final dan kesalahan pengisian terhadap data-data ini harusnya nihil.

4. Press Kit & Publicity

Press kit ini adalah kelengkapan lainnya yang menunjang sisi informative dari rilisan album rekaman kita. Press kit bisa terdiri dari narasi singkat mengenai album rekaman yang dibuat. Bisa itu tentang proses rekamannya ataupun kisah tentang lagunya satu demi satu. Sertakan juga biografi singkat tentang band nya dan masing-masing personilnya. Sertakan satu atau dua foto yang paling baik agar media dapat menggunakannya dengan segera.

Untuk versi yang lebih advanced, press kit juga berisikan rekaman video behind the scene dari proses rekaman album ini. Testimonial dari orang-orang penting disertakan dalam video demi meyakinkan kualitas album yang kita rilis sangat mumpuni.

Siapkan juga materi untuk dinaikkan di website official band dan juga social media. Bangunlah rasa penasaran orang untuk menantikan perilisan album rekaman dengan artikel yang menarik. 

5. Jadwal rekaman, mixing dan mastering

Buatlah sebuah jadwal rekaman dengan pihak studio beserta para personil band. Pastikan tiap personil band beserta elemen pendukung produksinya mentaati jadwal yang telah dibuat. Lalu tentukanlah deadline, jangan sampe proses kreatifitasnya menjadi molor terlalu lama karena terlena mengulik suara yang terbaik. Setelah itu, dengarkan lagu yang selesai direkam itu bersama-sama untuk mendapatkan kata sepakat untuk album yang akan segera di mixing lalu di mastering.

6. Rencanakanlah promosi

Promosi album baru dimulai bukan pada saat album rekaman telah selesai di rekam. Justru saat proses rekaman berlangsung, promosi harus sudah dijalankan. Tentukanlah siapa partner media yang dapat membantu mengabarkan selama proses rekaman berlangsung. 

Tentukan juga kapan tanggal hearing dengan rekan-rekan terdekat untuk menentukan single mana yang menjadi jagoan. Biasanya hearing ini melibatkan music director dari radio-radio nasional.

Masih banyak lagi yang harus dibahas untuk melakukan rencana promosi. Di tulisan berikutnya gue akan mencoba membahasnya lebih dalam lagi terutama saat album telah dirilis. Tungguin yah!

Komentar