Bantu gue untuk mengerti. Gue membaca twit dari seorang yang cukup lama di industri musik yang bunyinya, “Kalo seorang musisi punya followers 9 juta pasti dia bakalan nomer 1 terus di chart iTunes.” 
 
Asumsinya menarik untuk diulik karena gue juga sering menjumpai hal senada yaitu mengagungkan Followers bahkan juga Trending Topic yang konon juga bisa membuat jualan musik makin laku.
 
Mengukur sukses bermusik itu memang diperlukan gunanya untuk memotivasi diri agar berkarya lebih baik lagi. Sukses sering diterjemahkan dalam pencapaian berbeda-beda. Album laku 100 ribu keping dan meraih platinum, juga bisa dibilang sukses. Meraih penghargaan di suatu ajang award juga bisa disebut sebagai pencapaian kesuksesan. Bebas saja menentukannya selama itu bisa membahagiakan dan sesuai dengan tujuan dalam bermusik.
 
Ketika gue masih bekerja di perusahaan rekaman, gue mengukur kesuksesan album yang dirilis adalah dari angka jualan. Simpel saja alasannya, angka jualan ini bisa dengan mudah menentukan keuntungan yang didapat atau bisa disebut return of investment. Dan dengan berpatokan pada angka jualan, gue juga bisa menentukan seberapa besar investasi yang akan atau telah gue curahkan saat merilis suatu album.
 
Kembali lagi ke soal hubungan antara jumlah followers = jualan laku tadi. Gue tidak setuju dengan premise ini. Pasalnya, jika kita lakukan observasi lagi tentang pengguna Twitter mencakup gender, daya beli, lokasi dan sebagainya, ini tidak cocok dengan karakteristik pembeli musik di iTunes. Coba kita uji dengan pertanyaan standar: 9 juta followers yang dimiliki oleh si musisi apakah semuanya mengungunakan iTunes? 
 
Meskipun belum ada yang melakukan riset komprehensif tentang pengguna Twitter kebanyakan menggunakan operating system apa, namun jika mengambil acuan dari infographic dari blog Business2community http://www.business2community.com/infographics/who-is-more-social-android-or-ios-users-infographic-0304554, pengguna Twitter terpecah menjadi pengguna Twitter yang menggunakan ponsel berbasis Android atau iOS. Dari situ saja kita tau bahwa 9 juta followers si musisi ini, bisa jadi lebih dari separuhnya tidak menggunakan iTunes yang adanya pada platform iOS.
 
Apalagi dengan kenyataan bahwa sekarang ini sudah banyak jasa yang menawarkan untuk menambah jumlah followers yang bisa jadi fake-followers. Jadi premise follower banyak maka jumlah lagu yang didownload menjadi banyak juga menjadi gugur.
 
Kadang gue juga suka mengerenyitkan dahi ketika disodori band dengan embel-embel band ini sering bikin trending topic. Well, dia bukan Justin Bieber juga. Trending topic buat gue adalah sebagai sarana pengumuman agar orang-orang tau akan kehadiran sebuah album baru, atau biasa disebut: awareness. Dari orang-orang yang tau dan tertarik akan mengkerucut lagi menjadi orang-orang yang beli albumnya. Dan gue yakin sekali, untuk bisa membuat orang-orang ini mengeluarkan koceknya dan membeli perlu alasan yang kuat. Jika orang ini bukan emak loe, keluarga loe, sanak saudara loe ataupun temen terdekat loe yang besar kemungkinan beli album loe karena faktor sentimental kekeluargaan, maka orang yang membeli album loe tak lain karena dia suka karena musik loe. Ya karena yang loe tawarkan sebenernya adalah musik.
 
Jadi fokuslah pada musikal yang ingin loe sajikan pada calon pembeli loe. Ngapain juga loe kejar jumlah followers banyak atau target trending topic. Biarkan itu datang sebagai bonus karena musik loe itu emang buagussh. Karena sesunguhnya itu menjauhkan loe dari kodrat loe sebagai musisi yang tugasnya bermusik, bikin musik bagus dulu lah!
 

Komentar