Minggu lalu seorang menejer band papan atas di Indonesia mengajak bertemu untuk sekedar berbincang-bincang sambil ngopi cantik. Topik kami seputar industri musik Indonesia yang menurutnya tidak menentu dengan jumlah produk fisik yang berani dikeluarkan oleh produser rekaman semakin menurun ditambah dengan prediksi tahun depan jumlah show manggung akan berkurang dengan adanya Pemilu dan juga mundurnya sponsor rokok dari program-program aktivasi outdoor.


Namun perbincangan kemaren ada  suatu hal yang menarik buat gue. Yaitu mengapa menggratiskan lagu tidak membuat banyak orang yang mendownload. Padahal lagunya sudah gratis tetapi kenapa tidak juga banyak yang mendownload dan tidak pula populer. Apakah ada yang salah dengan penggemar musik Indonesia?


Menggratiskan lagu banyak ditempuh oleh musisi untuk mensiasati runyamnya jalur distribusi di Indonesia. Distribusi digital yang ada dianggap para musisi independen terlalu ribet karena harus ditengahi oleh label rekaman. Entah kenapa label rekaman sering kali menjadi momok bagi musisi-musisi independen. Akhirannya gratis lewat internet menjadi jalan keluar. Ada yang berhasil meraih animo banyak lewat strategi menggratiskan lagunya dan tak sedikit pula yang cukup puas dengan jumlah download yang tak seberapa. Dengan dalih sebagai wujud eksistensi yang mengeluarkan single baru demi terus dianggap musisi yang produktif memang bukan suatu hal yang keliru untuk dicoba.

Kalau coba ditilik dari kaca mata fans musik, diberikan lagu secara gratis malah kadang membuat mereka clueless. Fans musik ingin lebih dari sekedar mendukung artis kesayangannya. Fans musik bertanya-tanya mengapa harus mendownload sebuah lagu baru sementara lagu-lagu yang lama masih mereka suka. Fans musik membutuhkan landasan yang kuat untuk memotivasi mereka untuk meng-klik link download gratisan tersebut. Proses menumbuhkan motivasi download inilah yang kadang terlupakan saat musisi menebarkan link download gratis.

Cara untuk menumbuhkan motivasi download buat para fans musik haruslah dibangun dengan sebuah kisah. Tak cukup dengan pengumuman rilis single gratisan. Gue selalu percaya kalau lagu itu tidak bisa sendirian hanya sebagai lagu, karena lagu juga butuh kisah Salah satu caranya adalah dengan menuliskan kisah singkat yang dituangkan dalam satu news release tentang lagu tersebut yang mendampingi profil terupdate dari si musisi.

News release singkat tentang lagu ini bisa berkisah tentang proses pembuatan lagu, arti dari lirik lagu yang ada didalamnya hingga mengapa orang harus mendengarkan lagu ini. Media pasti senang sekali untuk mengangkat kisah ini kedalam tajuk artikelnya.

Sebagai contoh saja, Sheila on 7 di awal kemunculannya mungkin tidak terlalu spesial dengan band-band baru yang kala itu muncul. Meskipun mereka punya lagu-lagu yang bagus, tapi lagu bagus belum mampu menarik perhatian media karena mereka masih baru. Maka itulah tim produksi di Sony Music mengangkat Sheila on 7 sebagai band debutan dari Jogja yang datang mengadu nasib ke Jakarta lengkap dengan plot dialek medhok yang dilakoni tiap bertemu dengan wartawan. Kisah ini sangat humanis dan layak diangkat di media karena menyentuh perasaan banyak orang. Alhasil kombinasi lagu bagus dan kisah yang tepat menjadikan album ini laris dipasaran.

Contoh lain di era internet ini yang cukup sukses dengan menggratiskan lagunya adalah Seringai. Mereka membuat ini sebagai bentuk movement yang layak didukung. Release yang dikeluarkan mereka cukup memotivasi serta menambah rasa penasaran fans musik untuk mendengarkan lagu baru yang digratiskan tersebut. Alhasil dalam waktu kurang 5 menit sudah 1250 download tercapai dan dalam waktu satu minggu sudah 140 ribu download.

Kunci suksesnya adalah news release yang mereka sebarkan di internet. Disini mereka mengutarakan tentang bagaimana lagu baru mereka ini. Mereka juga membubuhkan alasan download gratis dan sentiment demi fans. Loe bisa baca kembali news release mereka disini (http://omuniuum.net/pers-rilis-seringai-merilis-single-baru-tragedi-free-download/)

Intinya news release untuk mendukung popularitas lagu loe haruslah berprinsip 5w+1h (who, what, when, where, why and how). Loe bisa meminta bantuan rekan loe yang berprofesi sebagai jurnalis untuk merangkai news release. Kalau diluar ada istilahnya music publicist yang tugasnya selain membuat release mereka juga akan membantu menyebarkan ke media-media untuk segera ditayangkan. Jangan lupa release tersebut dikirimkan juga ke Provoke! pastinya kami akan dengan senang hati mengabarkan kepada para pembaca untuk mempopulerkan lagu loe. Misalkan lagu kamu masih juga belum popular yah bukan tidak mungkin kalau lagu loe memang jelek. :p

Komentar