Perjalanan saya kembali ke Malaysia bulan lalu diisi dengan banyak membaca. 
 
Salah satu artikel yang menurut saya menarik adalah artikel tentang Scott Maclachlan yang tak lain adalah menejer Lorde yang ikutan meroket setelah artis besutannya naik daun. Maclachlan harus terbang dari New Zealand ke Amrik demi mengurus kontrak rekaman, distribusi hingga publishing. Yang menurut Billboard, Lorde mengantongi advance payment (uang muka) untuk deal publishing dari Sony Music Publishing hingga US$2.5m.
 
Maclachlan bercerita bagaimana ia membangun karir Lorde yang umurnya masih 16 tahun bukanlah suatu yang terjadi karena kebetulan. Maclachlan merencanakan dengan matang apa yang ingin dilakukan termasuk memilih kata pertama yang keluar dari lirik lagu debut single yang bakal dirilis. Karena menurutnya semua itu adalah satu paket konsep. Bisnis musik jangan hanya dilihat dari manggung dan jualan CD. Tetapi konsep keseluruhan dari penampilan, penggunaan kata-kata dalam lirik, video klip hingga merchandise. Semua satu paket.
 
Peran seorang manajer dalam karir musisi memang tak bisa dipandang sepele. Manajer bukanlah orang yang bawain tas atau alat musik loe. Mereka ini orang penting yang memetakan strategi berbisnis musik agar karir loe dapat langgeng sampai 10-20 tahun mendatang.
 
Lady Gaga baru-baru ini juga mengganti manajernya, Troy Carter, yang merasa sudah tidak sejalan. Memang dalam soal ide kadang kita suka tidak ketemu jalan tengahnya. Carter sekarang pun diberitakan sudah menjadi manajer John Mayer. Bila masih ada tujuan yang sama untuk diperjuangkan kenapa tidak terus dilanjutkan?
 
Tips yang paling mendasar untuk memilih manajer adalah mencari orang yang percaya dengan talenta dan musik yang loe usung. Dia tidak perlu merombak total musik seperti apa yang harus dimainkan karena tugas manajer adalah menjual talenta tadi. Pokoknya start dari mencari orang yang support dengan musiknya dulu deh.
 
Untuk soal koneksi atau mempunyai jaringan, seorang manajer haruslah tangguh. Bukan berarti loe harus cari manajer yang sudah tenar entar malahan lebih tenar manajernya dibanding loe si artis. Apalagi di jaman internet di mana komunikasi makin mudah dan sosial media merebak di mana-mana, tidaklah sulit untuk menjalin relasi dan berkenalan dengan orang-orang dalam industri musik dan hiburan. Dia harus tangguh untuk membina dan memperlebar koneksinya. Malahan kalau perlu koneksinya tak hanya ke orang-orang dalam industri musik dan hiburan, bahkan sampai kepada brand yang mungkin bisa bekerjasama sponsor.
 
Dan terakhir adalah manajer loe adalah orang yang bisa berkomunikasi. Setidaknya bisa baca tulis Bahasa Indonesia lah. Punya handphone atau alat komunikasi seperti chat messenger juga wajib untuk jaman sekarang. Meskipun mungkin nggak setiap saat dapat dihubungi tetapi pasti menyediakan waktu untuk membalas panggilan.
 
Lalu di manakah tempat mencari manajer-manajer tersebut? Saran gue adalah loe umuminlah kalo loe butuh manajer buat karir musik loe. Lalu loe bisa pilih juga di antara penggemar musik loe adakah yang berminat untuk membantu masalah administrasi dan printilan selain soal idealisme bermusik
 
Kalau kamu sudah punya manajer dengan kualifikasi yang kamu inginkan, sekarang kamu bisa lebih fokus untuk membuat karya musik yang cetar membahana!

Komentar